-----Original Message----- From: IPD Wiska Susetio [mailto:[EMAIL PROTECTED] >Kang Agus,
>Punten, barangkali penilaian suatu kenikmatan sebagai kenikmatan tertinggi itu >relatif ya Kang. Dasarnya apa ya, Kang ? Benar, itu memang relatif, dan didunia ini segala sesuatunya kan lebih mengarah pada kenisbian, tapi bukan berarti tidak ada yang mutlak. Maaf, bila yang ditanya dasarnya adalah mengacu pada ke ilmiahan suatu ilmu maka saya belum dapat menyampaikannya. Ini semata-mata hanyalah hasil renungan dan pemikiran saya saja, inputnya adalah sesuatu yang bisa diterima oleh indra(bacaan, penglihatan, pendengaran), dan proses nya adalah penggunaan akal yang Alloh pinjamkan pada saya. >Kalau yang dimaksud dengan kenikmatan inderawi ialah RASA nikmat yang muncul >melalui sarana-sarana inderawi, bisa jadi tiap-tiap orang berbeda-beda. Betul, sama dengan di atas. >Bayangkan suasana di pedesaan pada suatu pagi yang sejuk berembun, duduk di >bali-balai depan rumah sambil berselimut - antara masih malas dengan segar >setelah bangun pagi belum terpikir kekhawatiran duniawi - sambil menyeruput >kopi >panas dan ngemil goreng singkong .... wah ini kan rasanya nuikmaat benaar ... >Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala >penjurunya dan makanlah sebagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu >(kembali setelah) dibangkitkan. (QS. 67:15) >Kuluu wasyrobuu hanii-an ... (Makan dan minumlah dengan sedap, enak) - QS. Ath >Thuur : 19; Al Haqqoh : 24, Al Mursalat : 43 Sesungguhnya, apa saja yang sesuai dengan selera dan kesukaan kita, ketika kita mendapatkannya pasti akan kita katakan itu memang nikmat, dan ini memang naluriah, bukan cuma manusia yang bisa menyatakan ini. Jangankan mendapatkan segelas kopi hanagat dan singkong goreng(yang ada di luar tubuh kita), yang ada pada tubuh kita pun kalolah kita mau hitung adalah suatu nikmat yang tidak terhitung Mas Wiz. Seperti misalnya lidah kita,coba kalo lidah kita tidak elastis/fleksibel alias bertulang tentu kita akan repot, atau misalnya kelopak mata kita yang bisa membuka dan menutup secara 'otomatis' coba kalo tidak otomatis, maka kita akan report karena setiap akan tidur kita harus nutupin kelopak mata istri kita, anak kita, tetangga kita, sebab mereka sudah pada tidur tapi masih pada terlihat melotot terus, atau nikmat ngantuk, dll. Sesungguhnya kalolah kita ingin menghitung nikmat Alloh, kita tidak akan mampu untuk menghitungnya mas. Dan ayat-ayat yang Mas Wiz sebutkan saya mengimaninya. >Ayat yang dikutip Kang Agus (QS. Ar Rum) kelihatannya tidak menyebutkan bahwa >itu adalah kenikmatan TERTINGGI. Imam, Syafi'i, mengatakan: "Pendapat saya benar, namun mengandung kemungkinan salah, pendapat anda salah namum mengandung kemungkinan benar". Apalagi dengan saya Mas Wiz, kalo seorang imam besar saja mengatakan demikian. Menurut Mas Wiz, apakah ayat-ayat yang menyatakan tentang kenikmatan itu tekstualnya haruslah mengandung kata 'enak/sedap', atau yang sejenisnya? Kalolah pendapat saya benar, itu hanya 'kebetulan' saja sinyal-sinyal di otak saya bisa menyesuaikan dengan sinya-sinyal dari-Nya, tapi kalo pendapat saya salah itu adalah kebodohan yang ada pada saya. >Hatur nuhun Kang. Sami-sami. a.s. = Wizh = "Agus Safudi - HRD" <[EMAIL PROTECTED]> on 02/21/2006 08:14:27 AM Please respond to Milis is-lam <[email protected]> To: "Milis is-lam" <[email protected]> cc: (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv) Subject: RE: [is-lam] DAHSYATNYA ZIKIR: BETAPA MUDAHNYA BERZIKIR ITU ... Assalamu'alaikum wr. wb. (lanjutan) Kenikmaatan indrawi tertinggi adalah MENIKAH sbb: QS 30:21 "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir") Dengan demikian, seorang yang imannya benar seharusnya tidak mengambil jalan hidup seperti pendeta atau rahib yang memutuskan untuk tidak menikah, meninggalkan keruwetan, mengasingkan diri dan tidak mau menghadapi dan menyelesaikan masalah. Toh contoh terbaik ummat ini Rasululloh saw pun menikah, memiliki anak, dst. Kecuali jika menikah dapat menyakiti atau mengecewakan pasangan, maka mungkin pilihan terbaik adalah untuk tidak menikah, inipun tentunya sudah diusahakan semaksimal mungkin dan ternyata memang tidak bisa diupayakan, misalkan karena 'lemah'. Artinya kalo sudah seperti ini maka Alloh tidak semata-mata melihat hasilnya saja, tapi proses nya pun akan tetap mendapat nilai. Kenikmatan berikutnya adalah kenikmatan AKLIYAH, dan puncak dari kenimatan akliyah ini adalah ILMU. Alloh SWT berfirman dalam kalam-Nya yang mulia sbb: QS 58:11 ",niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat". Kalo tidak salah, Ibnu Abbas ra pernah mengomentari ayat tsb diatas sbb: Jarak antara Alim dan Abid berkaitan dengan ayat di atas adalah sebanyak 7 derajat dimana jarak antara setiap 2 derajat adalah sama dengan perjalanan 500 tahun didunia lamanya, Subhanalloh. Dengan Ilmu seseorang akan mengenal Tuhan-Nya, Dengan Ilmu seseorang menjadi tahu mana yang Halal dan mana yang Haram, Dengan Ilmu seseorang menjadi tahu hal-hal yang di perintahkan dan dilarang dalam agamanya. Dengan Ilmu seseorang menjadi utama, dan dengan Ilmu pula Nabi Adam as dimuliakan oleh-Nya. dan masih banyak keutamaan-keutamaan lainnya karena ilmu. Dengan demikian ketika seorang mukmin memiliki ilmu, maka sebenarnya dia telah mendapatkan nikmat yang besar dari-Nya yang tentu saja karena adanya usaha dari ybs juga. Mungkinkah hal-hal tersebut diatas yang terkait dengan Ilmu kita katakan bahwa itu bukanlah suatu nikmat yang besar dari-Nya?, Saya kira tidak demkian adanya. Insya Alloh akan dilanjutkan pada kenikmatan berikutnya yaitu kenikmatan BATHINIYAH yang setelah itu akan kembali pada judul yaitu DZIKIR. Hadanallohu wa iyyakum ajma'in, Wassalamu'alaikum wr. wb. a.s. _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
