Mas Nizami, Setahu saya kita juga bisa bertawassul dengan amalan orang yang masih hidup. Dalilnya ialah hadits tentang kisah tiga orang yang terjebak dalam gua, kemudian masing-masing berdoa dengan "menjual" amalan mereka sebagai ibadah di jalan Allah, maka Allah mengabulkan doa mereka dan akhirnya pintu gua bisa terbuka. Nah, kalau Rasulullah dan para mujahid sudah mati atau masih hidup ya ? = Wizh = Please respond to Milis is-lam <[email protected]> To: Milis is-lam <[email protected]> cc: (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv) Subject: Re: [is-lam] sholawat badar Wa'alaikum salam wr wb, Dalam Al Fatihah kita hanya bertawasul dgn nama Allah (Bismillah) dan kita hanya menyembah dan meminta hanya kepada Allah (iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin). Nah yang jadi masalah dalam sholawat Badar orang berdo'a bukan hanya dengan perantaraan nama Allah, tapi juga nabi dan para mujahidiin. Ini yang jadi kontroversi. Inilah lirik Shalawat Badar yang jadi kontroversi: Tawassalna Bibismillah (ini masih sesuai tuntunan Allah dan rasulnya). Wabil Hadi Rasulillah (dengan petunjuk rasulullah) Wakulli Mujahidilillah (dan semua mujahid Allah) Bi Ahlil Badri Ya Allah (dan peserta perang Badar) Penyakit sebagian ummat Islam adalah taqlid atau membeo tanpa paham artinya. Meski isi syair bertentangan dengan Al Qur'an dan Hadits, karena dirasa enak terus saja mereka ikuti. Sesatnya orang2 nasrani dan Yahudi karena mereka mengikuti para pendetanya secara membabi buta meski ulamanya sudah tidak berpegang lagi kepada kitab suci. Semoga kita tidak seperti itu. 5. Al Maa'idah 63. Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. 9. At Taubah 31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. [639]. Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal. 9. At Taubah 34. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, Saat ini masih ada sebagian ulama yang lurus yang mencoba mengkoreksi penyimpangan ini. Mudah2an kita semua mengikuti ulama yang sesuai dengan Al Qur'an dan Hadits. Mungkin tulisan saya sebelumnya bisa jadi bahan referensi. Wassalam Benarkah Do
Æa
ôYa Robbi bil Musthofa
ö? Message List Reply | Forward | Delete Message #13143 of 13156 < Prev | Next > Assalamu
Æalaikum wr wb, Di berbagai pengajian sering didendangkan
ôdo
Æa
ö,
ôYaa robbi bil musthofaa balligh maqoosidana waghfir lana ma maadlo...
ö Artinya adalah: Ya Tuhanku dengan perantaraan Musthofa (Nabi Muhammad) sampaikanlah maksud kami dan ampunilah dosa-dosa kami yang lalu... Doa tersebut tidak ada di Al Qur
Æan mau pun hadits. Para ulama besar seperti Imam Syafi
Æie, Imam Maliki, dsb juga tidak pernah mengajarkan do
Æa seperti itu. Lalu apakah karena itu doa tersebut tidak boleh ? Tentu tidak. Doa bisa dilakukan dengan bahasa apa saja serta kata-kata kita sendiri. Tapi tetap ada aturannya misalnya tidak boleh berdo
Æa kepada selain Allah dan juga tidak boleh berdo
Æa yang bertentangan dengan syariat seperti meminta agar orang-orang kafir yang telah meninggal diampuni dan dimasukkan ke sorga atau meminta agar orang yang tidak berdosa ditimpa kecelakaan. Yang jadi masalah adalah do
Æa tersebut tidak meminta langsung kepada Allah. Tapi memakai perantaraan Nabi. Ini tentu saja sudah seperti kelakuan orang-orang kafir Quraisy yang memakai berhala untuk mendekatkan diri kepada Allah meski mereka tidak menyembah berhala:
ôIngatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
ö [Az Zumar:3] Karena memakai perantaraan itulah mereka disebut musyrik. Itu juga seperti kelakuan orang-orang Nasrani yang memakai perantaraan Yesus untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Allah. Padahal di dalam Al Qur
Æan dan Hadits, Allah dan Nabi mengajarkan untuk meminta langsung kepada Allah. Ud
Æuuni astajib lakum. Mintalah padaKu niscaya Kukabulkan, kata Allah. Dalam surat Al Ikhlas disebut Allahush Shomad. Allah tempat meminta. Do
Æa-do
Æa yang berasal dari Al Qur
Æan dan Hadits serta yang diamalkan oleh para imam Madzhab tidak ada yang pakai
ôBil Musthofa
ö (dengan perantaraan Musthofa). Coba perhatikan do
Æa sebagai berikut:
ôRobbighfir lii
ö (ya Allah ampunilah aku). Bukan Robbi bil musthofaghfir li (Ya Tuhanku dengan perantaraan Musthofa ampunilah aku)
ôRobbana aatina
ö (Ya Tuhan kami berilah kami). Bukan Robbana bil musthofa aatina.
ôAllahumma inni a
Æudzubika
ö (Ya Allah sesungguhnya aku berlindung padaMu). Bukan Allahumma bil Musthofa...
ôAllahumma nawwir quluubana...
ö, dsb Tidak ada satu pun do
Æa yang diajarkan Allah lewat Al Qur
Æan dan Nabi lewat hadits-haditsnya yang menganjurkan doa dengan perantaraan Musthofa. Tidak pula para imam Mazdhab. Oleh karena itu hendaknya kita tidak ikut taqlid (membeo) sesuatu yang tidak kita ketahui. Dengan memakai bil Musthofa ada kesan kita telah mengangkat posisi Nabi Muhammad seperti orang Nasrani mengangkat posisi Nabi Isa menjadi sekutu Allah. Padahal dalam surat Al Ikhlas disebut wa lam yakun lahu kufuwwan ahad (dan tidak ada sekutu bagi Allah). Itu tentu sudah musyrik. Kaum Nasrani menganggap hanya dengan perantaraan Yesus lah mereka bisa selamat. Nah jika kita berkata hanya dengan perantaraan Nabi Muhammad bisa selamat, apa bedanya kita dengan ummat Nasrani. Ummat Nasrani hanya menganggap Yesus sebagai anak Tuhan meski Al Qur
Æan menegaskan lain:
ôAl Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).
ô [Al Maa
Æidah:75] Nah, Nabi Muhammad juga merupakan manusia biasa:
ôMuhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
ö [Ali
æImran:144] Meski Allah menganjurkan kita bershalawat kepada Nabi Muhammad, namun hendaknya sholawat yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan yang diberikan Allah dan Rasulnya. Tidak berlebih-lebihan:
ôSesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah [1230] kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya
ö [Al Ahzab:56] [1229]. Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan:Allahuma shalli ala Muhammad. [1230]. Dengan mengucapkan perkataan seperti:Assalamu'alaika ayyuhan Nabi artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi. Semoga tulisan ini bisa mengingatkan kita untuk teguh berpegang kepada Al Qur
Æan dan Hadits dan tidak menyimpang dari ajaran Imam Madzhab yang 4. Wassalamu
Æalaikum wr wb --- IPD Wiska Susetio <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Wa'alaikum salam warohmatullaahi wabarokaatuh. > > Barangkali agar kita lebih mudah memandangnya, > sholawat kepada Rasulullah > sholallaahu 'alaihi wa sallam itu memiliki 2 aspek, > yakni > - lafadzh bacaannya > - doa dan penghormatan bagi beliau > > Setiap sholawat yang diucapkan bagi baginda Rasul > tentu telah mencakup doa dan > penghormatan bagi beliau, yang mendapatkan barokah > dan pahala doa dari Allah. > > Akan tetapi bagi lafadzh-lafadzh sholawat yang > bersumber dari Allah diajarkan > langsung oleh Rasulullah (yang terdapat dalam > hadits-hadits shohih), terdapat > rahasia-rahasia yang belum tentu kita ketahui, > berkaitan dengan barokah dan > balasannya di sisi Allah yang KHUSUS BERKAITAN > DENGAN BACAAN, LAFADZH. Sehingga > bagi yang membaca sholawat dengan lafadzh bacaan > yang diajarkan langsung dari > Rasulullah ini, selain mendapatkan pahala doa, juga > mendapatkan pahala dan > barokah melalui bacaan. > > Adapun lafadzh-lafadzh sholawat bikinan manusia, hal > ini mirip sya'ir, yakni > ungkapan-ungkapan ekspresi kecintaan yang dituangkan > dengan gubahan sastra yang > indah. Jadi seperti puisi saja. Sebagai ungkapan doa > mungkin ada pahala doa-nya. > Akan tetapi dari sisi bacaan dan lafadzh tidak ada > jaminan suatu pahala dan > barokah yang KHUSUS BACAAN yang tersembunyi. Jaminan > pahala dan barokah KHUSUS > BACAAN ini hanya ada bagi lafadzh yang bersumber > langsung dari Allah melalui > Rasulullah. > > Kalau kita berkeyakinan bahwa puisi bikinan manusia > yang tidak ada dalam hadits > shohih ini memiliki suatu barokah KHUSUS MELALUI > BACAAN, maka kita harus > mendatangkan dalil hujjah yang shohih dan rojih > (kuat), kalau tidak maka > keyakinan tersebut adalah mengada-ada, klaim tak > berdasar, atau disebut sebagai > bid'ah. > > Jadi sholawat Badar, Nariyah, Barzanji, dsb, itu > anggap saja sebagai puisi, atau > bacaan sastra lainnya. Kalau mau dibaca ya > boleh-boleh saja, tapi untuk > memahaminya memerlukan APRESIASI SASTRA, jadi jangan > dibaca seperti membaca > kitab kajian ilmiah atau polos-polos saja, nanti > malah bisa salah paham. Tentu > saja kecintaan membaca puisi tentang Rasulullah ini > memiliki nilai tersendiri > dari sisi doa, penghormatan dan kecintaan kepada > beliau. Tapi hanya melalui > lafadzh sholawat yang shohih dari Rasulullah saja > lah, selain nilai doa dan > penghormatan kita juga mendapatkan barokah khusus > dari kesakralan bacaannya > sendiri. > > Wallaahu 'alam, > > = Wizh = > > > > Please respond to Milis is-lam > <[email protected]> > > To: "Milis is-lam" <[email protected]> > cc: (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv) > > Subject: [is-lam] sholawat badar > > > > Assalamu alaikum warrohmatullohi wabarokatuh > > Hari ini saya menonton acara TV yg diisi oleh ustadz > Jefri, beliau > menyanyikan sholawat badar seperti yg kita tahu > lafadznya, mohon > dijelaskan tentang hokum sholawat badar boleh apa > tidak, karena saya > pernah di nasehati saudara bahwa itu tidak boleh, > tapi saya tidak paham > arti sholawat badar itu. Jika itu tdk boleh apakah > ustadz jefri tidak > menyesatkan umat karena itu duliput oleh umat, dan > sekiranya boleh > alangkah baiknya hilang keragu2an dalam hati saya, > terima kasih > > Abdullah > > > > _______________________________________________ > is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] http://www.media-islam.or.id ____________________________________________________________________________________ Yahoo! Music Unlimited Access over 1 million songs. http://music.yahoo.com/unlimited _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
