DZIKIRNYA ORANG-ORANG BERIMAN Oleh Syaifuddin Ma'rifatullah
PROSES MENCAPAI IMAN Manusia, dalam proses mencapai keimanannya selalu melibatkan akal (alat berfikir untuk menimbang [aritmatical & logical unit dan centeral processing unit], alat berzikir untuk mengingat[storage unit]) dan kesadaran pribadi (ruh). Bekerjanya akal adalah atas kontrol dari diri pribadi kita (ruh) berdasarkan lintasan-lintasan bisikan di dalam hati. Kesucian hati, yang disebabkan oleh pengendalian berbagai hal, baik fisik (makanan dan lain-lain) maupun pengaruh panca indera, menyebabkan kejernihan hati dalam menerima petunjuk Allah dan mengabaikan tipuan-tipuan syetan yang merayu. (QS 91:8-10). Kemudian timbulah yang kita kenal dengan keinginan atau kehendak pribadi dengan kadar tertentu. Itu adalah sunnatullah. Kemudian Allah menambahkan atau melemahkan kekuatan untuk memudahkan melaksanakan keinginan itu sesuai dengan kehendak Allah. (QS 92:4-11). Sedangkan proses berimannya manusia kepada Allah itu sesungguhnya bibitnya sudah tertanam sejak awal mereka diciptakan oleh Allah, ketika Allah bertanya kepadanya : "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (QS 7:172) Setelah lahir di bumi, mereka dilupakan oleh Allah dengan berbagai sebab, kecuali dengan cara merekonstruksi kembali menggunakan akal dan kesadaran pribadinya sebagai ciptaan. Kesadaran pribadi ini adalah dzikir yang masih tersisa dan merupakan modal untuk kemudian menggunakan akal untuk menggali dengan cara-cara yang sangat rumit berbagai pengetahuan tentang keberadaan dirinya dan siapa yang menciptakannya, sehingga sampai pada suatu titik untuk memahami dengan kesadaran yang penuh bahwa Allah adalah Tuhan yang hak yang harus disembahnya dan Muhammad bin Abdullah - semoga Allah membahagiakannya dengan keselamatan - hanyalah salah seorang utusan-Nya. Itulah, yang kemudian kita kenal dengan "Sumpah atau Janji Syahadatain" yang terkenal itu. Setelah saat itu, mereka disebut sebagai "orang beriman yang muslim". MUDAHNYA BERIMAN, DAN MUDAHNYA BERDZIKIR Nah, setelah proses mendapatkan keimanan dan dengan kesadaran melakukan pernyataan pribadi tentang Allah dan Rasul-Nya, kemudian dilanjutkan dengan menyerahkan diri pribadi kepada tuntunan (agama) Allah dan rela (ridha) menjadi budak Allah yang melayani Allah setiap saat, maka si orang beriman yang muslim tersebut mulai menyiapkan dirinya untuk menerima petunjuk Allah dan sibuk dengan mengingat-ingat seluruh petunjuk yang diterimanya dari Allah agar dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan selurus-lurusnya. Karena ketaatan dalam menjadi pelayan Allah ini, si mu'min yang muslimiiin ini dengan cara yang khusus akan dianugrahi derajat yang tinggi di sisi Allah dan berbagai rizki yang mulia juga telah disiapkan untuknya. Betapa bahagianya menjadi seorang yang ditinggikan derajatnya dan merasakan kasih sayang Allah yang Maha Agung itu. ". Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang (1) bila disebut nama Allah [dengan apa pun sifat-Nya] gemetarlah hati mereka, dan (2) apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan (3) hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (ni'mat) yang mulia". (QS Al-Anfaal[8] ayat 2-4) Pada ayat ini, Allah menjelaskan kepada seluruh manusia, apakah dirinya sudah termasuk orang-orang yang beriman ?. Tiap pribadi dapat mengukur kadar keimanan dirinya masing-masing dengan merasakan tanda-tanda yang dapat ditemukan di dalam dirinya : (1) bila disebut nama Allah [dengan apa pun sifat-Nya] gemetarlah hati mereka, karena rasa kagumnya yang sangat tinggi bercampur rasa takut yang mendalam terhadap siksa-Nya. (2) apabila dibacakan ayat-ayatNya [firman-Nya, ciptaan-Nya dan perbuatan-Nya] bertambahlah iman mereka, karena dia dapat merasakan kebenarannya, sedangkan dirinya merasakan juga pengaruhnya atau merasakannya sendiri bahkan dirinya sendiri adalah salah satu firman-Nya. (3) hanya kepada Allah-lah mereka bertawakkal, karena dia ingat (selalu dzikir) bahwa Allah yang Maha Esa adalah tempat menggantungkan semua harapannya yang hak, yang tidak ada satu pun yang setara dengan kekuasaan dan dzat Allah.(QS Al-Ikhlas). Yang mereka lakukan kemudian adalah : (a) Mendirikan shalat, dan (b) Mengembalikan sebagian rizkinya untuk Allah sebagai tanda syukur. Itulah dzikir orang-orang beriman yang sesungguhnya. Karenanya, dengan senang hati Allah meninggikannya beberapa derajat disisi-Nya, juga memperoleh ampunan sebelum dia memintanya. Di bumi ini, dia pun mendapatkan rizki yang mulia (karamah). Kelebihan-kelebihan yang diberikan kepada orang beriman yang selalu berdzikir ini, menyebabkan dia merasa ringan untuk bertaubat dan selalu memperbaiki ibadahnya kepada tuhannya. "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui". (QS Ali Imran[3]:135) Terlihat bagi kita sekarang, betapa mudahnya kita dapat mencapai keimanan yang sempurna itu. Dan begitu mudahnya juga kita melakukan tawakkal dan taubat kepada Allah. Dengan kemudahan beriman, bertawakkal dan bertaubat ini, juga mengantar kita kepada mudahnya melakukan dzikir yang sesungguhnya. Tak ada formalitas. Tak ada rasa malu diketahui orang lain karena tak pernah terlihat berzikir beramai-ramai. Semua dalam kondisi yang sangat rahasia, serahasia datangnya rasa aman dan tenteram yang menyelimuti seluruh kehidupannya ketika mereka dalam keadaan berzikir kepada Allah. Masih adakah orang yang mengatakan bahwa untuk beriman itu adalah sulit kecuali orang-orang yang tak mau menggunakan akalnya ? Masih adakah orang beriman yang mengatakan berdzikir itu sulit dan hanya kerjaannya orang-orang yang sudah dekat ke kubur ? Masih adakah yang sulit dalam melaksanakan agama islam ? Masih adakah yang sulit untuk masuk ke dalam agama Islam ? Jika masih ada, layangkan problem Anda ke milis ini. Insha Allah para muslim dan mu'min di sini siap untuk memberikan segala kemudahan bagi Anda. Jika tidak, pastikan bahwa Anda akan segera mendapatkan pertolongan dari Allah, yang datang kepada Anda secara rahasia atau terang-terangan. As-Salaamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Medan, Jum'at, 10 Februari 2006. Syaifuddin Ma'rifatullah - Medan. SMS Hotline: +628126431657 _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
