Mejuah-juah,

Begitulah indahnya perbedaan tapi tetap satu dalam
ikatan merga silima, tutur siwaluh dan rakut sitelu. 

Satu hal, kita bangga ada orang karo yang sudah mampu
jadi leader seperti Tifatul Sembiring (tidak banyak).
Beliau berkiprah di Organisasi Politik yang berbasis
Agama. Bukan rahasia umum di kancah politik lebih
sering segala cara dihalalkan untuk mencapai
tujuannya. 

Jelas kita tidak ingin saudara kita ini seperti itu,
artinya tidak terkontaminasi dan terjebak dengan
orang2 yang hanya haus jabatan, jika mungkin mampu
memberikan perubahan. Makanya kita hrs keras
mengkritiknya (positive/membangun), terkadang dia yang
bekerja keras bisa2 orang lain yang terangkat.

Jujur kita akan bangga sebagai suku karo jika beliau
sukses menjadi leader kelak berdasarkan kemampuan dan
kualitasnya bukan berdasarkan yang lain2nya, demikian
juga sebaliknya kita juga sedikit banyaknya akan
kecewa.

sibarem ngenca terjawab aku, semoga teman2 sideban
banci nambahisa, bujur ras mejuah-juah.

Edison Sembiring.
Angola-Africa
 
--- lima enam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> mjj...
> menarik... sangat - sangat menarik apa yang kita
> bicarakan ini.. suku, agama, politik..dan sedikit
> aspek humanis dan humoris dan di bumbui  dengan
> emosional wah... luar biasa..dan file project nya
> adalah TIFAFUL SEMBIRING ...
> maka pertanyaan nya pertama adalah..:
> 1. mengapa dia..?
> 2. mengapa suku ?
> 3. mengapa agama ?
> 4. mengapa politik ?
> 
> sebagai seorang yang berpikir dan mempunyai
> kemampuan tuk mengolah dan mengabil jarak realitas
> dengan pribadinya, seharusnya kita jangan lagi
> berdebat dengan masalah tersebut. karna itu adalah
> realita yang realistis yang harus ada dan nyata..
> nah sekarang kita hanya dapat mengolah dan mengabil
> jarak dengan  realita tersebut yang akan kita olah
> dalam sebuah konsep yang konstruktif yang akan kita
> rajut dalam sebuah untaian budaya yang yang
> berkarakter pribadi tapi bekerja secara kolektif.
> 
> nyambung gak  ya......
> he..he...
> kalo gak nyambung sory yaaa...
> maklum baru baru belajar nulis.........
> 
> sentabi aku man bandu kerina adi lit akapndu kurang
> lebih na tulisen ku enda bage pe lepak ras payona,
> ibas lebih na e enda ngelebihi rejeki ras kesangapen
> nta kerina ibas kurang na e enda ngurangi si la
> mehuli ras ngurangi pinakit man banta, ibas lepak na
> e ras ras kita pepayosa ibas payona e... ras ras
> kita ndahi kensa.. sibar bagem bujur ras mejuah-
> juah kita kerina...
> 
> "KARO ERSADA KARO ERSINAL SAL "
> 
> 
> edison sembiring <[EMAIL PROTECTED]> wrote:        
>                          Anda benar, gejala itulah
> yang sangat kuat di
>  Indonesia" sukuisme and agamaisme", bahkan dalam
>  berpolitik untuk menjatuhkan lawan politik isu itu
>  yang sering digunakan... nah lo....
>  
>  Mejuah-juah,
>  
>  /Eds
>  
>  --- shalman poerba <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>  
>  > Mejuah juah, 
>  >    
>  >   Ada sebuah buku tulisan Tan Malaka, yang
>  > mengatakan begini, "kebanyakan iman itu pecah
> pada
>  > tempat dimana seharusnya dia tidak terpecah"  
> (maaf
>  > saya lupa Kutipan itu di tulis dalam buku tan
> malaka
>  > yang mana ). 
>  >    
>  >   Masalah agama dan ketuhanan adalah masalah
>  > kepercayaan pribadi seseorang. Oleh karenanya
>  > standart  moral dan kemunafikan -- sesuatu yang
> di
>  > anggap munafik-, tidak bisa dipakai ajaran agama,
>  > melainkan standart yang di akui dan kita gunakan
>  > dalam kehidupan bermasyarakat, Ya kalau kita
> cerita
>  > Karo, Apa yang menjadi filosofi masyarakat Karo
> itu
>  > yang kita gunakan demikian juga dalam konteks
> yang
>  > lain, berbangsa dan bernegara. Sehingga kita
> hanya
>  > mendapatkan satu isme yang sudah kita akui
> bersama.
>  > Kalau tidak akan bermuncula isme isme yang
> berbeda
>  > satu dengan yang lain yang hanya akan memperlemah
>  > kita.
>  >    
>  >   sentabi aku adi lit si la tepat,  Maklum masih
>  > Pemula.   
>  >   bujur,
>  >    
>  >    
>  >    
>  >    
>  >    edison sembiring <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  >           Mejuah-juah,
>  > 
>  > Saya kutip dari tulisan Saudara Bode:
>  > "Yang dipersoalkan adalah orang2 yang mengaku
>  > bertuhan/taat beragama bahkan memiliki pendidikan
>  > tinggi, tetapi toh tidak ada bedanya/bahkan
> mungkin
>  > lebih buruk dari mereka yang tidak mengenal
> Tuhan" 
>  > 
>  > Begitulah realita kehidupan berbangsa kita
>  > sekarang,kebanyakan yang lebih pintar
>  > (berpendidikan)
>  > malah melakukan pembodohan terhadap masyarakat
> yang
>  > tidak berpendidikan, korupsi dan lain sebagainya,
>  > Yang
>  > kelihatan taat bergama tapi terkadang tak
> bermoral
>  > dan
>  > tak punya rasa malu (tentu saja tidak
> semuanya),jika
>  > kita lihat presentase yang membuat negara ini
> hancur
>  > yang berpendidikan dan yang taat beragama tadi. 
>  > 
>  > Bagaimana dengan kita Orang Karo????....
>  > 
>  > Happy weekend,
>  > 
>  > /Edison Sembiring
>  > Angola-Africa
>  > --- haryanto bode <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  > 
>  > > MJJ,
>  > > Saya setuju dengan istilah bertransformasi.
> Tidak
>  > > ada formula khusus yang dapat dilakukan untuk
>  > > melakukan transformasi selain PATUH TERHADAP
> APA
>  > > YANG TELAH DIKOMITMENKAN BERSAMA OLEH BANGSA
> DAN
>  > > NEGARA INI.
>  > > 
>  > > Komitmen itu seperti patuh kepada
> Undang-Undang,
>  > > Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. 
>  > > Kembali kepada Pancasila yang memiliki nilai
>  > > kearifan luhur bangsa kita yang sopan dan
> santun
>  > dan
>  > > sifat saling menolong dan bekerja sama.
>  > > 
>  > > Kakek saya alm pernah cerita kepada saya dahulu
>  > > ketika dia muda, bukan agama yang
> dipermaslahkan
>  > > tetapi, kamu apa, Marhaen, PNI, NU dll.
> Belakangan
>  > > ini malah agama yang dijadikan isu politik, dan
>  > itu
>  > > benar adanya membuat negara kita ini lemah.
>  > > 
>  > > Disini jika saya berdiskusi dengan kawan2
> Muslim,
>  > > saya selalu katakan, kita jangan terlalu
>  > > membawa-bawa urusan agama dalam berbangsa dan
>  > > bernegara ini, malu kita nanti dengan negara
>  > seperti
>  > > taiwan ini yang 80% tidak percaya kepada Tuhan
>  > yang
>  > > maha esa, tapi mereka semua patuh dan taat pada
>  > UU,
>  > > hukum berjalan dan suka bekerja keras.
> Dimana-mana
>  > > tempat semua bersih, semua sampah dibuang pada
>  > > tempatnya, plastik ke tempat plastik, makanan
> ke
>  > > tempat makanan, dst. Teknologi terbaik dunia
>  > > berkembang dengan pesat disini. 
>  > > 
>  > > Walaupun memang banyak mereka juga berani
>  > > mengambil jalan pintas dengan jalan bunuh diri,
> ya
>  > > itu juga resiko tidak memiliki keyakinan. Dan
>  > > tentunya keyakinan (IMAN) itu adalah sangat
>  > penting.
>  > > 
>  > > Saya malah berpikir Indonesia yang mengaku
> negara
>  > > percaya kepada Tuhan kok malah cendrung tidak
>  > > memiliki hati nurani lagi. Contoh saja kasus
> IPDN,
>  > > contonya Mr Inu Kencana itu, kalau saya bilang
> dia
>  > > tidak memiliki nurani lagi belakangan ini, dia
> itu
>  > > malah jadi aji mumpung, dia baik dalam membuka
>  > > permasalahan, tetapi selanjutnya dia telah
>  > > terkontaminasi oleh kenikamtan popularitas
> dengan
>  > > menyudutkan banyak orang, apa itu baik?
>  > > 
>  > > Contoh kasus DPR RI dan SBY sekarang masalah
>  > > Interplasi Iran itu, menurut saya itu SBY
> bingung,
>  > > Kalau didatangi salah kalau tidak didatangi
> salah.
> 
=== message truncated ===



      
____________________________________________________________________________________
Luggage? GPS? Comic books? 
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz

Kirim email ke