Maksudnya bukan begitu mas Bango.
Maksudnya sebaiknya parpol tidak memintai orang yang ditawarkan jadi calon 
gubernur, bupati, dsb uang milyaran rupiah. 
Itu tidak baik karena akhirnya akan melahirkan pemimpin2 yang korup atau nanti 
kalau berhasil hanya akan membalas budi pada donaturnya. Bukan berbakti pada 
rakyat.

Kalau mau mencalonkan, silahkan. Tapi calon jangan dimintai uang. Terserah 
nanti si calon tsb mau mengeluarkan uang sendiri untuk spanduk, dsb. Dan 
pendukungnya kan bisa buka kocek sendiri untuk kampanye.

Tapi kalau Deddy Mizwar bisa jadi capres, tanpa spanduk pun orang di TPS sudah 
tahu siapa dia. Dan liputan media massa akan menampilkan DM dgn visi dan 
misinya tanpa harus bayar uang untuk iklan.

===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]


--- Pada Kam, 26/2/09, Bango Samparan <[email protected]> menulis:

> Dari: Bango Samparan <[email protected]>
> Topik: Re: [is-lam] Pilihlah Pemimpin yang Saleh. Bukan yang Banyak Uang.
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Kamis, 26 Februari, 2009, 8:07 PM
> Makanya yang cocok tuh mbuat partai
> ya Partai Dhuafa, wis opo-opo pokoke malaikatan. Kalau tidak
> punya uang ya nggak kampanye. Kalau untuk birokrasi
> pencalonan diminta uang administrasi, ya minta dispensasi,
> atau buat kotak infaq. Nah yang dicalonkan harus yang
> pinter-pinter dengan syarat tambahan paling melarat:-) 
> 
> Brandingnya 'Dhuafa, apa adanya'. Kalau lagi mampu
> kampanye, ya boleh pakai kaos apa saja, kaos golkar, kaos
> pks, kaos pdi, kaos dagadu (matamu), dll, tapi nyoblosnya
> tetap harus partai Dhuafa:-)
> 
> Nah kalau lagi bisa buat bendera atau kaos, harus ditulisi
> "Kaos/benderanya apa saja, tapi nyoblosnya tetap Partai
> Dhuafa:-)
> 
> Ayo, setuju apa enggak? Kalau nggak setuju, ya GOLPUT
> saja:-)
> 
> Salam hangat
> B. Samparan
> 
> 
> --- On Fri, 2/27/09, Dewa Gede Permana <[email protected]>
> wrote:
> 
> > From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> > Subject: Re: [is-lam] Pilihlah Pemimpin yang Saleh.
> Bukan yang Banyak Uang.
> > To: [email protected]
> > Date: Friday, February 27, 2009, 10:38 AM
> > Ya berarti bener dong yg dikatakan oleh Nabi, trus
> kira2
> > apanya yg mau diubah atau hendak diprotes kituh? Lha
> kan itu
> > sudah ketentuan dari sononya. Tinggal sekarang
> siapa-siapa
> > nih diri yg ngerasa/tdk ngerasa masuk ke lubang biawak
> itu,
> > itu kan masalahnya. 
> > 
> > 
> > Ini nurut pikiran ane yg lagi mumet lho :). Dan tentu
> > rekan-rekan lain punya persepsi yg berbeda-beda dalam
> > membaca gejala-gejala tsb.
> > 
> > :)
> > Salam hangat
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected]
> > [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of A
> > Nizami
> > Sent: Friday, February 27, 2009 8:40 AM
> > To: is-lam
> > Subject: [is-lam] Pilihlah Pemimpin yang Saleh. Bukan
> yang
> > Banyak Uang.
> > 
> > 
> > Assalamu'alaikum wr wb,
> > 
> > Dalam satu wawancara di TV, Inu Kencana (Dosen STPDN)
> > menyatakan bahwa dia ditawari jadi calon Gubernur dan
> Calon
> > Bupati oleh satu parpol yang berbau Islam. Namun
> sayangnya
> > menurut Inul untuk jadi calon Bupati, dia dimintai
> uang Rp 3
> > milyar. Sementara untuk jadi calon Gubernur dimintai
> uang Rp
> > 8 milyar. Karena tidak punya uang, Inu pun mundur.
> > 
> > Pengurus parpol tersebut ketika dimintai keterangan
> sedikit
> > membantah.. Katanya uang itu adalah dana untuk
> kampanye.
> > Jadi kalau anggaran untuk kampanye misalnya Rp 8
> milyar,
> > diminta calon itu sanggupnya bayar berapa. Karena
> “tidak
> > cocok”, akhirnya orang sebaik Inu gagal dicalonkan.
> > 
> > Di antara calon dari parpol tersebut yang berhasil
> maju di
> > antaranya adalah dari institusi Polri.
> > 
> > Namun jika kita pikir-pikir, jika polisi dan dosen
> dimintai
> > uang milyaran rupiah untuk jadi calon bupati atau
> calon
> > gubernur, apakah parpol tersebut tidak sadar dia
> menyuruh
> > orang jadi koruptor untuk jadi pemimpin? Berapa sih
> > penghasilan polisi atau dosen? Apalagi survey TII
> baru-baru
> > ini menyatakan Polri sebagai lembaga terkorup.
> > 
> > Bagaimana bisa didapat pemimpin yang bersih jika
> calon
> > pemimpin dimintai uang milyaran rupiah padahal mereka
> cuma
> > PNS atau polisi? Kalau pun mereka bisa pinjam uang
> milyaran
> > rupiah, jika berhasil mereka bukan berbakti pada
> rakyatnya
> > tapi justru “balas budi” kepada donaturnya. Jika
> gagal,
> > mereka bisa stress seperti satu calon bupati di Jawa
> Timur
> > yang jadi gila.
> > 
> > Dalam Islam yang harus dijadikan pemimpin adalah orang
> yang
> > amanah, cerdas, benar, dan pintar berkomunikasi. Bukan
> orang
> > yang banyak uang. Nabi Muhammad adalah orang
> sederhana,
> > demikian pula Sayidina Ali. Abu Sofyan jauh lebih
> kaya. Toh
> > ummat Islam memilih orang yang sederhana seperti Nabi
> > Muhammad SAW dan Sayidina Ali sebagai pemimpin. Bukan
> Abu
> > Sofyan.
> > 
> > Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum
> maka
> > dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang
> > bijaksana dan dijadikan ulama-ulama mereka menangani
> hukum
> > dan peradilan. Juga Allah jadikan harta-benda di
> tangan
> > orang-orang yang dermawan. Namun, jika Allah
> menghendaki
> > keburukan bagi suatu kaum maka Dia menjadikan
> > pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang berakhlak
> rendah.
> > DijadikanNya orang-orang dungu yang menangani hukum
> dan
> > peradilan, dan harta berada di tangan orang-orang
> kikir.
> > (HR. Ad-Dailami)
> > 
> > Hendaknya ummat Islam memilih pemimpin yang saleh dan
> > berilmu sehingga mereka bisa memimpin dan menunjuki
> > ummatnya. Bukan pemimpin yang korup atau awam dalam
> > agama/umum sehingga justru rakyatnya yang menunjuki
> > pemimpinnya.
> > 
> > Orang yang memilih pemimpin yang awam atau berakhlak
> buruk,
> > akan berakhir di neraka karena disesatkan oleh
> pemimpin
> > mereka:
> > 
> > “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam
> > neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata
> > kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul."
> 
> > “Dan mereka berkata;:"Ya Tuhan kami, sesungguhnya
> > kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan
> pembesar-pembesar
> > kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang
> > benar).” [Al Ahzab:66-67]
> > 
> > Kadang ada orang yang meski dikenal sebagai ustad,
> namun
> > Islamnya tidak kaaffah (menyeluruh). Dia bisa
> mengajari
> > murid-muridnya soal shalat, puasa, dan haji dengan
> baik.
> > Tapi dalam hal ekonomi, dia justru mengikuti kaum
> Yahudi dan
> > Nashara dengan mengikuti sistem Neoliberalis Kapitalis
> yang
> > menyengsarakan ummat manusia..
> > 
> > Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu
> > sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta,
> sehingga
> > kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut
> > memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, "Siapa
> > 'mereka' yang baginda maksudkan itu, ya
> > Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang-orang Yahudi
> > dan Nasrani." (HR. Bukhari)
> > 
> > Sebagai contoh ada elit parpol dakwah yang berwenang
> > memimpin komisi DPR di bidang ESDM, ternyata kebijakan
> migas
> > yang ditempuh mengikuti kepentingan pasar sehingga
> migas
> > harganya meroket, sering langka, dan menyengsarakan
> seluruh
> > rakyat. Dia membiarkan migas Indonesia dikuasai oleh
> > perusahaan2 migas dari negara2 kuffar yang membantai
> ummat
> > Islam di Iraq dan Afghanistan.
> > 
> > Padahal pemimpin Islam harus mengikuti sunnah Nabi
> yang
> > “Menasionalisasi” sumber air yang dimiliki orang
> Yahudi
> > hingga bisa dinikmati gratis oleh ummat Islam. Nabi
> Muhammad
> > tidak pernah membiarkan kekayaan alam yang dimiliki
> ummat
> > Islam dikuasai oleh musuh Islam. Bahkan Nabi pernah
> mengusir
> > kaum Yahudi dari Madinah karena mereka berkhianat
> ingin
> > membunuh ummat Islam.
> > 
> > Pemimpin Islam harus mengikuti sunnah Nabi secara
> > menyeluruh. Bukan cuma masalah shalat, puasa, dan
> haji, tapi
> > juga sistem ekonomi memakai sistem ekonomi Islam.
> Sebagai
> > contoh tidak layak ummat Islam dalam hal harga minyak
> > mengikuti harga pasar komoditas NYMEX yang tidak
> sesuai
> > dengan Islam karena sebagian besar jual-beli hanya
> dilakukan
> > oleh para spekulan tanpa ada perpindahan tempat dari
> penjual
> > ke pembeli. Padahal dalam Islam harus ada perpindahan
> tempat
> > ke pembeli hingga barang mengalir langsung dari
> produsen ke
> > distributor, retailer, dan pembeli/pemakai. Ada pun di
> pasar
> > Komoditas kontrak minyak cuma berputar2 selama 72
> bulan
> > antar spekulan hingga harga minyak membubung dari US$
> > 24/barrel jadi US$ 147/barrel. Padahal 80% minyak di
> > produksi sendiri oleh Indonesia dengan biaya lifting
> hanya
> > US$ 10/barrel.
> > 
> > “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke
> dalam
> > Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut
> langkah-langkah
> > syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata
> > bagimu.” [Al Baqarah:208]
> > 
> > Meminta uang kepada seseorang agar jadi calon itu
> mirip
> > seperti suap:
> > 
> > Allah melaknat penyuap, penerima suap dan yang
> memberi
> > peluang bagi mereka. (HR. Ahmad)
> > 
> > Keberhasilan beberapa calon seperti Walikota Depok
> yang
> > mengalahkan saingannya yang punya dana lebih banyak
> > menunjukkan bahwa uang banyak bukan penentu kemenangan
> dalam
> > pemilu. Rakyat lebih memilih calon pemimpin yang
> populer dan
> > bersih ketimbang calon pemimpin yang banyak uang tapi
> > image-nya tidak bersih..
> > 
> > Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.
> > 
> > ===
> > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1..1490
> > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> > Informasi selengkapnya ada di:
> > http://www.media-islam.or.id
> > Ingin belajar Islam?
> > Kirim email ke: [email protected]
> > 
> > 
> >       Berbagi video sambil
> chatting dengan teman di
> > Messenger. Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger
> baru.
> > http://id.messenger.yahoo.com
> > 
> > _______________________________________________
> > Is-lam mailing list
> > [email protected]
> > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> > 
> > _______________________________________________
> > Is-lam mailing list
> > [email protected]
> > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> 
>       
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


      Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke