Assalamu'alaikum Wr Wb

  Pada kenyataannya, di dunia Islam sendiri penafsiran Al Quran dan Al Hadits
itu berbeda-beda pak Mu'az. Dan semuanya ngaku Islam serta ngasih "tudingan" ke
lawannya seperti telah mengikuti hawa nafsu dll. Di sinilah problem utama kita
yang sangat kronis. 

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Aziz


--- Muaz Junaidi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> RE: [is-lam] Mengingat Cak Nur --c2|assalaamu'alaikum wr. wb.
> Salah dan benar acuannya adalah Alqur'an dan Al Hadist.  Kalau keduanya kita
> pelajari, kita tahu mana yang benar dan mana yang salah.  Tetapi kalau kita
> tak pernah mempelajarinya, ya  memang agak berat menentukan mana yang salah
> dan mana yang benar menurut islam. Kalau benar salah menurut hawa nafsu  ya
> memang relatif tergantung zaman dan lingkungan.
> 
> wassalam,
> 
> muaz
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Zainal Arifin 
>   To: 'Milis is-lam' 
>   Sent: Thursday, September 01, 2005 8:33 AM
>   Subject: RE: [is-lam] Mengingat Cak Nur --c2|
> 
> 
>   Dear mas Djoko, 
>   Assalamu 'alaikum . Wr.wb. 
> 
>   Maaf mas, sebenarnya siapa sih yang berhak menjadi hakim untuk mencap
> seseorang itu kafir, muslim, munafiq dan musyrik ? Padahal di dalam Qur'an
> jelas menggambarkan ciri2 mereka yang harus diwaspadai oleh orang2 beriman.
> Apa musti ada lembaga khusus yang mengkaji tentang seseorang tersebut agar
> kita dapat melindungi umat dari tipu daya, pendapat, dan perilakunya yang
> menyesatkan ?
> 
>   Apakah jikalau pendapat dan sikap seseorang itu mengarah pada sikap
> kemunafiqan, atau tindakan seseorang itu mengarah pada kemusyrikan, dsb.
> Dapatkah kita bilang bahwa ia adalah seorang munafiq atau musyrik dan tidak
> boleh diikuti pendapatnya ataupun tindakannya ? Kalau nggak boleh, lantas
> tindakan kita dalam amar ma'ruf nahi munkar itu boleh nggak mengambil
> contoh.. Misalnya menasihati agar jangan mencontoh perbuatan, sikap,
> tindakan, dan berpendapat seperti seseorang itu (yang kita cap munafiq dsb) ?
> 
>   Mohon diluruskan pendapat saya ; 
> 
>   1) Kalau si Abu Lahab dikatakan kafir dalam Qur'an apakah memang dalam
> setiap pembicaraannya selalu salah ? Toh paling tidak bagi lingkungannya
> mungkin ia dianggap benar. 
> 
>   2) Seseorang yang dianggap munafiq dalam Qur'an, mungkin dari sebagian
> pembicaraannya ada yang menyatakan kebenaran islam, tapi sebagian lagi
> menyatakan agama lain (agama nenek moyangnya atau agama lain selain islam
> juga benar jadi dianggap semua agama itu benar). 
> 
>   Wassalam, 
> 
>   Zainal 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>   -----Original Message----- 
>   From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Djoko Luknanto 
>   Sent: Wednesday, August 31, 2005 11:18 PM 
>   To: 'Milis is-lam' 
>   Subject: RE: [is-lam] Mengingat Cak Nur --c2| 
> 
> 
> 
>   Howdy, 
> 
>   > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:is-lam- 
>   > [EMAIL PROTECTED] On Behalf Of AFR 
>   > Sent: 31 Agustus 2005 8:50 
>   > 
>   > kecuali sdkt mengkritisi saja, jgn org salah manut pd 
>   > siapa yg tak patut. ketika org sdh tahu siapa mesti 
>   > ditinggalkan dgn sebab alasan sesederhana mungkin 
>   > namun masuk akal yg mudah & sederhana juga, keputusan 
>   > utk pro- atw kontra- hanya pd diri sendiri. semua 
>   > pasti konsekuensinya. 
> 
>   Kalau pendapat saya, misalkan seperti ini: Saya tidak 
>   anti Fahru, namun kadang saya bisa setuju Fahru dan bisa tidak setuju; 
>   tergantung pendapat yang dikemukakan Fahru saat itu. Jadi yang saya 
>   setuju-i dan tidak-nya itu adalah pendapat --bukan-- orangnya. 
> 
>   Seperti contohnya Cak Nur, mungkin saja saya tidak selalu setuju kpd 
>   setiap pendapatnya, artinya ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. 
>   Dalam artian yang seperti ini saya bukan berarti anti- atau tidak 
>   terhadap Cak Nur, namun pada pendapatnya. 
> 
>   Demikian pula terhadap Qardhawi, saya bisa setuju pada pendapat beliau 
>   mengenai suatu hal, namun dilain masalah mungkin saya bisa jadi ragu. 
> 
>   Lagipula kita nanti yang mempertanggungjawabkan semua tindakan kita 
>   masing-masing dihadapan Allah swt. Dan setiap orang sudah bisa menilai 
>   sendiri-sendiri, karena kita sudah dewasa semua, jadi bisa menentukan 
>   mana yang baik dan mana yang tidak. 
> 
>   Kadang-kadang kita terperosok tidak saja menyekutukan Tuhan, bahkan 
>   lebih dari itu mengganggap diri sendiri, kaumnya, ustadznya sebagai 
>   penafsir tunggal dari sabda Allah swt., sampai-sampai bahkan mungkin 
>   bisa jadi ustadz mereka dianggap seperti Tuhan:-) Can do no wrong. 
> 
>   Yang mutlak 'kan al-Quran-nya, penafsirannya sangat tergantung 
>   penafsirnya. 
> 
>   PS: Mas Fahru saya kalau soal agama, with all my heart saya admit saya 
>       bukan apa-apanya Mas Fahru, jadi anggap saja pendapat saya di atas 
>       sebagai angin lalu, tidak usah terlalu diperhatikan:-), dalam 
>       masalah agama saya akan selalu menempatkan diri sebagai murid saja. 
>       Salam untuk semuanya. 
> 
>   Howgh! 
>   --                    Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker 
>                " ... the more you travel the less you know" - Beatles 
> 
> 
> 
>   _______________________________________________ 
>   is-lam mailing list 
>   [email protected] 
>   http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam 
> 
> 
> 
>
------------------------------------------------------------------------------
> 
> 
>   _______________________________________________
>   is-lam mailing list
>   [email protected]
>   http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> > _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 



        
                
______________________________________________________
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.
http://store.yahoo.com/redcross-donate3/
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke