Makanya yang cocok tuh mbuat partai ya Partai Dhuafa, wis opo-opo pokoke 
malaikatan. Kalau tidak punya uang ya nggak kampanye. Kalau untuk birokrasi 
pencalonan diminta uang administrasi, ya minta dispensasi, atau buat kotak 
infaq. Nah yang dicalonkan harus yang pinter-pinter dengan syarat tambahan 
paling melarat:-) 

Brandingnya 'Dhuafa, apa adanya'. Kalau lagi mampu kampanye, ya boleh pakai 
kaos apa saja, kaos golkar, kaos pks, kaos pdi, kaos dagadu (matamu), dll, tapi 
nyoblosnya tetap harus partai Dhuafa:-)

Nah kalau lagi bisa buat bendera atau kaos, harus ditulisi "Kaos/benderanya apa 
saja, tapi nyoblosnya tetap Partai Dhuafa:-)

Ayo, setuju apa enggak? Kalau nggak setuju, ya GOLPUT saja:-)

Salam hangat
B. Samparan


--- On Fri, 2/27/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:

> From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Subject: Re: [is-lam] Pilihlah Pemimpin yang Saleh. Bukan yang Banyak Uang.
> To: [email protected]
> Date: Friday, February 27, 2009, 10:38 AM
> Ya berarti bener dong yg dikatakan oleh Nabi, trus kira2
> apanya yg mau diubah atau hendak diprotes kituh? Lha kan itu
> sudah ketentuan dari sononya. Tinggal sekarang siapa-siapa
> nih diri yg ngerasa/tdk ngerasa masuk ke lubang biawak itu,
> itu kan masalahnya. 
> 
> 
> Ini nurut pikiran ane yg lagi mumet lho :). Dan tentu
> rekan-rekan lain punya persepsi yg berbeda-beda dalam
> membaca gejala-gejala tsb.
> 
> :)
> Salam hangat
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]] On Behalf Of A
> Nizami
> Sent: Friday, February 27, 2009 8:40 AM
> To: is-lam
> Subject: [is-lam] Pilihlah Pemimpin yang Saleh. Bukan yang
> Banyak Uang.
> 
> 
> Assalamu'alaikum wr wb,
> 
> Dalam satu wawancara di TV, Inu Kencana (Dosen STPDN)
> menyatakan bahwa dia ditawari jadi calon Gubernur dan Calon
> Bupati oleh satu parpol yang berbau Islam. Namun sayangnya
> menurut Inul untuk jadi calon Bupati, dia dimintai uang Rp 3
> milyar. Sementara untuk jadi calon Gubernur dimintai uang Rp
> 8 milyar. Karena tidak punya uang, Inu pun mundur.
> 
> Pengurus parpol tersebut ketika dimintai keterangan sedikit
> membantah.. Katanya uang itu adalah dana untuk kampanye.
> Jadi kalau anggaran untuk kampanye misalnya Rp 8 milyar,
> diminta calon itu sanggupnya bayar berapa. Karena “tidak
> cocok”, akhirnya orang sebaik Inu gagal dicalonkan.
> 
> Di antara calon dari parpol tersebut yang berhasil maju di
> antaranya adalah dari institusi Polri.
> 
> Namun jika kita pikir-pikir, jika polisi dan dosen dimintai
> uang milyaran rupiah untuk jadi calon bupati atau calon
> gubernur, apakah parpol tersebut tidak sadar dia menyuruh
> orang jadi koruptor untuk jadi pemimpin? Berapa sih
> penghasilan polisi atau dosen? Apalagi survey TII baru-baru
> ini menyatakan Polri sebagai lembaga terkorup.
> 
> Bagaimana bisa didapat pemimpin yang bersih jika calon
> pemimpin dimintai uang milyaran rupiah padahal mereka cuma
> PNS atau polisi? Kalau pun mereka bisa pinjam uang milyaran
> rupiah, jika berhasil mereka bukan berbakti pada rakyatnya
> tapi justru “balas budi” kepada donaturnya. Jika gagal,
> mereka bisa stress seperti satu calon bupati di Jawa Timur
> yang jadi gila.
> 
> Dalam Islam yang harus dijadikan pemimpin adalah orang yang
> amanah, cerdas, benar, dan pintar berkomunikasi. Bukan orang
> yang banyak uang. Nabi Muhammad adalah orang sederhana,
> demikian pula Sayidina Ali. Abu Sofyan jauh lebih kaya. Toh
> ummat Islam memilih orang yang sederhana seperti Nabi
> Muhammad SAW dan Sayidina Ali sebagai pemimpin. Bukan Abu
> Sofyan.
> 
> Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum maka
> dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang
> bijaksana dan dijadikan ulama-ulama mereka menangani hukum
> dan peradilan. Juga Allah jadikan harta-benda di tangan
> orang-orang yang dermawan. Namun, jika Allah menghendaki
> keburukan bagi suatu kaum maka Dia menjadikan
> pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang berakhlak rendah.
> DijadikanNya orang-orang dungu yang menangani hukum dan
> peradilan, dan harta berada di tangan orang-orang kikir.
> (HR. Ad-Dailami)
> 
> Hendaknya ummat Islam memilih pemimpin yang saleh dan
> berilmu sehingga mereka bisa memimpin dan menunjuki
> ummatnya. Bukan pemimpin yang korup atau awam dalam
> agama/umum sehingga justru rakyatnya yang menunjuki
> pemimpinnya.
> 
> Orang yang memilih pemimpin yang awam atau berakhlak buruk,
> akan berakhir di neraka karena disesatkan oleh pemimpin
> mereka:
> 
> “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam
> neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata
> kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul." 
> “Dan mereka berkata;:"Ya Tuhan kami, sesungguhnya
> kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar
> kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang
> benar).” [Al Ahzab:66-67]
> 
> Kadang ada orang yang meski dikenal sebagai ustad, namun
> Islamnya tidak kaaffah (menyeluruh). Dia bisa mengajari
> murid-muridnya soal shalat, puasa, dan haji dengan baik.
> Tapi dalam hal ekonomi, dia justru mengikuti kaum Yahudi dan
> Nashara dengan mengikuti sistem Neoliberalis Kapitalis yang
> menyengsarakan ummat manusia..
> 
> Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu
> sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga
> kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut
> memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, "Siapa
> 'mereka' yang baginda maksudkan itu, ya
> Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang-orang Yahudi
> dan Nasrani." (HR. Bukhari)
> 
> Sebagai contoh ada elit parpol dakwah yang berwenang
> memimpin komisi DPR di bidang ESDM, ternyata kebijakan migas
> yang ditempuh mengikuti kepentingan pasar sehingga migas
> harganya meroket, sering langka, dan menyengsarakan seluruh
> rakyat. Dia membiarkan migas Indonesia dikuasai oleh
> perusahaan2 migas dari negara2 kuffar yang membantai ummat
> Islam di Iraq dan Afghanistan.
> 
> Padahal pemimpin Islam harus mengikuti sunnah Nabi yang
> “Menasionalisasi” sumber air yang dimiliki orang Yahudi
> hingga bisa dinikmati gratis oleh ummat Islam. Nabi Muhammad
> tidak pernah membiarkan kekayaan alam yang dimiliki ummat
> Islam dikuasai oleh musuh Islam. Bahkan Nabi pernah mengusir
> kaum Yahudi dari Madinah karena mereka berkhianat ingin
> membunuh ummat Islam.
> 
> Pemimpin Islam harus mengikuti sunnah Nabi secara
> menyeluruh. Bukan cuma masalah shalat, puasa, dan haji, tapi
> juga sistem ekonomi memakai sistem ekonomi Islam. Sebagai
> contoh tidak layak ummat Islam dalam hal harga minyak
> mengikuti harga pasar komoditas NYMEX yang tidak sesuai
> dengan Islam karena sebagian besar jual-beli hanya dilakukan
> oleh para spekulan tanpa ada perpindahan tempat dari penjual
> ke pembeli. Padahal dalam Islam harus ada perpindahan tempat
> ke pembeli hingga barang mengalir langsung dari produsen ke
> distributor, retailer, dan pembeli/pemakai. Ada pun di pasar
> Komoditas kontrak minyak cuma berputar2 selama 72 bulan
> antar spekulan hingga harga minyak membubung dari US$
> 24/barrel jadi US$ 147/barrel. Padahal 80% minyak di
> produksi sendiri oleh Indonesia dengan biaya lifting hanya
> US$ 10/barrel.
> 
> “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam
> Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah
> syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata
> bagimu.” [Al Baqarah:208]
> 
> Meminta uang kepada seseorang agar jadi calon itu mirip
> seperti suap:
> 
> Allah melaknat penyuap, penerima suap dan yang memberi
> peluang bagi mereka. (HR. Ahmad)
> 
> Keberhasilan beberapa calon seperti Walikota Depok yang
> mengalahkan saingannya yang punya dana lebih banyak
> menunjukkan bahwa uang banyak bukan penentu kemenangan dalam
> pemilu. Rakyat lebih memilih calon pemimpin yang populer dan
> bersih ketimbang calon pemimpin yang banyak uang tapi
> image-nya tidak bersih..
> 
> Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.
> 
> ===
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> Informasi selengkapnya ada di:
> http://www.media-islam.or.id
> Ingin belajar Islam?
> Kirim email ke: [email protected]
> 
> 
>       Berbagi video sambil chatting dengan teman di
> Messenger. Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru.
> http://id.messenger.yahoo.com
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke