assalamu 'alaikum warahmatullah 

menarik sekali, berarti kaum muda ini adalah didikan BEM/Senat Mahasiswa di 
atas 10 tahun yang lalu, yang kalau dilihat terdapat pola yang hampir sama 
dengan sekarang. Partisipasi mahasiswa dalam pemilihan BEM berkisar 40-45% dari 
total mahasiswa aktif (tingkat 1 sampai dengan tingkat 4), belum dikurangi 
mahasiswa yang non aktif dan belum lulus. Waktu itu saya pernah diskusi dengan 
ketua DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) angkat tersebut adalah angka yang cukup 
bagus dibandingkan dengan pemilihan-pemilihan lainnya di luar negeri. Dalam 
hati saya terketuk beginikah demokrasi (suara terbanyak berlaku ). Artinya 
telah terjadi pengingkaran rumus suara terbanyak. Jadi Menilik generasi di atas 
10 tahun yang lalu adalah didikan  BEM/Senat Mahasiswa terdapat pola kira-kira 
seperti ini :

1. Meningkatnya jumlah golput --ketidakpedulian--, terhadap fungsi BEM sebagai 
wadah organisasi kemahasiswaan yang menjadi tempat aktifitas. Jumlah golput ini 
nota bene dilakukan juga oleh orang-orang yang berpendidikan. Sadar dan tahu 
sepenuhnya sistem berpolitik dan demokrasi.
2. Muncul organisasi keprofessian (himpunan profesi) yang mandiri 
(independent), tidak mau dicampuri dengan urusan-urusan dan birokrasi yang 
terlalu bertele-tele dalam lingkungan keorganisasian mahasiswa. Lanjutannya 
adalah ke bidang bisnis, dan ini biasanya kalau telah berhasil orang-orang BEM 
akan merangkul jadi sponsor, akuisisi keberhasilan BEM dalam mengembangkan 
unit-unit kegiatan mahasiswa. 
3. Yang menang dalam pemilihan ya itu-itu saja, kelompok yang sampai sekarang 
menggolkan perubahan Senat Mahasiswa menjadi BEM. Karena pemilihnya ya 
simpatisan tetap yang hanya 30% itu. 

4. Isu sekuler dan Islam tetap jadi isu utama dalam menjaring simpatisan dan 
pemilih. Kembali  teori konspirasi akan ada di dalam percaturan para 
orang-orang pinter yang berpolitik ini. Isu-isu yang ndak jelas merangsek dalam 
sms dan lain sebagainya sebagai jalan meraih tambahan suara. 

5. Dibuat calon bayangan, misalnya dalam BEM terdapat 2 calon Islam dan 
Nasionalis misalnya  Untuk memenangkan dibuat lagi satu calon semi Islam dan 
Nasionalis untuk memecah suara sehingga porsi perebutan suara turun. Kemenangan 
tetap dengan suara terbanyak --kan demokrasi--, walaupun hanya diikuti oleh 
kurang dari 50% total pemilih dan yang menang bisa dipastikan kurang dari 50% 
dari peserta yagn datang ke TPS. 

Apakah dalam hal ini BEM/Senat Mahasiswa --dibaca negara-- tidak diperlukan 
lagi? Sebenarnya bukan tidak perlu, tapi alangkah baiknya jalankan saja sistem 
yang baik, tidak peduli siapa yang jadi ketua, mau si Dito, Nala, Dhadap atau 
si Waru yang jadi Presiden tidak masalah. Memfasilitasi dan menyampaikan amanah 
yagn diemban lebih penting dari kemenangan-kemenangan itu. Ya kondisi ideal 
memang sangat-sangat susah untuk dicapai, tapi seenggaknya rumusnya itu loh 
mbok ya diperbaiki. 


Wa'alaikum salam warahmatullah 


Mawan




--- On Mon, 2/9/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:

From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
Subject: Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang Okay, tapi
To: [email protected], [email protected]
Date: Monday, February 9, 2009, 4:04 PM

Hari ini sobari priyanta membuat ulasan (prediksi) sedikit gambaran ttg DPR
periode depan, cenderung pesimistik, tak lebih baik dari periode sekarang,
bahkan malah akan lebih kental dagang-sapi nya. Namun positifnya (menurut
beliau) adalah semakin besarnya porsi keterlibatan generasi muda untuk duduk
di senayan. Lagi-lagi ini penyandaran pada data statistik yg mati saya kira.
Saya jadi inget "age-ing" nya mas Harry kemaren; lho tuwo-tuwo kalo memang
tajir ya gak pa-pa, muda-muda kalo mblegedhes ya malah lebih cepet ancur
tha. Jadi kesimpulan sementara ini ya masih burem, surem, dan runyem.

Swear, saya jejingkrakan denger istilah sampeyan ini: "comberan politik",
hi-hi-hi... comberan... bagus, bagus...

:))
Salam jorkis.


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Bango Samparan
Sent: Monday, February 09, 2009 2:49 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang Okay, tapi

Wah, kalau kabar-kabur itu seperti itu saya belum pernah juga bisa
mengkonfirmasi.

BTW, masuk ke dunia politik memang susah sekali. Oleh karena itu, meski saya
sering mengkritik, saya sekaligus juga menaruh hormat pada rekan-rekan PKS
yang berani menerjuni comberan politik.

Melihat pengalaman di banyak negara yang mayoritas penduduknya muslim,
partai politik yang murni mengusung Islam sebagai solusi biasanya memang
minoritas, sebab standar moralnya memang sangat tinggi. Oleh kerena itu
ketika ada PKS, saya juga berpikir seperti itu. Minoritas nggak apa-apa,
tetapi mizan-nya terjaga. Waktu jua (Allah tentunya), yang akan
membesarkannya. Kaum muslimin itu menang karena menjaga mizan, bukan karena
mengkompromikan mizan untuk mendapatkan dukungan orang banyak.

Salam hangat
B. Samparan


--- On Mon, 2/9/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:

> From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Subject: Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang Okay, tapi
> To: [email protected]
> Date: Monday, February 9, 2009, 12:51 PM
> Saya dengar kabar-kabur PKS justru melakukan perubahan
> platform, ingin
> merangkul semua kalangan sampe remaja gaul n punk segala
> (go public);
> sehingga hal ini pula yg malah menimbulkan konflik berikut
> pergeseran
> identifikasi partai. Semacam senjata makan tuan, apa benar
> demikian?
> 
> :)
> wassalam
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of Harry Sufehmi
> Sent: Monday, February 09, 2009 11:40 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang Okay, tapi
> 
> 2009/2/9 Bango Samparan <[email protected]>:
> > Kalau PKS lebih menjual kadernya mungkin kondisinya
> lain mas. Sayang,
> sering pragmagtis. Jadinya, quality control-nya jadi susah.
> 
> Ya, saya memang lihat sendiri kesulitan itu --- kader2nya
> jujur. Tapi,
> begitu diterjunkan di arena politik, kalah manuver terus 
> :-)
> 
> Akhirnya ya itu, seperti kata Anda, terpaksa pragmatis.
> 
> Kesian juga kita mendengar beberapa ustadz itu sampai
> sering sakit.
> Stress berat mereka ditempatkan di DPR, ha ha.... ketemu
> dengan
> berbagai macam manusia yang beraneka ragam polah &
> tingkahnya. Tidak
> bisa ditebak sama sekali.
> 
> Mereka menyaksikan sendiri bagaimana politik itu betul2
> adalah
> mengenai "kepentingan" -- kalau cocok, anda jadi
> kawan. Kalau
> kepentingannya berbeda, siap-siap saja kena libas dengan
> berbagai cara
> yang tidak terduga-duga. Dan mereka akan melibas Anda
> sambil mukanya
> tetap tersenyum manis  :-)
> 
> Beberapa yang cerdas malah terjerumus, sedih juga kita
> melihatnya.
> 
> Jadi saya kira, untuk di Indonesia, inilah salah satu arena
> jihad umat
> Islam. Dunia politik ini berkaitan langsung dengan umat,
> dengan amat
> signifikan.
> Tapi berat, karena arenanya berbeda -- disini tidak ada
> bunuh-bunuhan,
> literally  :-)  Kalau bisa bunuh-bunuhan mungkin masih
> lebih gampang,
> hehe.
> Disini, dunia politik, betul-betul dibutuhkan kecerdasan
> & kesabaran
> yang luar biasa.
> 
> Anyway, jadi kelihatan ternyata umat Islam yang memiliki
> kedua
> kombinasi ini ternyata masih sangat kurang sekali. Mudah2an
> kondisi
> ini bisa segera kita perbaiki bersama2.
> 
> 
> 
> Salam, HS
> 
> 
> 
> > Salam hangat
> > B. Samparan
> >
> >
> > --- On Sat, 2/7/09, Harry Sufehmi
> <[email protected]> wrote:
> >
> >> From: Harry Sufehmi <[email protected]>
> >> Subject: Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang Okay,
> tapi
> >> To: [email protected]
> >> Date: Saturday, February 7, 2009, 11:10 PM
> >> Politik itu memang sangat warna-warni. Bahkan di
> dalam PKS
> >> sekalipun
> >> ada juga pihak-pihak yang tidak sepenuhnya bersih.
> Tapi
> >> itulah
> >> kehidupan. Tidak cuma hitam / putih saja, tapi ada
> banyak
> >> warna lain
> >> diantaranya juga.
> >>
> >> Saat ini yang sudah terlalu sering kita dengar
> adalah
> >> bagaimana yang
> >> jahat sering berhasil memanfaatkan yang baik untuk
> mencapai
> >> keperluannya.
> >>
> >> Sudah saatnya kini muncul orang-orang baik yang
> mampu
> >> memperalat para
> >> penjahat untuk mencapai tujuan2 baiknya.
> >>
> >> Mudah-mudahan teman-teman dari PKS, dan
> orang-orang baik
> >> dari partai
> >> lainnya juga, mau terus berjuang & bersabar
> untuk
> >> kebaikan rakyatnya.
> >>
> >>
> >> Salam, HS
> >>
> >>
> >> On 2/7/09, Alkhori M
> <[email protected]> wrote:
> >> > Pak Marda, PKS Memang Okay, Tapi,
> >> >
> >> > Tingkah laku politik di Indonesia perlu
> dibenahi,
> >> lihat contoh dibawah:
> >> >
> >> > *       Walikota Depok yang mantan Pres. PKS,
> hampir
> >> selalu diobok obok
> >> > untuk menggoyang kursi beliau, tapi
> alhamdulillah
> >> sekarang badai itu telah
> >> > berlalu. Tapi keadaan itu meng-refleksikan
> betapa
> >> bobroknya anggota DPR yang
> >> > mereka lakukan adalah manuver politik belaka
> dan
> >> mereka lupa untuk
> >> > memperjuankan nasib di kecil, yaitu rakyat
> yang lagi
> >> kesusahan sekarang ini.
> >> >
> >> > *       Bupati Bekasi, terus digoyang, hampir
> tidak
> >> ada hari tanpa gangguan,
> >> > hingga akhirnya Gubernur Jabar memberhentikan
> beliau.
> >> Sang Bupati sangat
> >> > dekat dengan penulis. Tapi Allah Karim,
> sekarang
> >> mantan Gubernur Jabar lagi
> >> > diperiksa karena diduga terlibat korupsi
> DAMKAR.
> >> >
> >> > Keadaan Partai Politik sekarang ini sangat
> >> memprihatinkan, PKB dari dulu
> >> > rebutan terus, PPP karena sudah bongsai
> terlihat aman
> >> dari luar, partai
> >> > bentukan Da'i sejuta ummat juga diterpa
> pasang
> >> surut. Yang masih bertahan
> >> > adalah PKS, memang PKS masih mempunyai
> cahaya,
> >> "walaupun hanya menyalakan
> >> > sebatang lilin, tapi masih cukup untuk
> menerangi orang
> >> yang kegelapan" .
> >> > Bagaimana partai partai yang lain,
> tunjukanlah bahwa
> >> kalian juga ingin
> >> > membela rakyat kecil. Janganlah sebelum
> berkuasa
> >> mengatakan ingin membela
> >> > wong cilik, tapi setelah berkuasa membela
> wong licik
> >> dan malahan harta dan
> >> > asset negara pada disales alias tanzilat
> alias
> >> diobral.
> >> >
> >> > File terlampir enak untuk bacaan sekedar
> rangsangan
> >> agar kita kita bisa
> >> > melakukan hal yang sama. Last but absolutely
> not
> >> least, dulu hampir setiap
> >> > bulan rekan rekan dari PKS mengadakan
> pengajian rutin
> >> bulanan di rumah, tapi
> >> > sekarang karena ada kesalahan teknis
> pengajian
> >> tersebut tidak pernah
> >> > diadakan lagi.
> >> >
> >> >
> >> >
> >> > Alkhori M
> >> >
> >> > Alkhor Community
> >> >
> >> > Qatar
> >> >
> >> >
> >> _______________________________________________
> >> Is-lam mailing list
> >> [email protected]
> >>
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> >
> >
> >
> > _______________________________________________
> > Is-lam mailing list
> > [email protected]
> > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> >
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke