Wa'alaikum salam warohmatullaahi wabarokaatuh.

Mas Nizami,

Ada baiknya kita memandang fenomena tersebut dengan lebih luas.

Jaman sekarang media dan publikasi sudah berkelindan dengan mekanisme pasar,
mekanisme kapitalisme, fethisisme dan konsumerisme.

Maka seperti misalnya memandang tayangan TV sekitar akhir Desember, kenapa tema
"Natal" yang lebih banyak diangkat ? Kalau kita jalan-jalan ke Mall, dsb,
sebenarnya fenomenanya sama saja seperti ketika lebaran, yakni AGAR
BARANG-BARANG LEBIH CEPAT LAKU. Pada kapitalis telah membidik momen-momen
penting publik, kemudian mereka mensinkronkan tema produknya dengan momen publik
tersebut sebagai strategi mendongkrak pemasaran. Diharapkan masyarakat yang
merayakan momen publik tersebut jadi terdorong untuk membeli barang tersebut
karena merasa sebagai bagian dari perayaan - padahal sebenarnya tidak butuh.

Jadi jangan senang juga kalau misalnya saat lebaran TV banyak menyiarkan program
bertema lebaran. Karena belum tentu tulusuntuk dakwah tapi bisa jadi ada
kaitannya dengan strategi pemasaran melalui pembiusan masyarakat. Kalau saya
melihatnya seperti itu malah jadi sedih, karena umat bukan dididik untuk menjadi
insan kamil, tapi dibius dan digiring untuk dieksploitasi.

Jadi kemeriahan suasana Natal ini justru malah banyak dicurigai oleh kalangan
Nasrani juga lho, mereka gemes karena suasana Natal makin tergerus maknanya,
orang makin digiring kepada konsumerismenya saja.

Wallaahu 'alam,

= Wizh =



Please respond to Milis is-lam <[email protected]>

To:   is-lam <[email protected]>
cc:    (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)

Subject:  [is-lam] Kristenisasi Lewat Program Natal di TV?

Assalamu'alaikum wr wb,
Bulan Desember dan 1 Januari lalu ada 3 momen penting.
Tanggal 25 Desember: Natal, 30 Desember: Idul Adha,
dan 1 Januari: Tahun Baru Masehi.

Ternyata sejak awal bulan Desember hingga tanggal 8
Januari kemarin gaung Natal masih muncul di TV-TV
Swasta. Entah itu lewat lagu-lagu natal, film-film
natal, ucapan2 natal, serta acara perayaan Natal.

Idul Adha yang merupakan hari besar ummat Islam nyaris
terendam oleh acara natal di TV. Seolah-olah mayoritas
penduduk Indonesia ini bukan Muslim.

Begitu gencarnya acara Natal di TV hingga sebulan
lebih, sampai-sampai anak saya, Hana, yang berusia
kurang dari 5 tahun berkata, "Ma aku mau masuk
Kristen" Istri saya dan saya segera memberi tahu bahwa
orang-orang Kristen itu musyrik. Mereka menyembah 3:
Tuhan yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus.
Sementara Islam menyembah hanya 1 Tuhan yang Maha
Kuasa.

Dengan kejadian itu, ada baiknya kita mewaspadai acara
TV terutama jika memasuki bulan Desember. Sepertinya
acara natal di TV yang jor-joran sebulan penuh (bahkan
bisa lebih) sudah jauh dari kewajaran.

Demikian pula hiasan-hiasan natal di mal-mal di mana
penjaga toko yang mayoritas muslim disuruh mengenakan
topi Santa Claus. Sangat menyedihkan.

Ada baiknya surat ini kita renungi:

Al Kafiruun:

1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang
kamu sembah
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah
Tuhan yang aku sembah.
6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

===



_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke