nasehat yg tepat, kawan!!
---

koq, 
sptnya jama'ah ISNET lagi tafakur semua ya? senyap!
semoga semua kawan muslim jama'ah ini dlm sehat &
diridhai dlm tempuh apa yg dicari.


salam legi, 
Fahru 
:-D

--- Hamami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Yang namanya kebaikan kalau tanpa diringi
> kepentingan lain kecuali hanya
> keikhlasan,
> dari manapun dan dari siapapun datangnya, memang
> patut kita syukuri dan
> ucapkan terima kasih.
> 
> Dengan tidak bermaksud mengecilkan atau meng-kufuri
> arti bantuan itu.
> Tidak seharusnya juga kalau kita langsung memberikan
> penilaian/pujian/sanjungan yang berlebihan
> terhadap itu semua, karena pada kenyataannya hal itu
> baru kali ini kita
> dapatkan.
> Bukankah orang sering mengatakan dan ini sudah
> menjadi trend, bahwa "didunia
> sekarang ini tidak ada
> yang gratis".
> Seperti kita tahu imbalan itu tidak harus selalu
> dalam bentuk materi/uang,
> boleh jadi berupa
> konsesi, dispensasi, dan entahlah apalagi namanya
> atau bahkan mungkin hanya
> sekedar
> "the cleaning imaging", dimana yang kita tahu betapa
> tidak manusiawinya
> perlakuan tentara AS
> terhadap tahanan yang ada dibawah pengawasan mereka.
> 
> "Panas setahun hilang dengan hujan sehari"  itulah
> kira-kira pepatah lama
> kita mengatakan. Dan
> itu pula yang sekarang sedang terjadi dengan
> sebagian masyarakat Aceh.
> Waspada terhadap sesuatu yang mungkin akan terjadi
> itu sudah merupakan suatu
> keharusan dalam
> hidup ini kalau kita tidak ingin penyesalan
> diakhirnya.
> Waspada tidak berarti curiga.
> 
> wassalam
> Hmm
>   -----Original Message-----
>   From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of
> Mohd. Al-Khori
>   Sent: Sunday, March 06, 2005 10:35 PM
>   To: [EMAIL PROTECTED]
>   Subject: [is-lam] Seperti mimpi, Rumah Sakit
> Terapung Amerika, Humanis,dan
> Gratis Lagi
> 
> 
>   Minggu, 06 Maret 2005 08:04 WIB
> 
>   Semalam di USNS Mercy
>   Humanis, dan Gratis Lagi
> 
>   [ rubrik: Serambi | topik: kesehatan ]
> 
> 
>   Seperti mimpi! Bukan saja mendapat pelayanan medis
> berstandar dunia dan
> gratis, tapi juga pelayanan yang sangat humanis.
> Rasanya belum diobat sudah
> pulih karena kami diperlakukan seperti warga sendiri
> .
> 
> 
> 
> 
>   Itulah beberapa kesan pasien dan keluarganya yang
> saat ini
>   masih menjalani perawatan para dokter dan
> paramedis
>   di rumah sakit terapung, Kapal USNS Mercy, milik
> Angkatan Laut Amerika
> Serikat. Rumah sakit apung yang bermarkas di San
> Diego itu telah berada di
> perairan Aceh sejak 4 Februari lalu dalam misi
> membantu korban bencana
> tsunami.
> 
>   Serambi bersama belasan wartawan yang bertandang
> selama 24 jam di US Navy
> Hospital Ships itu, melihat puluhan pasien yang
> sedang dirawat. Mereka bukan
> saja sebagai korban tsunami, tapi juga pasien yang
> memang sakit dan sudah
> berobat ke mana-mana tidak kunjung sembuh. Mereka
> dirujuk ke sini oleh rumah
> sakit dari Banda Aceh, kata Letnan Mann, perwira
> Asisten Officer USNS Mercy.
> 
>   Para pasien dan keluarganya mengaku senang bisa
> mendapat kesempatan
> dirawat di Mercy. Pelayanannya sangat memuaskan.
> Yang membuat mereka lebih
> senang, tentu saja karena semuanya gratis. Kami juga
> sudah bisa bahasa
> Inggris sedikit. Apalagi setiap setengah jam,
> dokternya datang dan
> menanyakan keadaan kami. Mereka berbahasa Inggris,
> dan ada yang menterjemah,
> ujar Ny Adlina.
>   Para pasien dan keluarganya, mengaku terharu atas
> per
>   hatian dokter dan paramedis yang menganggap
> seperti keluarga sendiri.
>   Seperti dituturkan Saiful Bahri (26). Warga Jeunib
> Bireuen itu mengalami
> patah di paha kanannya karena jatuh ketika lari
> menyelamatkan diri dari
> gelombang tsunami.
>   Saiful sudah seminggu berada di rumah sakit
> terapung, berada 60 mil di
> tengah laut Banda Aceh itu. Pemuda semampai berkulit
> hitam manis itu tampak
> ceria. Sambil menunjukkan paha kanannya yang sudah
> membaik, ia mengaku tidak
> lama lagi sudah diperbolehkan pulang ke darat.
> 
>   Pemuda itu mengaku seperti mimpi ketika ia dibawa
> dengan helikopter ke
> kapal untuk dioperasi. Dan sampai mati pun pelayanan
> seperti ini tak mungkin
> bisa saya dapatkan. Saya diperlakukan seperti warga
> Amerika, ujar Saiful
> yang sebelumnya sudah berobat ke sebuah rumah sakit
> di Banda Aceh, tapi
> merasa diabaikan. Kemudian ia terlihat tim Mercy
> hingga dibooyong ke kapal
> untuk operasi kakinya.
> 
>   Perasaan serupa juga diungkapkan Adliana (50). Ia
> berada di US Navy untuk
> mendampingi suaminya, Yulizar Yusuf (60) karena
> menderita Amilo Platoma
> (tumor di daerah rahang). Keluarga itu mengaku,
> sebelumnya mereka sudah
> pasrah. Sebab, penyakit tumor yang diidap selama
> lima tahun itu tipis
> harapan bisa diobati.
> 
>   Adlina mengaku, suaminya yang bekerja sebagai PNS
> di BPKP Aceh itu sudah
> empat kali menjalani operasi di RS Gatot Subroto,
> Jakarta, dan sudah
> menghabiskan uang Rp 50 juta. Namun ternyata tumor
> di wajah suaminya makin
> membesar.
> 
>   Mendengar ada dokter asing yang melayani
> pengobatan gratis, ia langsung
> membawa suaminya untuk berobat. Setelah dilakukan
> pemeriksaan tim dokter
> asing, mereka diboyong dengan helikopter ke kapal
> Mercy.
>   Adlina tampak menitikkan airmata ketika
> menceritakan kisah selama dua
> minggu di kapal rumah terapung itu. Kami
> diperlakukan sangat istimewa di
> sini. Tidak akan pernah didapatkan di negeri kita.
> Begitu tinggi nilai
> kemanusiaan. Dokternya kadang duduk di bawah sambil
> menanyakan bagaimana
> perasaan, apakah senang. Kami tak bisa membalas
> kebaikan mereka. Alat mereka
> sangat canggih, belum ada di Indonesia, papar
> Adliana yang mengaku bekerja
> sebagai bidan di RSUZA Banda Aceh..
> 
>   Suaminya Yulizar, ternyata bukan cuma menderita
> tumor di rahang, tapi ada
> penyakit lagi di hidung, dan harus dioperasi. Tim
> dokter melakukan operasi
> dengan cara membedah batok kepala Yulizar untuk
> mengangkat tumor serta
> membuang tulang rahangnya. Kemudian tulang rahang
> itu diambil dengan
> mencangkok tulang rusuk bersangkutan. Sekarang
> tulang rusuknya sudah kurang
> untuk ganti rahang, kata Ny Adlina.
> 
>   Pasien lain adalah Nurbiah (47), warga Tanjung
> Selamat Darussalam.
>   Isteri DR Daniel Juned, Direktur Pascasarjana IAIN
> Ar-Raniry Darussalam
> Banda Aceh itu, bersama seorang saudaranya dibawa ke
> kapal USNS Mercy sejak
> Selasa (1/3) lalu.
> 
>   Nurbiah mendeita tumor di bagian leher dan
> sebelumnya datang ke rumah
> sakit rujukan di Lhong Raya. Ia mendapat urutan 50
> saat mendaftar. Saya akan
> dioperasi hari Jumat, ujarnya.
> 
>   Sementara Ny Nurbaiti, mengaku sudah dua hari
> berada di USNS Mercy untuk
> 
=== message truncated ===>
_______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
>
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke