Assalamu'alaikum wr. wb.

Sebetulnya yang Bang Syaifuddin sampaikan sudah cukup panjang,
saya sendiri jadi bingung mau mulai darimana, ini semua sebenarnya
gara-gara tangan saya yang 'gatal' akhirnya kepencet lah keyboard.
Nambahin aja dikit, karena yang kita kemukakan ini sebenarnya buknalah
hal baru, tapi sudah disampaikan oleh orang-orang sebelum kita mungkin
bang (wallohu a'lam).

Kalo melihat judulnya mungkin, bisa juga diartikan "ingatnya selalu
orang-orang yang beriman", atau mukmin yang selalu eling/mawas diri/
ingat, begitu kali yah.

IMAN:
Meunrut orang-orang salaf/ahlu sunnah wal jamaah:
Iman itu adalah:
1.Ikrar dengan Lisan 
2.Meyakini dalam hati
3.Amalkan dengan anggota badan.

Sebagian ulama lainnya mengatakan Iman itu adalah PERKATAAN dan PERBUATAN,
hal ini bila melihat IMAN dari sumber-sumber lahiriah. Jadi, ketika adanya
kesesuaian antara perkataan dan perbuatan maka bisa dikatakan orang itu
beriman ya tentu saja yang sesuai dengan syara' atau islami.Perkataan dan
Perbuatan yang mengarah pada keimanan ini muncul ketika kita menggunakan 
INDRA dan AKAL kita (sesuai fitrah). Sebab orang-orang beriman akan selalu
mengatakan perkataan yang benar (QS 33:70), dan juga perbuatan orang-orang
beriman adalah perbuatan-perbuatan yang baik (amal saleh, amar ma'ruf, dll,
ibadah, QS 2:3, 172, 267,QS 3:57, dll.)

Sedangkan keimanan dari sisi bathiniyah adalah adanya keyakinan yang teguh/
kokoh dalam HATI(maknawi) serta adanya kepasrahan dan penyerahan total walaupun 
itu terhadap hal yang ghaib, yang tidak tertangkap oleh INDRA, walaupun masih
mungkin untuk dikenali lewat AKAL. Seperti mengimani 'maujud' nya Alloh SWT,
Malaikat, dll.

Bila dilihat dari asal-muasalnya (sumbernya/inputnya/modal dasarnya) IMAN, 
maka 'bisa saja dikatakan' iman adalah sama yaitu dari YANG MAHA MEMBERI. Tapi,
hasil akhirnya sangat-sangat mungkin sekali untuk berbeda atau tidak sama, 
tergantung dari proses yang dijalanai oleh masing-masing dalam ber taqorub 
ilalloh.

Itulah maksud saya iman itu ada di 3 tempat bang.

IMAN NAIK TURUN
Selain itu, IMAN itu sendiri naik turun, bisa bertambah atau berkurang.
Dan hal ini juga sekedar mengulang-ngulang apa yang sudah biasa disampaikan
oleh para ulama, ustadz, dll.
Iman akan bertambah ketika melaksanakan ketaatan, dan akan berkurang ketika
melakukan kemaksaitan.
Bentuk-bentuk ketaatan itu sendiri ada yang qauliyah (DZIKIR) dan fi'liyah
seperti..
(bersambung)


-----Original Message-----
From: Syaifuddin Ma'rifatullah - Medan [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, February 14, 2006 12:24 AM
To: Milis is-lam
Subject: [is-lam] DAHSYATNYA ZIKIR: BETAPA MUDAHNYA BERZIKIR ITU ...


DZIKIRNYA ORANG-ORANG BERIMAN

Oleh Syaifuddin Ma'rifatullah

PROSES MENCAPAI IMAN

Manusia, dalam proses mencapai keimanannya selalu melibatkan akal (alat
berfikir untuk menimbang [aritmatical & logical unit dan centeral processing
unit], alat berzikir untuk mengingat[storage unit]) dan kesadaran pribadi
(ruh).

Bekerjanya akal adalah atas kontrol dari diri pribadi kita (ruh) berdasarkan
lintasan-lintasan bisikan di dalam hati. Kesucian hati, yang disebabkan oleh
pengendalian berbagai hal, baik fisik (makanan dan lain-lain) maupun
pengaruh panca indera, menyebabkan kejernihan hati dalam menerima petunjuk
Allah dan mengabaikan tipuan-tipuan syetan yang merayu. (QS 91:8-10).

--deleted--
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke