Mas Nizami,

Sebelum melanjutkan, permasalahan tawassul ini adalah persoalan khilafiyah yang
telah lama dibahas oleh para ulama dari berbagai madzhab termasuk Syaikh Ibnu
Taimiyyah dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Marilah kita coba selami ulasan
mereka sebelum kita menyimpulkan sendiri.

Mengenai tawassul terhadap amal sholeh seseorang, baik itu diri sendiri maupun
orang lain, ada dalil yang lain seperti ketika para sahabat mengalami kekeringan
dan memanjatkan doa minta hujan maka mereka bertawassul dengan paman beliau
Abbas r.a. sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

dari Anas bin malik bahwa Umar bin Khattab ketika menghadapi kemarau panjang,
mereka meminta hujan melalui Abbas bin Abdul Muttalib, lalu Abbas berkata:"Ya
Tuhanku sesungguhkan kami bertawassul (berperantara) kepadamu melalui nabi kami
maka turunkanlah hujan dan kami bertawassul dengan paman nabi kami maka
turunkanlah hujan, lalu
turunlah hujan.

Yang jelas patokannya ialah : Jangan meyakini bahwa sesuatu yang dijadikan
washilah (perantara) dalam tawassul itu seperti amal sholeh bisa mempengaruhi
ketetapan Allah sebagaimana manusia yang dilobi sehingga manusia tersebut bisa
mengubah keputusannya. KehendakNya adalah mutlak dan Allah tidak lemah sehingga
bisa dipengaruhi. Adapun washilah tersebut pada hakikatnya tidak mampu
menimbulkan mudharat atau menghasilkan manfaat apapun. Bertawassul itu hanya
sebagai ibadah mensyukuri fasilitas yang diberikan Allah. Begitulah kiranya adab
para Nabi dan sholihin termasuk para ulama madzhab dalam bertawassul.

Wallahu 'alam,

= Wizh =





Please respond to Milis is-lam <[email protected]>

To:   Milis is-lam <[email protected]>
cc:    (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)

Subject:  Re: [is-lam] sholawat badar



Kalau ashabul kahfi itu kan masing-masing dari yang
berdoa menceritakan amal saleh yang telah mereka
perbuat. Kasarnya misalnya, ya Allah, saya telah
berbakti kepada orang tua saya, oleh karena itu
kabulkanlah do'a saya.

Nah di situ masih benar2 "iyyaka nasta'iin" (hanya
kepada Allah kita meminta).

Ini beda jauh dengan ya robbi bil musthofa (ya Allah
dengan perantaraan musthofa) atau tawassalna bil hadi
rasulillah wa kulli mujahidilillah bi ahlil badri ya
Allah (dengan perantaraan petunjuk Rasulullah dan
seluruh mujahid Allah dan pejuang Badar).

Do'a seperti itu maaf, tidak pernah diajarkan oleh
Allah dan Rasulnya baik dalam Al Qur'an mau pun
hadits. Tidak juga oleh para imam Madzhab.

--- IPD Wiska Susetio <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

>
>
>
> Mas Nizami,
>
> Setahu saya kita juga bisa bertawassul dengan amalan
> orang yang masih hidup.
> Dalilnya ialah hadits tentang kisah tiga orang yang
> terjebak dalam gua, kemudian
> masing-masing berdoa dengan "menjual" amalan mereka
> sebagai ibadah di jalan
> Allah, maka Allah mengabulkan doa mereka dan
> akhirnya pintu gua bisa terbuka.
>
> Nah, kalau Rasulullah dan para mujahid sudah mati
> atau masih hidup ya ?
>
> = Wizh =
>
>
>
>
> Please respond to Milis is-lam
> <[email protected]>
>
> To:   Milis is-lam <[email protected]>
> cc:    (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)
>
> Subject:  Re: [is-lam] sholawat badar
>
>
>
> Wa'alaikum salam wr wb,
>
> Dalam Al Fatihah kita hanya bertawasul dgn nama
> Allah
> (Bismillah) dan kita hanya menyembah dan meminta
> hanya
> kepada Allah (iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin).
>
> Nah yang jadi masalah dalam sholawat Badar orang
> berdo'a bukan hanya dengan perantaraan nama Allah,
> tapi juga nabi dan para mujahidiin. Ini yang jadi
> kontroversi.
>
> Inilah lirik Shalawat Badar yang jadi kontroversi:
>
> Tawassalna Bibismillah (ini masih sesuai tuntunan
> Allah dan rasulnya).
>
> Wabil Hadi Rasulillah (dengan petunjuk rasulullah)
> Wakulli Mujahidilillah (dan semua mujahid Allah)
> Bi Ahlil Badri Ya Allah  (dan peserta perang Badar)
>
> Penyakit sebagian ummat Islam adalah taqlid atau
> membeo tanpa paham artinya. Meski isi syair
> bertentangan dengan Al Qur'an dan Hadits, karena
> dirasa enak terus saja mereka ikuti.
>
> Sesatnya orang2 nasrani dan Yahudi karena mereka
> mengikuti para pendetanya secara membabi buta meski
> ulamanya sudah tidak berpegang lagi kepada kitab
> suci.
> Semoga kita tidak seperti itu.
>
> 5. Al Maa'idah
> 63. Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta
> mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan
> bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat
> buruk
> apa yang telah mereka kerjakan itu.
>
> 9. At Taubah
> 31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan
> rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah[639]
> dan
> (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam,
> padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang
> Esa,
> tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.
> Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
>
> [639]. Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran
> orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan
> membabi
> buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu
> menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang
> halal.
>
>
> 9. At Taubah
> 34. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya
> sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan
> rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang
> dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi
> (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang
> menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya
> pada
> jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka,
> (bahwa
> mereka akan mendapat) siksa yang pedih,
>
> Saat ini masih ada sebagian ulama yang lurus yang
> mencoba mengkoreksi penyimpangan ini. Mudah2an kita
> semua mengikuti ulama yang sesuai dengan Al Qur'an
> dan
> Hadits.
>
> Mungkin tulisan saya sebelumnya bisa jadi bahan
> referensi.
>
> Wassalam
>
> Benarkah Do>
> 
Æa > >
> ôYa Robbi bil Musthofa> >
> ö?   Message List
>
>
> Reply | Forward | Delete   Message #13143 of 13156 <
> Prev | Next >
>
> Assalamu> >
> Æalaikum wr wb,
>
> Di berbagai pengajian sering didendangkan > >
> ôdo> >
> Æa> >
> ö, > >
> ôYaa
> robbi bil musthofaa balligh maqoosidana waghfir lana
> ma maadlo...> >
> ö Artinya adalah: Ya Tuhanku dengan
> perantaraan Musthofa (Nabi Muhammad) sampaikanlah
> maksud kami dan ampunilah dosa-dosa kami yang
> lalu...
>
> Doa tersebut tidak ada di Al Qur> >
> Æan mau pun hadits.
> Para ulama besar seperti Imam Syafi> >
> Æie, Imam Maliki,
> dsb juga tidak pernah mengajarkan do> >
> Æa seperti itu.
> Lalu apakah karena itu doa tersebut tidak boleh ?
>
> Tentu tidak. Doa bisa dilakukan dengan bahasa apa
> saja
> serta kata-kata kita sendiri. Tapi tetap ada
> aturannya
> misalnya tidak boleh berdo> >
> Æa kepada selain Allah dan
> juga tidak boleh berdo> >
> Æa yang bertentangan dengan
> syariat seperti meminta agar orang-orang kafir yang
> telah meninggal diampuni dan dimasukkan ke sorga
> atau
> meminta agar orang yang tidak berdosa ditimpa
> kecelakaan.
>
> Yang jadi masalah adalah do> >
> Æa tersebut tidak meminta
> langsung kepada Allah. Tapi memakai perantaraan
> Nabi.
>
> Ini tentu saja sudah seperti kelakuan orang-orang
> kafir Quraisy yang memakai berhala untuk mendekatkan
> diri kepada Allah meski mereka tidak menyembah
> berhala:
>
> > >
> ôIngatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang
> bersih
> (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil
> pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak
> menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan
> kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya."
> Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka
> tentang apa yang mereka berselisih padanya.
> Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang
> pendusta dan sangat ingkar.> >
> ö [Az Zumar:3]
>
> Karena memakai perantaraan itulah mereka disebut
> musyrik.
>
> Itu juga seperti kelakuan orang-orang Nasrani yang
> memakai perantaraan Yesus untuk mendekatkan diri
> kepada Tuhan Allah.
>
> Padahal di dalam Al Qur> >
> Æan dan Hadits, Allah dan Nabi
> mengajarkan untuk meminta langsung kepada Allah.
> Ud> >
> Æuuni astajib lakum. Mintalah padaKu niscaya
> Kukabulkan, kata Allah.
>
> Dalam surat Al Ikhlas disebut Allahush Shomad. Allah
> tempat meminta.
>
> Do> >
> Æa-do> >
> Æa yang berasal dari Al Qur> >
> Æan dan Hadits serta
> yang diamalkan oleh para imam Madzhab tidak ada yang
> pakai > >
> ôBil Musthofa> >
> ö (dengan perantaraan Musthofa).
> Coba perhatikan do> >
> Æa sebagai berikut:
> > >
> ôRobbighfir lii> >
> ö (ya Allah ampunilah aku). Bukan Robbi
> bil musthofaghfir li (Ya Tuhanku dengan perantaraan
> Musthofa ampunilah aku)
> > >
> ôRobbana aatina> >
> ö (Ya Tuhan kami berilah kami). Bukan
> Robbana bil musthofa aatina.
> > >
> ôAllahumma inni a> >
> Æudzubika> >
> ö (Ya Allah sesungguhnya aku
> berlindung padaMu). Bukan Allahumma bil Musthofa...
> > >
> ôAllahumma nawwir quluubana...> >
> ö, dsb
>
> Tidak ada satu pun do> >
> Æa yang diajarkan Allah lewat Al
> Qur> >
> Æan dan Nabi lewat hadits-haditsnya yang
> menganjurkan doa dengan perantaraan Musthofa. Tidak
> pula para imam Mazdhab. Oleh karena itu hendaknya
> kita
> tidak ikut taqlid (membeo) sesuatu yang tidak kita
> ketahui.
>
> Dengan memakai bil Musthofa ada kesan kita telah
> mengangkat posisi Nabi Muhammad seperti orang
> Nasrani
> mengangkat posisi Nabi Isa menjadi sekutu Allah.
> Padahal dalam surat Al Ikhlas disebut wa lam yakun
> lahu kufuwwan ahad (dan tidak ada sekutu bagi
> Allah).
>
> Itu tentu sudah musyrik. Kaum Nasrani menganggap
> hanya
> dengan perantaraan Yesus lah mereka bisa selamat.
> Nah
> jika kita berkata hanya dengan perantaraan Nabi
> Muhammad bisa selamat, apa bedanya kita dengan ummat
> Nasrani.
>
> Ummat Nasrani hanya menganggap Yesus sebagai anak
> Tuhan meski Al Qur> >
> Æan menegaskan lain:
>
> > >
> ôAl Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul
> yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa
> rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar,
> kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan
> bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli
> kitab)
> tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah
> bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan
> ayat-ayat Kami itu). > >
> ô [Al Maa> >
> Æidah:75]
>
> Nah, Nabi Muhammad juga merupakan manusia biasa:
>
> > >
> ôMuhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul,
> sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang
> rasul.
> Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke
> belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke
> belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat
> kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi
> balasan kepada orang-orang yang bersyukur.> >
> ö [Ali
> > >
> æImran:144]
>
> Meski Allah menganjurkan kita bershalawat kepada
> Nabi
> Muhammad, namun hendaknya sholawat yang kita lakukan
> sesuai dengan tuntunan yang diberikan Allah dan
> Rasulnya. Tidak berlebih-lebihan:
>
> > >
> ôSesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya
> bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang
> beriman, bershalawatlah [1230] kamu untuk Nabi dan
> ucapkanlah salam penghormatan kepadanya> >
> ö [Al Ahzab:56]
>
>
>
> [1229]. Bershalawat artinya: kalau dari Allah
> berarti
> memberi rahmat: dari malaikat berarti memintakan
> ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti
> berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan
> perkataan:Allahuma shalli ala Muhammad.
>
> [1230]. Dengan mengucapkan perkataan
> seperti:Assalamu'alaika ayyuhan Nabi artinya: semoga
> keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi.
>
> Semoga tulisan ini bisa mengingatkan kita untuk
> teguh
> berpegang kepada Al Qur> >
> Æan dan Hadits dan tidak
> menyimpang dari ajaran Imam Madzhab yang 4.
>
> Wassalamu> >
> Æalaikum wr wb
>
> --- IPD Wiska Susetio <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
> >
> >
> >
> > Wa'alaikum salam warohmatullaahi wabarokaatuh.
> >
> > Barangkali agar kita lebih mudah memandangnya,
> > sholawat kepada Rasulullah
> > sholallaahu 'alaihi wa sallam itu memiliki 2
> aspek,
> > yakni
> > - lafadzh bacaannya
> > - doa dan penghormatan bagi beliau
> >
> > Setiap sholawat yang diucapkan bagi baginda Rasul
> > tentu telah mencakup doa dan
> > penghormatan bagi beliau, yang mendapatkan barokah
> > dan pahala doa dari Allah.
> >
> > Akan tetapi bagi lafadzh-lafadzh sholawat yang
> > bersumber dari Allah diajarkan
> > langsung oleh Rasulullah (yang terdapat dalam
> > hadits-hadits shohih), terdapat
> > rahasia-rahasia yang belum tentu kita ketahui,
> > berkaitan dengan barokah dan
> > balasannya di sisi Allah yang KHUSUS BERKAITAN
> > DENGAN BACAAN, LAFADZH. Sehingga
> > bagi yang membaca sholawat dengan lafadzh bacaan
> > yang diajarkan langsung dari
> > Rasulullah ini, selain mendapatkan pahala doa,
> juga
> > mendapatkan pahala dan
> > barokah melalui bacaan.
> >
> > Adapun lafadzh-lafadzh sholawat bikinan manusia,
> hal
> > ini mirip sya'ir, yakni
> > ungkapan-ungkapan ekspresi kecintaan yang
> dituangkan
> > dengan gubahan sastra yang
> > indah. Jadi seperti puisi saja. Sebagai ungkapan
> doa
> > mungkin ada pahala doa-nya.
> > Akan tetapi dari sisi bacaan dan lafadzh tidak ada
> > jaminan suatu pahala dan
> > barokah yang KHUSUS BACAAN yang tersembunyi.
> Jaminan
> > pahala dan barokah KHUSUS
> > BACAAN ini hanya ada bagi lafadzh yang bersumber
> > langsung dari Allah melalui
> > Rasulullah.
> >
> > Kalau kita berkeyakinan bahwa puisi bikinan
> manusia
> > yang tidak ada dalam hadits
> > shohih ini memiliki suatu barokah KHUSUS MELALUI
> > BACAAN, maka kita harus
> > mendatangkan dalil hujjah yang shohih dan rojih
> > (kuat), kalau tidak maka
> > keyakinan tersebut adalah mengada-ada, klaim tak
> > berdasar, atau disebut sebagai
> > bid'ah.
> >
> > Jadi sholawat Badar, Nariyah, Barzanji, dsb, itu
> > anggap saja sebagai puisi, atau
> > bacaan sastra lainnya. Kalau mau dibaca ya
> > boleh-boleh saja, tapi untuk
> > memahaminya memerlukan APRESIASI SASTRA, jadi
> jangan
> > dibaca seperti membaca
> > kitab kajian ilmiah atau polos-polos saja, nanti
> > malah bisa salah paham. Tentu
> > saja kecintaan membaca puisi tentang Rasulullah
> ini
> > memiliki nilai tersendiri
> > dari sisi doa, penghormatan dan kecintaan kepada
> > beliau. Tapi hanya melalui
> > lafadzh sholawat yang shohih dari Rasulullah saja
> > lah, selain nilai doa dan
> > penghormatan kita juga mendapatkan barokah khusus
> > dari kesakralan bacaannya
> > sendiri.
> >
> > Wallaahu 'alam,
> >
> > = Wizh =
> >
> >
> >
> > Please respond to Milis is-lam
> > <[email protected]>
> >
> > To:   "Milis is-lam" <[email protected]>
> > cc:    (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)
> >
> > Subject:  [is-lam] sholawat badar
> >
> >
> >
> > Assalamu alaikum warrohmatullohi wabarokatuh
> >
> > Hari ini saya menonton acara TV yg diisi oleh
> ustadz
> > Jefri, beliau
> > menyanyikan sholawat badar seperti yg kita tahu
> > lafadznya, mohon
> > dijelaskan tentang hokum sholawat badar boleh apa
> > tidak, karena saya
> > pernah di nasehati saudara bahwa itu tidak boleh,
> > tapi saya tidak paham
> > arti sholawat badar  itu. Jika itu tdk boleh
> apakah
> > ustadz jefri tidak
> > menyesatkan umat karena itu duliput oleh umat, dan
> > sekiranya boleh
> > alangkah baiknya hilang keragu2an dalam hati saya,
> > terima kasih
> >
> > Abdullah
> >
> >
> >
> > _______________________________________________
> > is-lam mailing list
> > [email protected]
> >
>
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> >
>
>
> ===
> Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> Kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED]
> http://www.media-islam.or.id
>
>
>
>
____________________________________________________________________________________

>
> Yahoo! Music Unlimited
> Access over 1 million songs.
> http://music.yahoo.com/unlimited
> _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
>
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
>
>
> > _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
>
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>


===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
http://www.media-islam.or.id



____________________________________________________________________________________

Never Miss an Email
Stay connected with Yahoo! Mail on your mobile.  Get started!
http://mobile.yahoo.com/services?promote=mail
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam




_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke