Saya Berharap meskipun nama yang saya sebutkan dalam Email ini ada sebagai
moderator dibebepa milis Karo, saya berharap orang tersebut berbesar hati dan
meloloskan email saya ini agar diketahui oleh semua anggota milis....
Dilecehkan Pimpinan Media Tanah Karo “Sora Sirulo”
Bertindak
semau gue seperti kebijakan yang sering dikeluarkan oleh orde baru
masih terjadi dalam kehidupan masyarakat saat ini. Bertindak kurang
terpuji telah pula mewarnai keputusan pimpinan salah satu media cetak
bernuansa daerah Tanah Karo bernama Sora Sirulo. Dinilai kebijakan
pimpinannya berkesan tidak ber-etika dan tidak profesional karena
mencopot jabatan dalam suatu organisasi perusahaan pers dengan tidak
mengirim surat pemberitahuan atau peringatan terlebih dahulu.
Pencopotan terjadi sekitar bulan April 2009. Tapi sampai sekarang
ditunggu, tetap tidak ada pemberitahuan pencopotan. Perlakuan dan kebijakan
pimpinan Sora Sirulo bernama Ita Apulina Tarigan (Pimpinan Redaksi) dan Juara
Umum (Pimpinan Umum) yang berdomisili di Medan telah pula mencemarkan nama baik
saya selaku seorang Jurnalis dan Penulis aktip disejumlah media cetak lokal
dan nasional.
Saya
selaku Kepala Biro Medan, Media Karo “Sora Sirulo” telah dicopot begitu
saja tanpa ada pemberitahuan dan peringatan terlebih dahulu. Padahal
dengan mengirim surat pemberitahuan atau peringatan atau melalui jalur
pribadi saya rasa itu merupakan tindakan terpuji. Perlakuan ini saya
nilai sangat tidak terpuji dan mengandung emosional yang membabi buta
dan jelas sangat menyinggung saya.
Saya
tegaskan kalau pun dicopot, tidak mengurangi rejeki saya, karena selama
saya bekerja di Media Karo “Sora Sirulo” satu sen pun keuntungan
perusahaan tidak pernah dibagikan pada saya, namun karena “semangat
kedaerahan” sebagai putri daerah yang selama ini didoktrin oleh
pimpinan membuat saya membantu perusahaan.
Untuk
itu saya menyatakan sikap bahwa tindakan pimpinan Media Karo “Sora
Sirulo” dimana--Ita Apulina Tarigan (Pimpinan Redaksi) dan Juara Umum
(Pimpinan Umum) telah melecehkan saya. Untuk itu saya minta agar memuat
pernyataan maaf dalam edisi terbaru Media “Sora Sirulo” karena telah
mencopot saya tanpa memberitahukan dan mengirim surat peringatan
terlebih dahulu. Kemudian meminta maaf karena tidak pernah transparan
dalam keuangan perusahaan Sora Sirulo.
Saya Yang Keberatan
Rahel Sukatendel, S.Sos