Wa'alaikum salam warohmatullaahi wabarokaatuh.

Barangkali agar kita lebih mudah memandangnya, sholawat kepada Rasulullah
sholallaahu 'alaihi wa sallam itu memiliki 2 aspek, yakni
- lafadzh bacaannya
- doa dan penghormatan bagi beliau

Setiap sholawat yang diucapkan bagi baginda Rasul tentu telah mencakup doa dan
penghormatan bagi beliau, yang mendapatkan barokah dan pahala doa dari Allah.

Akan tetapi bagi lafadzh-lafadzh sholawat yang bersumber dari Allah diajarkan
langsung oleh Rasulullah (yang terdapat dalam hadits-hadits shohih), terdapat
rahasia-rahasia yang belum tentu kita ketahui, berkaitan dengan barokah dan
balasannya di sisi Allah yang KHUSUS BERKAITAN DENGAN BACAAN, LAFADZH. Sehingga
bagi yang membaca sholawat dengan lafadzh bacaan yang diajarkan langsung dari
Rasulullah ini, selain mendapatkan pahala doa, juga mendapatkan pahala dan
barokah melalui bacaan.

Adapun lafadzh-lafadzh sholawat bikinan manusia, hal ini mirip sya'ir, yakni
ungkapan-ungkapan ekspresi kecintaan yang dituangkan dengan gubahan sastra yang
indah. Jadi seperti puisi saja. Sebagai ungkapan doa mungkin ada pahala doa-nya.
Akan tetapi dari sisi bacaan dan lafadzh tidak ada jaminan suatu pahala dan
barokah yang KHUSUS BACAAN yang tersembunyi. Jaminan pahala dan barokah KHUSUS
BACAAN ini hanya ada bagi lafadzh yang bersumber langsung dari Allah melalui
Rasulullah.

Kalau kita berkeyakinan bahwa puisi bikinan manusia yang tidak ada dalam hadits
shohih ini memiliki suatu barokah KHUSUS MELALUI BACAAN, maka kita harus
mendatangkan dalil hujjah yang shohih dan rojih (kuat), kalau tidak maka
keyakinan tersebut adalah mengada-ada, klaim tak berdasar, atau disebut sebagai
bid'ah.

Jadi sholawat Badar, Nariyah, Barzanji, dsb, itu anggap saja sebagai puisi, atau
bacaan sastra lainnya. Kalau mau dibaca ya boleh-boleh saja, tapi untuk
memahaminya memerlukan APRESIASI SASTRA, jadi jangan dibaca seperti membaca
kitab kajian ilmiah atau polos-polos saja, nanti malah bisa salah paham. Tentu
saja kecintaan membaca puisi tentang Rasulullah ini memiliki nilai tersendiri
dari sisi doa, penghormatan dan kecintaan kepada beliau. Tapi hanya melalui
lafadzh sholawat yang shohih dari Rasulullah saja lah, selain nilai doa dan
penghormatan kita juga mendapatkan barokah khusus dari kesakralan bacaannya
sendiri.

Wallaahu 'alam,

= Wizh =



Please respond to Milis is-lam <[email protected]>

To:   "Milis is-lam" <[email protected]>
cc:    (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)

Subject:  [is-lam] sholawat badar



Assalamu alaikum warrohmatullohi wabarokatuh

Hari ini saya menonton acara TV yg diisi oleh ustadz Jefri, beliau
menyanyikan sholawat badar seperti yg kita tahu lafadznya, mohon
dijelaskan tentang hokum sholawat badar boleh apa tidak, karena saya
pernah di nasehati saudara bahwa itu tidak boleh, tapi saya tidak paham
arti sholawat badar  itu. Jika itu tdk boleh apakah ustadz jefri tidak
menyesatkan umat karena itu duliput oleh umat, dan sekiranya boleh
alangkah baiknya hilang keragu2an dalam hati saya, terima kasih

Abdullah



_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke