Kata Kang Fahru:

 

1. amanah memang tidak ditodongkan, tapi ditawarkan (al-Ahzab:72) 
dan itu sdh ditetapkanNya bhw yg mewarisi amanat itu adlh manusia. 
penetapan itu sdh masuk blue print sblm penciptaan manusia itu sendiri. 

 

------------------
Lhaiya, Kang. Kenapa kok masih mas'ul??? Kalau memang SPK-nya sudah
dibagi-bagi??? 

 

Mas'uliyah itu kan, kata saya tadi, konotasinya lebih ke konsekuensi. Resiko
atas pilihan-pilihan...






2. gagal atw berhasilnya dlm suatu urusan itu term menurut pandangan 
manusia. taqdir tidak peduli itu melainkan apapun yg sdh nyata terjadi & 
dilakoni manusia itulah yg terbaik, bukan hal buruk & bukan hal yg sia2. 

----------------

Kenapa Gusti Allah, amitsewu ini...., sampeyan gambarkan seperti raja
diktator begitu???

 

 

ambil selintas peristiwa 'buruk' dlm sejarah manusia, mulai dari Hiroshima 
& Nagasaki hingga .. bom Mumbai yg baru saja terjadi. bencana, menurut 
Islam itu tidak ada yg buruk. apa yg mesti terjadi itulah yg terbaik
sekalipun 
menimpa org2 mu'min.

-------------------

Ngambil contohnya seperti peristiwa al-Muaisim, Mina. Itu pan sodara mukmin
kita semua??? Dari sudut sensus kependudukan saja kita sudah kalah banyak
lagi sama yang bukan mukmin. Belum lagi dari sudut ekonomi, pukulan telak
akan sangat terasa bagi keluarga yang ditinggalkan (kebanyakan calhaj kita
adalah para penopang ekonomi keluarganya). 




 

a'udzubillahi min asyiathaanirajiim,

Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya
malam dan siang 
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang
mengingat Allah 
sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan
tentang penciptaan 
langit dan bumi (seraya berkata):"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan
ini dengan sia-sia 
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami,
sesungguhnya 
barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau
hinakan ia, dan 
tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan kami,
sesungguhnya kami 
mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu):"Berimanlah kamu kepada
Tuhanmu"; 
maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan
hapuskanlah dari 
kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang
berbakti. 
Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami
dengan perantaraan 
rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat.
Sesungguhnya Engkau tidak 
menyalahi janji". (Ali 'Imran:190-194)
-------------------------
"Innaka laa Tuhliful Mii'aad" dalam ayat ini kan mengharap janji-janji
balasan. Balasan baik menjadi stimulan agar kita terus berbuat baik dan
balasan buruk menjadi ancaman agar kita menjauh dari maksiat. Stimulan dan
ancaman itu mestinya selalu tertuju pada obyek aktif lho.....




 

Nuwun;

Tejosuroso

 

p/s: whueii..... liyane do turu....???

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke