Fikih itu memang tergantung kasus dan situasi. Yang haram bisa jadi halal tergantung pada situasinya.
Keberatan saya adalah pada konteks Amrozi. Darimana ceritanya di negara yang sedang dalam situasi damai, tiba-tiba dibolehkan pembantaian kepada orang non-muslim yang dilindungi negara ? Sampai saat ini, saya belum berhasil menemukan satu pun teladan nya dari Rasulullah saw. Lha ini malah jawabannya pada muter-muter kemana-mana. Hehe :-) Salam, HS 2008/11/20 Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]>: > Wah diskusinya ramai banget nih:-) > > Soal bom "bunuh diri" memang susah yah. Sayang catatan saya kurang baik dalam > persoalan ini. BTW, sejauh yang saya tahu yang digunakan untuk analogi adalah > beberapa peristiwa mengenai adanya beberapa sahabat yang menerjunkan diri ke > barisan musuh yang jumlahnya jauh lebih banyak dan akhirnya syahid. Mereka > tahu pasti mati, tetapi tetap maju juga. > > Nah, jadi soal "bunuh diri" memang jadi susah. Kalau seorang mujahid yang > kebetulan pilot pesawat tempur nekad menabrakkan pesawatnya ke kapal induk > musuh, apa itu bunuh diri? > > Kalau seorang muhajid membawa bom mobil, lalu menabrakkan mobilnya ke pasukan > musuh, apa itu bunuh diri? > > BTW, ulama kontemporer tampaknya berselisih pendapat mengenai bom yang > dilekatkan di tubuh, karena disitu tidak dimungkinkan upaya menyelamatkan > diri. Berkenaan dengan bom "bunuh diri" tampak ada rujuk bila "tetap ada > upaya" untuk menyelamatkan diri. > > BTW, sekali lagi sayang catatan saya kurang baik, ada ulama kontemporer yang > memperbolehkan mujahid bunuh diri, bahkan ketika ia hendak ditangkap dan dia > takut dirinya tidak kuat menanggung siksa, sehingga takut membocorkan rahasia > sehingga membahayakan rekan-rekannya. Wallahu'alam. > > BTW, secara sosiologis, jangan-jangan bom bunuh diri mereka yang di Palestina > adalah teriakan minta tolong karena saudara-saudara-nya di belahan bumi yang > lain tak juga juga melakukan tindakan efektif menolong mereka. > > Salam hangat > B. Samparan > > > --- On Thu, 11/20/08, Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> From: Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> >> Subject: Re: [is-lam] FW: [Saksi] Aksi Bunuh Diri atau Mati Syahid --e| >> To: [email protected] >> Date: Thursday, November 20, 2008, 7:46 AM >> > yg lbh apriori bernegosiasi & merasa lbh berakal >> dgn dialog, >> > silahkan kompromi dulu dgn satpam surga .... hehehehe >> >> Baca lagi email yang Anda forward sendiri itu : >> >> ----------------------------------- >> > Ibnu Ummi Maktum pun jatuh tersungkur terkena sabetan >> pedang dan tusukan senjata >> > L A W A N hingga menemui ajalnya. Dia pun mati >> syahid. >> ----------------------------------- >> >> Ada disebut tidak disitu Ibnu Ummi Maktum menusukkan >> pedangnya ke >> dirinya sendiri ? >> >> Ada tidak ? >> >> Definisi bunuh diri : >> http://www.merriam-webster.com/dictionary/suicide >> Tindakan mencabut nyawanya sendiri, dilakukan oleh ybs >> sendiri. >> >> Contoh: menekan sendiri tombol bom yang sedang terpasang di >> tubuhnya. >> >> Saya pernah membaca artikel dimana ada orang buta yang bisa >> "melihat" >> situasi di sekitarnya, dengan menggunakan sonar. Seperti >> kelelawar. >> >> Orang buta bukan berarti tidak bisa mendengar kan? >> >> Jadi, orang buta pun masih bisa berjihad. Dan Nabi Muhammad >> saw tentu >> adalah yang paling tahu dengan situasi Ibnu Ummi Maktum >> daripada >> kita. >> >> Jangan malah ikut-ikutan sok tahu lah seperti pengarang >> buku ini. >> >> Jadi ingat kenapa sekarang saya sering malas membeli >> buku-buku Islam. >> Terlalu banyak yang kualitasnya sampah. >> Sulit sekali menemukan buku Islam yang berkualitas sekarang >> ini. >> >> >> Salam, HS >> >> >> >> >> >> 2008/11/20 AFR <[EMAIL PROTECTED]>: >> > andai di akhirat kelak pintu surga memanggil utk >> dimasuki, >> > pantas kiranya persilahkan mereka yg gugur dgn cara >> itu >> > utk penuhi panggilannya, diiringi korban yg tak >> melawan, >> > lalu org2 yg mengikhlaskannya ... >> > >> > yg lbh apriori bernegosiasi & merasa lbh berakal >> dgn dialog, >> > silahkan kompromi dulu dgn satpam surga .... hehehehe >> > >> > >> > salam, >> > Fahru >> > ________________________________ >> > From: Suwarno <[EMAIL PROTECTED]> >> > To: [email protected] >> > Sent: Wednesday, November 19, 2008 4:06:06 PM >> > Subject: [is-lam] FW: [Saksi] Aksi Bunuh Diri atau >> Mati Syahid >> > >> > Sebagai pembanding saja, >> > >> > Dari milis sebelah…. >> > >> > >> > >> > ________________________________ >> > >> > From: [EMAIL PROTECTED] >> [mailto:[EMAIL PROTECTED] >> > On Behalf Of Nuralim, Muhammad >> > Sent: Wednesday, November 19, 2008 1:03 PM >> > To: [EMAIL PROTECTED] ; Forum Ukhuwah Pekerja >> Muslim >> > Subject: [Saksi] Aksi Bunuh Diri atau Mati Syahid >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > Aksi Bunuh Diri atau Mati Syahid >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > "Sesungguhnya Allah telah membeli dari >> orang-orang mukmin, diri dan harta >> > mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka >> berperang pada jalan >> > Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah >> menjadi) janji yang >> > benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan >> Al-Qur'an. Dan siapakah yang >> > lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka >> bergembiralah dengan >> > jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah >> kemenagan yang besar". >> > >> > (At-Taubah:111) >> > >> > Pengantar Penerbit >> > >> > "Tunjukkanlah padaku, ke arah manakah aku dapat >> menemukan musuh?" kata >> > Abdullah bin Ummi Maktum kepada sahabatnya dalam suatu >> peperangan >> > sepe-ninggal Rosululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam. >> Setelah ditunjukkan >> > arah menuju musuh, Ibnu Ummi Maktum pun segera >> menghentakkan kudanya >> > meluncur ke arah pasukan musuh dengan pedang terhunus. >> Kemudian, setelah >> > berjibaku dan berhasil melukai serta membunuh beberapa >> orang kafir, Ibnu >> > Ummi Maktum pun jatuh tersungkur terkena sabetan >> pedang dan tusukan senjata >> > lawan hingga menemui ajalnya. Dia pun mati syahid. >> > >> > Ilustrasi riil di atas adalah biasa dan banyak ditemui >> dalam lintasan tarikh >> > Islam. Namun yang tidak biasa adalah keberadaan Ibnu >> Ummi Maktum >> > Radhiyallahu Anhu yang buta! Itulah sahabat. Dalam >> kondisi tidak melihat >> > saja, dia berani dan sangat ingin mendapatkan syahid. >> Para sahabat, semuanya >> > memang mulia dan dimuliakan Tuhannya. Dan, tidak ada >> seorang pun yang >> > mengatakan bahwa sikap Ibnu Ummi Maktum adalah >> tindakan bunuh diri. Padahal, >> > jelas-jelasm sangat sulit bagi Ibnu Ummi Maktum yang >> buta untuk dapat lolos >> > dari serangan musuh de-ngan selamat. Namun meskipun >> demikian, semuanya >> > sepakat bahwa Ibnu Ummi Maktum mati syahid. >> > >> > Seperti itulah kira-kira yang terjadi saat ini di bumi >> yang diberkati Allah >> > Subhanahu wa Ta'ala, Palestina. Di mana dalam >> menghadapi musuh – Israel – >> > yang lebih kuat dan memiliki persenjataan yang jauh >> lebih lengkap lagi >> > modern, diperlukan suatu strategi tersendiri untuk >> mengalahkannya. Dan, >> > mengorbankan diri sendiri demi menghancurkan musuh >> dengan maslahat yang jauh >> > lebih besar dan membawa manfaat yang cukup terasa >> pengaruhnya, dibolehkan >> > oleh banyak ulama. Bahkan, mereka tetap memperoleh >> pahala syahid di sisi >> > Tuhannya. >> > >> > Memang benar, bahwa Allah melarang kita untuk >> melakukan suatu perbuatan yang >> > membahayakan keselamatan diri. Seperti dalam >> firman-Nya, "Dan janganlah >> > kalian menjerumuskan diri kalian ke dalam >> kebinasaan." (Al-Baqarah:195). Dan >> > dalam ayat lain dikatakan, " Dan janganlah kalian >> membunuh diri sendiri. >> > Sesungguhnya Allah sangat menyayangi kalian." >> (An-Nisaa':29). Akan tetapi, >> > apabila di sana ada pertimbangan-pertimbangan yang >> bersifat khusus yang >> > menunjukkan bahwa aksi perbuatan ini membawa efek >> positif yang jauh lebih >> > besar daripada efek negatifnya, maka diperbolehkan. >> > >> > Buku ini cukup rinci dan detail dalam membahas >> permasalahan. Silakan >> > membaca, semoga ia bermanfaat bagi kita semuanya. >> Amien. >> > >> > Pustaka Al-Kautsar >> > >> > Kesimpulan (hal 171—172): >> > >> > 1. Sesungguhnya Islam adalah syariat yang melindungi >> warga sipil dan >> > dilaksanakan juga dalam pertempuran dengan >> musuh-musuh sejak masa Rasul >> > Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan beliau memerintahkan >> penggantinya berbuat >> > seperto itu. >> > >> > 2. Sesugguhnya wanita dan anak-anak merupakan warga >> sipil berdasarkan >> > kesepakatan, dan tidak boleh membunuhnya dengan >> sengaja selama ia tidak >> > ikut berperang. >> > >> > 3. Adapun yang lainnya, yang tidak ikut berperang, >> maka di sana terdapat >> > perbedaan. Dan yang rajih, bahwa mereka juga >> termasuk warga sipil juga, >> > karena tujuan Islam dalam peperangan ialah >> menghilangkan setiap yang >> > menghalangi tersebarnya dakwah Islam. Barangsiapa yang >> tidak menghalangi, >> > maka ia tidak termasuk warga sipil yang tidak boleh >> dibunuh dengan sengaja. >> > Karena tidak terdapat warga sipil di Palestina kecuali >> anak-anak kecil dan >> > orang gila. Adapun selain mereka yang asalnya adalah >> warga sipil, mereka >> > telah menjadi militer karena ikut berperang atau >> merusak para pemuda Islam >> > atau merampas tanah mereka dan mendudukinya >> denganpenuh kekuatan. >> > >> > 4. Oleh sebab itu, permasalahan yang berkaitan dengan >> aksi bom syahid dari >> > segi fisiknya masih saja ada. Walaupun telah jelas >> bagi kita tidak ada lagi >> > permasalahan yang pertama –aksi ini serupa dengan >> aksi bunuh diri– sesuai >> > de-ngan syarait, pelakunya adalah mujahid, berusaha >> untuk mengembalikan >> > tanah yang dirampas dari negeri Islam, ketika terbunuh >> walaupun dengan >> > senjata sendiri disebut syahid. Bahkan ia adalah >> syahid yang paling utama, >> > dengan izin Allah, jika niatnya ikhlas, dan keluarnya >> untuk menegakkan >> > kalimat Allah di muka bumi. Wallahu a'lam. >> > >> > >> > >> > >> > >> > Penulis : >> > >> > Nawaf Hail Takruri >> > >> > Penerbit : >> > >> > Maktabat Al-Asad >> > >> > Cet.2, 1997M/1418H >> > >> > >> > >> > Judul Indonesia : >> > >> > Aksi Bunuh Diri atau Mati Syahid >> > >> > Penerjemah : >> > >> > H. Muhammad Arif Rahman, Lc >> > >> > H. Muhammad Suharsono, Lc >> > >> > Penyunting : >> > >> > H. Abduh Zulfidar Akana, Lc >> > >> > Pewajah isi : >> > >> > Taufiq Sholehudin >> > >> > Pewajah sampul : >> > >> > DEA grafis >> > >> > Cetakan : >> > >> > Pertama, Januari 2002 >> > >> > Penerbit : >> > >> > Pustaka Al-Kautsar >> > >> > Jl. Kebon Nanas Utara II/12 >> > >> > Jakarta Timur 13340 >> > >> > Telp. 021 8199992 >> > >> > Fax 021 8517706 >> > >> > E-mail : [EMAIL PROTECTED] >> > >> > http : >> > >> > //www.kautsar.co.id >> > >> > >> > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
