|
Peserta tahlilan yang dibayar memang ada, dan saya juga sudah lihat. Sebabnya di daerah tersebut warganya kebanyakan non muslim shg jangankan untuk tahlilan , hanya sekedar takziyah saja mereka kadang nggak peduli. Akibatnya pada saat tahlilan ngundang orang dari luar daerahnya dan ini harus ada bayarannya. Lalu yang salah siapa , yang salah ya yang kepaten , kenapa sudah tahu nggak ada tradisi begitu di kampungnya , tetapi maksa aja ngundang orang luar. Salam
-----Original Message-----
Maaf mbak Lina / mas ..... saya baru denger bahwa orang yang tahlilan di kasi amplop. dan menyediakan rokok . Ini hal yang benar - benar nyusahin - namanya...saya maklum anda kesulitan dan kesusahan tapi mungkin kalo boleh nebak anda dari daerah sumatera yach... sekali lagi saya kaget bila anda membayar orang yang tahlilan. saya rasa tradisi ini yang harus di hilangkan terlebih dahulu. jangan sampai jadi kebiasaan mbak .. Dan anda harus membeli surat yasiiin bagaimana mungkin ..? apakah anda tidak punya buku yasin atau kenapa anda tidak - usaha untuk pinjam ke Musholla ? menurut saya hal yang anda lakukan tersebut terlalu berlebihan. Saya sama sekali sangat tidak setuju. ini hanyalah masalah tradisi - di wilayah anda saja . Maaf sekali lagi bila saya salah. di tempat saya kemaren ...orang yang terkena musibah menge- luarkan Aqua gelas yang satu dus bisa sampai 5 hari dan makananya- agar - agar dan gorengan 5 piring yang kalo di total memakan biaya - Aqua gelas = 2 dus = Rp. 24.000 Agar - agar = 5 piring = Rp. 30.000 gorengan lebih kurang 50 biji @ Rp. 300 = Rp. 300 x 50 = Rp. 15.000 total biaya = Rp. 69. 000 x 7 hari = Rp. 483.000 Adapun biaya dan pemakaman kami sudah patungan ( lain dari Ibu - Ibu nya- lain juga dari bapak - bapak nya ) semua ini di luar santunan dari DKM . Bahkan kain kafan dan semua peralatan kami yang berinisiatif - tanpa mengganggu warga kami yg terkena musibah tsb.Dia hanya terima - beres. Pokoknya intinya adalah silaturahmi dan kekeluargaan yang baik- hal ini bisa terwujud.Saya cerita ini jujur tanpa ada yang di kurangi dan - di tambahkan. Bagaimana paham mbak / mas...? Sekali lagi saya sangat tidak setuju kalo tahlilan seperti yang anda tuliskan - hal ini sudah menyimpang dari makna dan tujuan ..tapi malah ke ajang gengsi - ada juga yang memberi yasin sendiri dengan foto almarhum/almarhumah di muka - buku yasin ....itu mah sudah lain makna... mohon maaf bila semua perkataan saya di atas salah . Wassalamu'alaikum wr.wb -----Original
Message----- assalamualaikum Bisa ditambahkan lagi, di jabodetabek, disamping pengeluaran yang dirinci di bawah ini, keluarga yang "berpunya" masih merasa harus menambahkan cindera mata berbentuk sajadah atau perlengkapan shalat lainnya (sarung, al Qur'an dll).
Jadi bagaimana mereduksi biaya, karena seringkali
"tahlilan" sebagaimana pesta pernikahan seringkali menjadi ajang
"adu gengsi keluarga"
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort. |
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
