1. kalimat pertanggungjawaban yg dimaksud kang Tedjo itu sebenarnya sentuhan
lain kata amanah. itu bagian dari ketentuan atas diri ssorg. tentunya tiap org
punya kapasitas pertanggungjawaban sendiri-sendiri persis spt apa dituliskan
pd dirinya. pemimpin negeri, misalnya, tuntutannya ya berkitan dg kepemimpinan
ttg kenegaraan e.g: kebijakan yg dibuat, sikap adilnya pd rakyat, ghirahnya thd
amar ma'ruf nahi munkar ... dstnya. tentu beda dgn pemimpin RT, dlsbgnya.
2. ... jika setiap kejadian adalah PERBUATAN-NYA??? Kenapa kita yang harus
bertanggungjawab??? Hayoo??? ...
kayak org yg mau cuci tangan karena amalannya ... bahkan dlm suatu ayat
malah ditegaskan kerusakan di muka bumi ulah manusia, semua kebaikan itu
dari Allah SWT, yg buruk itu dari dirimu sendiri. nah lo ... ???
disini jgn minder, juga jgn kalah sblm perang. karena manusia itu byk macam,
yg dimaksud penyebab keburukan, kerusakan itu ya kaum kafir, BUKAN mu'min.
bahkan sangat dianjurkan mu'min itu GR melihat ke depan dlm keadaan baik,
optimis akan karuani Allah SWT yg selalu baikbuat dirinya.
3. perbuatan apa yg belum dilaksanakan itu sdh ditulis disana, dan akan
terlakukan persis spt apa yg tertulis, TERLEPAS apakah termasuk amalan
baik atw buruk shg mengakibatkan pelaku dpt ganjaran yg setimpal. tentu
semua setuju dgn itu walau tak tahu apa yg sdh Dia tulis ttg masing2 kita.
kalau saja yg tertulis buat ssorg itu baik pd akhirnya, niscaya itu adlh
terbaik
buat hamba itu sebab Allah SWT Sendiri yg tetapkannya. baik menurut Allah SWT,
PASTI terbaik buat hambaNya & tidak harus baik menurut pandangan nafsu.
kalau saja yg tertulis buat ssorg itu buruk pd akhirnya, itu urusan Allah SWT.
yg jelas diadakannya Fir'aun, Namrud, Qarun .. dlsbgnya sbg gambaran perangai
buruk manusia, itu terbaik buat ummat berikut. jangan pula ada sikap sok suci
melebihiNya dgn lancang
"kalau Allah SWT maha baik, kenapa ciptakan juga keburukan?"
maha Suci Allah dr yg mereka persekutukan.
status pertanyaan itu spt sendiri mungkin masuk terlarang kali ya?
ngapian mikirin kehendakNya?
jawabnya,
1. kalau Allah SWT Mau, tentu sdh dilakukanNya dari dulu.
2. kalau manusia mau yg baik2 saja, bukan di bumi tempatnya.
cukuplah Adam + Hawa sendiri mewakili manusia, di surga.
konsekuensinya tak perlu ada kita di sini, shg tak akan muncul
pertanyaan itu.
---
insya Allah, jika mental ini terkuasai, si pelaku pasti dengan sangat ikhlas,
rela & ridha menerima apapun ketetapan Allah SWT.
taqdir manusia yg belum terungkap itu pun bukan terapan ilmu probabilitas
akan baik/buruk tapi membantu bersikap tawadlu' & rendah hati. manusia
tersisa ini, tidak tahu bgmana nantinya. tapi dgn rendah hati cobalah kita
lakukan yg terbaik. kiranya yg tlh kita lakukan itu syari'at Islami,
Alhamdulillah.
sapa tahu 'blue print' hari esok2 itu lebih baik atw sdktnya sebaik dari ini.
kalo kata Iwan Fals, hadapi saja ...
wallahu 'alam.
salam,
Fahru
________________________________
From: Tejosuroso <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, December 7, 2008 8:25:48 AM
Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c7| (khalas .. ma salama)
Wah, saya tidak ada kompetensinya... thread lain, masih mungkin. Tapi soal
takdir ini, weeehhh.... berrraaattt.....
Coba tanyakan sama Kang Fahru; kenapa bisa masih tetap disebutkan "kullukum
roo'in wa kullukum mas'uulun 'an ro'iyyatihi (setiap dari kamu adalah
pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya)"
jika setiap kejadian adalah PERBUATAN-NYA??? Kenapa kita yang harus
bertanggungjawab??? Hayoo???
Posting saya sebelumnya adalah kesimpulan dari beberapa pertanyaan. Bukan
jawaban.... he he he he
Nuwun;
Tejosuroso
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Dewa Gede Permana
Sent: 07 Desember 2008 2:30
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c7| (khalas .. ma salama)
Mau tanya ya Kang Tejo, apa bedanya "kosong" dgn "tidak ADA" itu Kang?
Dan satu lagi kang, gimana cara makhluk dapat dengan mudah merasakan
(bukan mikirin doang) keberADAan Allah agar hiruk-pikuknya dunia ini
sedikit terkurangi gitu kang...
maturnuwun sanget,
:)
wassalam
2008/12/6 Tejosuroso <[EMAIL PROTECTED]>:
> Jadi...., para hadirin sekalian...., selamat dan celaka kita sudah
> "tertulis"....
>
> Yang bernama ikhtiar itu sejatinya adalah kosong...
>
> Dosa dan pahala juga adalah semu...
>
> Semua sudah tertulis...
>
>
>
> Entah nyambung apa tidak, tetapi penjelasan demi penjelasan yang saya
dapat
> di forum ini adalah ketiadaan hal lain selain Dia SWT.
>
> Dia Tulis semuanya dengan Ketentuan-Nya yang serba pasti. Dia pula
Ciptakan
> segala hal dari Dzat-Nya.....
>
>
>
> Selain Dia ternyata adalah kosong belaka...
>
>
>
> Nuwun;
>
> Tejosuroso
>
> From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
> On Behalf Of AFR
> Sent: 06 Desember 2008 15:12
> To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
> Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c7| (khalas .. ma salama)
>
>
>
> sebenarnya memahami/mengimani qadla' & qadr itu tidak tepat ada
>
> pembedaan sbgmana jabariyah & qadariyah. yg namanya taqdir
> adalah taqdir yg sdh tetap, tidak ada perubahan, stabil & sdh
> tergariskan. jadi lupakan jabariyah atw qadariyah agar tak bias.
>
> taqdir pun itu tidak cuma mengatur urusan manusia saja, bahkan
> gugurnya daun2an, jatuhnya bijian tanam2an di kegelapan bumi,
> kemana arah hembusan angin, turunnya hujan .. diatur dlm kitab
> yg sama di Lauh Mahfudz.
>
>
>
> mengimani rukun 6 sedemikian itu diharapkan, jgn muslim itu merasa
> bangga diri ketika mampu menguak depan yg dgn serba kebetulan saja,
> baik itu modal pemikiran analitik atw pun dgn alat bantu apapun kreasi
> manusia. bolehnya prediksi ke depan itu hanya sebatas perlu utk memicu
> semangat hidup, BUKAN utk mengantarkan pd kesombongan diri seolah
> hendak katakan 'kami manusia mampu merubah ini ... '
>
>
>
>
>
> khalas ... ma salama
>
>
>
>
>
> salam,
>
> Fahru
>
> ________________________________
>
> From: Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, December 5, 2008 1:23:50 PM
> Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c|
>
> Wah pseudo problem ini memang susah yah:-)
>
> Kalau saya lalu saya made simple, soalnya saya dulu suka baca buku
komputer
> yang ... made easy.
>
> Memandang Allah sebagai ilah, maka saya qadariyah, semua harus saya capai
> dengan upaya.
>
> Memandang Allah sebagai rabb, maka saya jabariah, semua yang saya lakoni,
> proses dan hasilnya adalah ketentuan Allah semua.
>
> Salam hangat
> B. Samparan
>
>
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam