mejuah juah;

wah ini asik membahas nya.

menurut aku harus di mulai dari:
" pentingkah bahasa karo ( mengerti dan memahami serta
mengucapkannya ) bagi masyarakat karo (" manusia "
yang lahir dari rahim atau " sperma ")"

seperti contoh : - bagaimana seorang karo bisa
memahami dan memanggil " bengkila " nya dengan santun
dah hormat bila dia tidak tahu bahasa karo.
kerena di kamus bahasa indonesia tidak terdapat kata "
bengkila " .
Kata bengkila hanya ada satu satu nya di dunia dalam
kamus bahasa karo.
Alahasil..kerena gak memahami arti kata bengkila itu
ya bisa saja sekenanya akhirnya memanggil bengkila itu
terpelesetkan ke kata " bengkala " <<<<wah bisa ryuam
kan ...

bujur 

nayan-batam

  
  
--- jrmtony <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Mejuah-juah.
> Dalam arena "brain storming"  seperti ini semua
> pendapat sah-sah 
> saja.
> Kalau saya berpendapat bahwa penggunaan marga tsb
> tidak melulu hanya 
> masalah kebanggaan tapi juga merupakan
> identitas.Tapi kembali bahwa 
> semua merupakan hak azasi perorangan.
> Ada statement anda yang bertolak belakang; pertama,
> anda mengatakan 
> bahwa pemakaian marga tsb tidak penting (anda
> mengatakan tidak 
> vital). Kedua, anda mengatakan harus menunjukkan
> diri sebagai orang 
> Karo. Pertanyaan saya: bagaimana orang tsb
> menunjukkan diri  sebagai 
> orang Karo, atau bagaimana kadar hubungan emosional
> dengan 
> kelompoknya  sementara identitas secara lahiriah
> sudah tidak 
> digunakan.???
> Kalau sahabat kita etnis dari Indonesia Timur
> menyatakan marga itu 
> adalah "fam". Kadang-kadang terjadi friksi kecil
> manakala ada pemuda 
> dari sana ingin mempersunting putri dari daerah
> kita. Kita ingin 
> memberi dia marga sementara dia merasa sudah punya
> marga dan 
> adakalanya dia tidak mau kalau marga ("fam")nya tsb
> dimodifikasi, 
> alasannya bahwa itu adalah identitas darah dalam
> tubuhnya turun 
> temurun dari nenek moyangnya.
> Saya menterjemahkan/mengartikan ini bahwa marga
> (fam) tsb sangat 
> penting bagi mereka.  
> 
> Maaf jika saya berpendapat lain.
> 
> Salam
> 
> 
> 
>  In [email protected], Steven Tarigan
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > SENTABI MAN KAM KERINA SI NGOGE TULISEN KU ENDA
> ADI KATA SILEPAK
> > 
> > Menurut saya pribadi pemakaian marga atau beru
> tidaklah menjadi 
> masalah yang amat vital, karena yang teramat penting
> adalah 
> bagaimana kecintaan serta rasa memiliki dan tanggung
> jawab terhadap 
> etnis KARO itu sendiri,..banggakah kita menyandang
> marga atau beru 
> sebagai orang KARO jika kita sendiri terkesan tidak
> acuh terhadap 
> KARO itu sendiri.
> > 
> > Masalahnya sekarang bagaimana caranya agar orang
> KARO itu sendiri 
> dapat bersama-sama menyumbangkan pemikiran, tenaga
> maupun materi 
> demi kelestarian KARO. Banggalah jadi orang KARO 
> dan tunjukkanlah 
> jika  KITA  ORANG  KARO... 
> > 
> > 
> > 
> > Steven Tarigan Gersang
> > 
> > 
> > Best Regards, Mejuah-juah !
> > 
> > 
> > 
> > Amor Steven
> > 
> >        
> > ---------------------------------
> > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
> > Play Monopoly Here and Now (it's updated for
> today's economy) at 
> Yahoo! Games.
> >
> 
> 
> 



       
____________________________________________________________________________________
Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for 
today's economy) at Yahoo! Games.
http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow  

Kirim email ke