Seperti misalnya kita mempelajari ILMU EKONOMI (sebagai
contoh) dimana kalau kita bagi secara umum ada yang namanya konsep ILMU
EKONOMI KAPITALIS, konsep ILMU EKONOMI SOSIALIS dan konsep ILMU EKONOMI
ISLAM. Yang sekarang 'berkuasa' secara mayoritas baik secara praktek maupun
teori yang sering kita dapatkan pada kurikulum pendidikan kita mengarah
kepada ILMU EKONOMI KAPITALIS yang apabila ILMU tersebut tertanam pada diri
seseorang mengakibatkan terbentuknya kepribadian yang menganggap bahwa ILMU
EKONOMI KAPITALIS adalah yang terbaik yang menyebabkan orang tsb bukannya
menjadi dekat kepada ALLAH SWT akan tetapi malah semakin jauh dari
NYA.
[Agus Safudi - HRD] Benar Mas Dwi, begitu
juga dengan ilmu-ilmu lainnya seperti MBO, TPM/TQM, S. Chovey dengan 7
Habits, dll. Ditetapkannya target-target yang ketat pada seorang
manusia, baik dia karyawan/pelaksana, ataupun sebagai employer dimana
dalam kurun waktu tertentu menjadikan manusia sebagai robot-robot
ekonomi, mesin-mesin efisiensi, sehingga akhirnya bisa
menjadikan HATI manusia tersebut menjadi keras, tidak ada lagi sifat
kasih & sayang, lemah lembut, akhirnya menjadikan manusia semakin
jauh dengan-Nya, karena hati pun sudah tertutup, apalagi jika dia
membenarkannya dan meyakininya bahwa dengan ilmu-ilmu
itulah keberhasilan dan kesuksesan dunia bisa
diraih.
ES-EM: Saya fikir kita harus luruskan dulu
pengertian tentang ilmu itu sendiri. "SEMUA ILMU TIDAK BERASAL DARI
MANA-MANA KECUALI DARI ALLAH". Jadi harus difahami bahwa tidak ada ilmu yang
tidak berasal dari Allah. ilmu ekonomi kapitalis juga berasal dari Allah.
Itu tersebut tetap baik selama digunakan dengan niat untuk beribadah kepada
Allah dan tidak melanggar larangan-Nya dan tetap dalam jalur yang disenangi
Allah. Yang menyebabkannya berbelok arah ke maksiat adalah orang yang
menggunakannya karena telah ditipu oleh syetan yang selalu ingin menyesatkan
manusia.
Kalo sudah seperti ini maka Alloh akan menyesatkan
orang tersebut dengan ilmu-ilmu tersebut. Ini semua terjadi karena yang
bersangkutan menjadikan HAWA NAFSU sebagai
tuhannya.
ES-EM: Hawa nafsu tetap berjalan normal pada diri
manusia, karena hawa nafsu memenag diciptakan Allah sebagai PERTAHANAN
TUBUH, agar : berkembang biak, agar gemuk, agar kuat, dll. Namun demikian,
hawa nafsu harus dikendalikan bukan dibiarkan bekerja sendiri. Jika hawa
nafsu tidak kita kendalikan, maka akan datang syetan yang menjadi supirnya.
Langkah terbaik adalah ASLAMTA FI HADANALLAH - pasrahkan kepada bimbingan
Allah, yaitu dengan memohon perlindungan-Nya, memohon bimbingan-Nya setiap
detik agar setiap nafas yang kita tarik dan hembuskan adalah untuk mengabdi
(menjadi budak) Allah. Allah bilang "lakukan yang ini", kita langsung
melakukannya. Allah bilang "jangan lakukan", kita langsung berhenti. Bila
suatu saat Allah merengkuh kita dengan baju kita ke udara dan menaruhnya di
suatu tempat untuk melakukan suatu tugas, maka jawaban kita adalah "siap,
aku laksanakan" tanpa ada keluh kesah. Bahkan nabi dalam menasehatkan untuk
bergantung kepada Allah ini adalah termasuk hal-hal yang sangat remeh,
seperti tali sandar yang putus pun kita laporkan kepada Allah dan meminta
gantinya yang lebih baik. Masya Allah.
Mohon maaf, terima kasih wa as-salaamun alaikum wa
rahmatullahi wa barakatuh.
ES-EM
MEDAN.