Sunatullahnya memang begitu dan itu dgn bagus dibaca dan diantisipasi oleh
orba. Makanya munculah apa yg disebut NKK/BKK yg tak lain bertujuan
menggembosi mahasiswa. Biarin Soekarno aja yg ngerasain, yg penting gue
(Soeharto) kagak! -- meskipun pada akhirnya blio berlutut pula lantaran
mahasiswa pada kencing di atap gedung MPR/DPR. Sampai disini saya jadi
keinget dulu sempat 4 tahunan diempanin blio lewat beasiswa supersemar...
tapi sabodo teuing lah ternyata itu duit-duit rakyat juga. Sampeyan pasti
akan bilang "ini orang udah kere, gak tau berterima kasih pula!". Lha kan
bapak udah tau sejak mbrojol saya memang kere, kenapa juga dulu bapak buka
pendaftaran?

Ya kalo rambut punky trus lantunan ala nasyid kan jadi aneh rasanya, capcay
dioplos es cendol, lak yo berasa anyep tha.
Emm.. berita PKS ya, kemaren itu kalo gak salah inget terbaca di inilah.com,
juga sempat disinggung2 mslh profile2 yg dimunculkan dalam iklan PKS di TV
juga kalo tdk salah.

:)
Salam hangat

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Bango Samparan
Sent: Wednesday, February 11, 2009 10:30 AM
To: [email protected]
Subject: [SPAM] Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang Okay, tapi

Hi ... hi, sekolahan yang seperti itu dinamakan Ivan Illich sebagai diktator
persekolahan.

Melawan pemerintah, sukar karena punya tentara. Jadi, usulnya untuk
membentuk masyarakat harus dimulai dengan memberontak pada diktator
persekolahan ini.

Kalau ada yang suka baca Arus Balik Pram, harus ada banyak Romo Cluring di
Indonesia ini.

Eee, kemarin di toko komputer teman, saya baca tabloid Suara Islam edisi
Desember, kalau nggak salah lho. Di situ diulas waktu PKS mengadakan acara
apa itu tuh yang ngundang banyak anak pahlawan (termasuk anak-anak
Soeharto), musiknya katanya bukan nasyith lagi, tapi rock. Opo iyo ya. Kalau
iyo, mungkin ini kabar kabur yang mas Dewa maksudkan, "PKS mau merangkul
siapa saja, bahkan ABG yang rocker maupun punk".

Salam hangat
B. Samparan


--- On Tue, 2/10/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:

> From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Subject: Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang Okay, tapi
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, February 10, 2009, 5:28 PM
> Jadi inget masa jadul, hampir tiap malam bolak-balik rapat
> diawali di FKUI
> salemba, FE, trus balik ke depok, FH, FS, dan FPsi,
> berturut-turut selama 1
> bln, hanya untuk meminta (tepatnya, memaksa) Prof.Dr.Suyudi
> (rektor) memberi
> pengakuan atas keberadaan ForKom BPM/SM se UI sebagai
> sebuah lembaga dan
> bukan sekedar bentuk paguyuban !!  Namun saking paranoidnya
> terhadap sejarah
> kemahasiswaan (terbukti dgn penggunaan dalih aturan
> NKK/BKK) akhirnya usul
> ditolak. Kite-kite pada sewot mirip anak yg dilarang main
> hujan-hujanan oleh
> sang bapak. Setelah beberapa belas tahun say goodbye to
> yellow jackets
> tiba-tiba dengar isu ada organisasi BEM-UI demo; oh ya, ada
> to?. usut punya
> usut, alamak. itu khan dulu jabang bayi yg mau kite
> lahirin.
> 
>  
> 
> Generasi berbeda, kebijakan pun berbeda. Kampus betul2
> telah sukses menjadi
> menara gading, sukses mengalirkan darah ke-priyayi-an di
> benak para
> mahasiswa. Kalian jangan neko-neko, jangan bermain di
> tempat kotor (mungkin
> maksudnya comberan), pikirkan saja kuliah, ingat 4-5 tahun
> gak kelar - DO!!
> ;dan jangan lupa bahwa sekolah ini berbiaya tinggi bagi
> orangtua kalian.
> Mungkin dalam situasi seperti inilah BEM lahir, kegiatan
> pun lebih banyak
> mengarah pada fun, game, ataupun style. Sementara faksi2 yg
> sedikit lebih
> serius mgkn mengarah pada riset-riset (yg mgkn tak
> terdengar bahkan tak
> diketahui teman sejawat), Kelompok2 minor lainnya mungkin
> sekedar cangkruk
> di mesjid UI ataupun musholla2 lokal. Sementara yg underdog
> cenderung enggan
> berlama-lama dikampus, enggan dengan hingar-bingarnya
> pentas RAJA di
> balairung.
> 
>  
> 
> Mungkin sekilas profil kampus yg coba saya reka-reka (tentu
> saja ini rekaan
> penuh kengawuran):
> 
> - Semenjak jadi mahasiswa sudah dicekoki untuk menjadi
> golongan priyayi.
> 
> - Semenjak jadi mahasiswa sudah dibebani pikiran utk
> mengembalikan modal
> orangtua.
> 
> - Semenjak jadi mahasiswa sudah terasingkan dari fakta
> bahwa diluar itu
> kotor; dan ini pula yg melahirkan sikap mental
> "kagetan" ataupun sikap
> "latah" ketika mereka harus keluar kandang.
> 
>  
> 
> Tentu saja saya tidak main hantam kromo bhw semua mahasiswa
> akan seperti itu
> gambarannya, akan tetapi seperti itulah budaya yg nyaris
> terbentuk dalam
> situasi saat ini. Sekarang bagaimana jika seandainya kaum
> cendikiawan kampus
> ini hendak didudukan di senayan?
> 
>  
> 
> Tebak sendiri bae lah ya.
> 
>  
> 
> J
> 
> wassalam
> 
>  
> 
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of Mawan Sugiyanto
> Sent: Tuesday, February 10, 2009 8:59 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang Okay, tapi
> 
>  
> 
> 
> assalamu 'alaikum warahmatullah 
> 
> 
> menarik sekali, berarti kaum muda ini adalah didikan
> BEM/Senat Mahasiswa di
> atas 10 tahun yang lalu, yang kalau dilihat terdapat pola
> yang hampir sama
> dengan sekarang. Partisipasi mahasiswa dalam pemilihan BEM
> berkisar 40-45%
> dari total mahasiswa aktif (tingkat 1 sampai dengan tingkat
> 4), belum
> dikurangi mahasiswa yang non aktif dan belum lulus. Waktu
> itu saya pernah
> diskusi dengan ketua DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa)
> angkat tersebut adalah
> angka yang cukup bagus dibandingkan dengan
> pemilihan-pemilihan lainnya di
> luar negeri. Dalam hati saya terketuk beginikah demokrasi
> (suara terbanyak
> berlaku ). Artinya telah terjadi pengingkaran rumus suara
> terbanyak. Jadi
> Menilik generasi di atas 10 tahun yang lalu adalah didikan 
> BEM/Senat
> Mahasiswa terdapat pola kira-kira seperti ini :
> 
> 1. Meningkatnya jumlah golput --ketidakpedulian--, terhadap
> fungsi BEM
> sebagai wadah organisasi kemahasiswaan yang menjadi tempat
> aktifitas. Jumlah
> golput ini nota bene dilakukan juga oleh orang-orang yang
> berpendidikan.
> Sadar dan tahu sepenuhnya sistem berpolitik dan demokrasi.
> 2. Muncul organisasi keprofessian (himpunan profesi) yang
> mandiri
> (independent), tidak mau dicampuri dengan urusan-urusan dan
> birokrasi yang
> terlalu bertele-tele dalam lingkungan keorganisasian
> mahasiswa. Lanjutannya
> adalah ke bidang bisnis, dan ini biasanya kalau telah
> berhasil orang-orang
> BEM akan merangkul jadi sponsor, akuisisi keberhasilan BEM
> dalam
> mengembangkan unit-unit kegiatan mahasiswa. 
> 3. Yang menang dalam pemilihan ya itu-itu saja, kelompok
> yang sampai
> sekarang menggolkan perubahan Senat Mahasiswa menjadi BEM.
> Karena pemilihnya
> ya simpatisan tetap yang hanya 30% itu. 
> 
> 4. Isu sekuler dan Islam tetap jadi isu utama dalam
> menjaring simpatisan dan
> pemilih. Kembali  teori konspirasi akan ada di dalam
> percaturan para
> orang-orang pinter yang berpolitik ini. Isu-isu yang ndak
> jelas merangsek
> dalam sms dan lain sebagainya sebagai jalan meraih tambahan
> suara. 
> 
> 5. Dibuat calon bayangan, misalnya dalam BEM terdapat 2
> calon Islam dan
> Nasionalis misalnya  Untuk memenangkan dibuat lagi satu
> calon semi Islam dan
> Nasionalis untuk memecah suara sehingga porsi perebutan
> suara turun.
> Kemenangan tetap dengan suara terbanyak --kan demokrasi--,
> walaupun hanya
> diikuti oleh kurang dari 50% total pemilih dan yang menang
> bisa dipastikan
> kurang dari 50% dari peserta yagn datang ke TPS. 
> 
> Apakah dalam hal ini BEM/Senat Mahasiswa --dibaca negara--
> tidak diperlukan
> lagi? Sebenarnya bukan tidak perlu, tapi alangkah baiknya
> jalankan saja
> sistem yang baik, tidak peduli siapa yang jadi ketua, mau
> si Dito, Nala,
> Dhadap atau si Waru yang jadi Presiden tidak masalah.
> Memfasilitasi dan
> menyampaikan amanah yagn diemban lebih penting dari
> kemenangan-kemenangan
> itu. Ya kondisi ideal memang sangat-sangat susah untuk
> dicapai, tapi
> seenggaknya rumusnya itu loh mbok ya diperbaiki. 
> 
> 
> Wa'alaikum salam warahmatullah 
> 
> 
> Mawan
> 
> 
> 
> 
> --- On Mon, 2/9/09, Dewa Gede Permana
> <[email protected]> wrote:
> 
> 
> From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Subject: Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang Okay, tapi
> To: [email protected], [email protected]
> Date: Monday, February 9, 2009, 4:04 PM
> 
> Hari ini sobari priyanta membuat ulasan (prediksi) sedikit
> gambaran ttg DPR
> periode depan, cenderung pesimistik, tak lebih baik dari
> periode sekarang,
> bahkan malah akan lebih kental dagang-sapi nya. Namun
> positifnya (menurut
> beliau) adalah semakin besarnya porsi keterlibatan generasi
> muda untuk duduk
> di senayan. Lagi-lagi ini penyandaran pada data statistik
> yg mati saya kira.
> Saya jadi inget "age-ing" nya mas Harry kemaren;
> lho tuwo-tuwo kalo memang
> tajir ya gak pa-pa, muda-muda kalo mblegedhes ya malah
> lebih cepet ancur
> tha. Jadi kesimpulan sementara ini ya masih burem, surem,
> dan runyem.
> 
> Swear, saya jejingkrakan denger istilah sampeyan ini:
> "comberan politik",
> hi-hi-hi... comberan... bagus, bagus...
> 
> :))
> Salam jorkis.
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of Bango Samparan
> Sent: Monday, February 09, 2009 2:49 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang Okay, tapi
> 
> Wah, kalau kabar-kabur itu seperti itu saya belum pernah
> juga bisa
> mengkonfirmasi.
> 
> BTW, masuk ke dunia politik memang susah sekali. Oleh
> karena itu, meski saya
> sering mengkritik, saya sekaligus juga menaruh hormat pada
> rekan-rekan PKS
> yang berani menerjuni comberan politik.
> 
> Melihat pengalaman di banyak negara yang mayoritas
> penduduknya muslim,
> partai politik yang murni mengusung Islam sebagai solusi
> biasanya memang
> minoritas, sebab standar moralnya memang sangat tinggi.
> Oleh kerena itu
> ketika ada PKS, saya juga berpikir seperti itu. Minoritas
> nggak apa-apa,
> tetapi mizan-nya terjaga. Waktu jua (Allah tentunya), yang
> akan
> membesarkannya. Kaum muslimin itu menang karena menjaga
> mizan, bukan karena
> mengkompromikan mizan untuk mendapatkan dukungan orang
> banyak.
> 
> Salam hangat
> B. Samparan
> 
> 
> --- On Mon, 2/9/09, Dewa Gede Permana
> <[email protected]> wrote:
> 
> > From: Dewa Gede Permana
> <[email protected]>
> > Subject: Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang Okay, tapi
> > To: [email protected]
> > Date: Monday, February 9, 2009, 12:51 PM
> > Saya dengar kabar-kabur PKS justru melakukan perubahan
> > platform, ingin
> > merangkul semua kalangan sampe remaja gaul n punk
> segala
> > (go public);
> > sehingga hal ini pula yg malah menimbulkan konflik
> berikut
> > pergeseran
> > identifikasi partai. Semacam senjata makan tuan, apa
> benar
> > demikian?
> > 
> > :)
> > wassalam
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected]
> > [mailto:[email protected]]
> > On Behalf Of Harry Sufehmi
> > Sent: Monday, February 09, 2009 11:40 AM
> > To: [email protected]
> > Subject: Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang Okay, tapi
> > 
> > 2009/2/9 Bango Samparan <[email protected]>:
> > > Kalau PKS lebih menjual kadernya mungkin
> kondisinya
> > lain mas. Sayang,
> > sering pragmagtis. Jadinya, quality control-nya jadi
> susah.
> > 
> > Ya, saya memang lihat sendiri kesulitan itu ---
> kader2nya
> > jujur. Tapi,
> > begitu diterjunkan di arena politik, kalah manuver
> terus 
> > :-)
> > 
> > Akhirnya ya itu, seperti kata Anda, terpaksa
> pragmatis.
> > 
> > Kesian juga kita mendengar beberapa ustadz itu sampai
> > sering sakit.
> > Stress berat mereka ditempatkan di DPR, ha ha....
> ketemu
> > dengan
> > berbagai macam manusia yang beraneka ragam polah &
> > tingkahnya. Tidak
> > bisa ditebak sama sekali.
> > 
> > Mereka menyaksikan sendiri bagaimana politik itu
> betul2
> > adalah
> > mengenai "kepentingan" -- kalau cocok, anda
> jadi
> > kawan. Kalau
> > kepentingannya berbeda, siap-siap saja kena libas
> dengan
> > berbagai cara
> > yang tidak terduga-duga. Dan mereka akan melibas Anda
> > sambil mukanya
> > tetap tersenyum manis  :-)
> > 
> > Beberapa yang cerdas malah terjerumus, sedih juga kita
> > melihatnya.
> > 
> > Jadi saya kira, untuk di Indonesia, inilah salah satu
> arena
> > jihad umat
> > Islam. Dunia politik ini berkaitan langsung dengan
> umat,
> > dengan amat
> > signifikan.
> > Tapi berat, karena arenanya berbeda -- disini tidak
> ada
> > bunuh-bunuhan,
> > literally  :-)  Kalau bisa bunuh-bunuhan mungkin masih
> > lebih gampang,
> > hehe.
> > Disini, dunia politik, betul-betul dibutuhkan
> kecerdasan
> > & kesabaran
> > yang luar biasa.
> > 
> > Anyway, jadi kelihatan ternyata umat Islam yang
> memiliki
> > kedua
> > kombinasi ini ternyata masih sangat kurang sekali.
> Mudah2an
> > kondisi
> > ini bisa segera kita perbaiki bersama2.
> > 
> > 
> > 
> > Salam, HS
> > 
> > 
> > 
> > > Salam hangat
> > > B. Samparan
> > >
> > >
> > > --- On Sat, 2/7/09, Harry Sufehmi
> > <[email protected]> wrote:
> > >
> > >> From: Harry Sufehmi <[email protected]>
> > >> Subject: Re: [is-lam] Pak Marda, PKS Memang
> Okay,
> > tapi
> > >> To: [email protected]
> > >> Date: Saturday, February 7, 2009, 11:10 PM
> > >> Politik itu memang sangat warna-warni. Bahkan
> di
> > dalam PKS
> > >> sekalipun
> > >> ada juga pihak-pihak yang tidak sepenuhnya
> bersih.
> > Tapi
> > >> itulah
> > >> kehidupan. Tidak cuma hitam / putih saja,
> tapi ada
> > banyak
> > >> warna lain
> > >> diantaranya juga.
> > >>
> > >> Saat ini yang sudah terlalu sering kita
> dengar
> > adalah
> > >> bagaimana yang
> > >> jahat sering berhasil memanfaatkan yang baik
> untuk
> > mencapai
> > >> keperluannya.
> > >>
> > >> Sudah saatnya kini muncul orang-orang baik
> yang
> > mampu
> > >> memperalat para
> > >> penjahat untuk mencapai tujuan2 baiknya.
> > >>
> > >> Mudah-mudahan teman-teman dari PKS, dan
> > orang-orang baik
> > >> dari partai
> > >> lainnya juga, mau terus berjuang &
> bersabar
> > untuk
> > >> kebaikan rakyatnya.
> > >>
> > >>
> > >> Salam, HS
> > >>
> > >>
> > >> On 2/7/09, Alkhori M
> > <[email protected]> wrote:
> > >> > Pak Marda, PKS Memang Okay, Tapi,
> > >> >
> > >> > Tingkah laku politik di Indonesia perlu
> > dibenahi,
> > >> lihat contoh dibawah:
> > >> >
> > >> > *       Walikota Depok yang mantan Pres.
> PKS,
> > hampir
> > >> selalu diobok obok
> > >> > untuk menggoyang kursi beliau, tapi
> > alhamdulillah
> > >> sekarang badai itu telah
> > >> > berlalu. Tapi keadaan itu
> meng-refleksikan
> > betapa
> > >> bobroknya anggota DPR yang
> > >> > mereka lakukan adalah manuver politik
> belaka
> > dan
> > >> mereka lupa untuk
> > >> > memperjuankan nasib di kecil, yaitu
> rakyat
> > yang lagi
> > >> kesusahan sekarang ini.
> > >> >
> > >> > *       Bupati Bekasi, terus digoyang,
> hampir
> > tidak
> > >> ada hari tanpa gangguan,
> > >> > hingga akhirnya Gubernur Jabar
> memberhentikan
> > beliau.
> > >> Sang Bupati sangat
> > >> > dekat dengan penulis. Tapi Allah Karim,
> > sekarang
> > >> mantan Gubernur Jabar lagi
> > >> > diperiksa karena diduga terlibat korupsi
> > DAMKAR.
> > >> >
> > >> > Keadaan Partai Politik sekarang ini
> sangat
> > >> memprihatinkan, PKB dari dulu
> > >> > rebutan terus, PPP karena sudah bongsai
> > terlihat aman
> > >> dari luar, partai
> > >> > bentukan Da'i sejuta ummat juga
> diterpa
> > pasang
> > >> surut. Yang masih bertahan
> > >> > adalah PKS, memang PKS masih mempunyai
> > cahaya,
> > >> "walaupun hanya menyalakan
> > >> > sebatang lilin, tapi masih cukup untuk
> > menerangi orang
> > >> yang kegelapan" .
> > >> > Bagaimana partai partai yang lain,
> > tunjukanlah bahwa
> > >> kalian juga ingin
> > >> > membela rakyat kecil. Janganlah sebelum
> > berkuasa
> > >> mengatakan ingin membela
> > >> > wong cilik, tapi setelah berkuasa
> membela
> > wong licik
> > >> dan malahan harta dan
> > >> > asset negara pada disales alias tanzilat
> > alias
> > >> diobral.
> > >> >
> > >> > File terlampir enak untuk bacaan sekedar
> > rangsangan
> > >> agar kita kita bisa
> > >> > melakukan hal yang sama. Last but
> absolutely
> > not
> > >> least, dulu hampir setiap
> > >> > bulan rekan rekan dari PKS mengadakan
> > pengajian rutin
> > >> bulanan di rumah, tapi
> > >> > sekarang karena ada kesalahan teknis
> > pengajian
> > >> tersebut tidak pernah
> > >> > diadakan lagi.
> > >> >
> > >> >
> > >> >
> > >> > Alkhori M
> > >> >
> > >> > Alkhor Community
> > >> >
> > >> > Qatar
> > >> >
> > >> >
> > >>
> _______________________________________________
> > >> Is-lam mailing list
> > >> [email protected]
> > >>
> > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> > >
> > >
> > >
> > > _______________________________________________
> > > Is-lam mailing list
> > > [email protected]
> > >
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> > >
> > _______________________________________________
> > Is-lam mailing list
> > [email protected]
> > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> > 
> > _______________________________________________
> > Is-lam mailing list
> > [email protected]
> > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> 
>       
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
>  
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke