Apa yg diuraikan Mas Nizami itu memang sudah benar demikian faktanya. Sekarang 
tinggal kita-kita aja akan berespon seperti apa terhadap tayangan sinetron 
kehidupan semacam itu. Badan lahiriyah so pasti gak bisa menghindar, tapi 
kesadaran bathin kan bisa keluar dari situasi itu. Apakah nanti pada akhirnya 
sampeyan akan semakin tunduk sujud atas kebenaran-kebenaran yg sudah 
jelas-jelas ditampakkan didepan mata ini; ataukah sampeyan malah mau berontak 
atas situasi yg serba panas dan kacau beliau begini dan lantas ikut-ikutan 
nge-trik, ataukah lebih parah lagi malah secara tidak sadar memprotes keadilan 
Gusti Allah. Disinilah masing2 dari kita diuji, mau dilabuhkan kemana diri ini.

 

Kalo sekedar freedom from food mah gak harus jadi caleg atuh, ngamen juga bisa. 
Yang susah itu ya freedom from body karena kudu mati dulu. J

 

Kira-kira begitchu…

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of Mawan Sugiyanto
Sent: Friday, February 27, 2009 11:22 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Pilihlah Pemimpin yang Saleh. Bukan yang Banyak Uang.

 


hiks hiks ... 

jadi ingat lagi .. kemarin baca-baca ttg UMAR BIN ABDUL AZIZ, buyute UMAR BIN 
KHATAB, kalau ada calon yang ya ... seenggaknya punya mental seperti ini ... 
wis GRATIS ... tak coblos ...eh tak contreng. Partai apa pun ... ini khalifah 
kan melewati jaman rusak2an, politik perebutan tinggi, ibarat jaman reformasi, 
kalau khilafah lain kan sudah terbentuk. 

sebenernya apa sih yang dicari yo ... ? mestinya kalau untuk makan, kalo dah 
jadi Caleg itu kan mestinya udah freedom from food... kalo cuman untuk nyari 10 
piring sehari aja. itu juga cuman 5 tahun ....


hiks hiks ... 



--- On Fri, 2/27/09, A Nizami <[email protected]> wrote:


From: A Nizami <[email protected]>
Subject: [is-lam] Pilihlah Pemimpin yang Saleh. Bukan yang Banyak Uang.
To: "is-lam" <[email protected]>
Date: Friday, February 27, 2009, 8:39 AM


Assalamu'alaikum wr wb,

Dalam satu wawancara di TV, Inu Kencana (Dosen STPDN) menyatakan bahwa dia 
ditawari jadi calon Gubernur dan Calon Bupati oleh satu parpol yang berbau 
Islam. Namun sayangnya menurut Inul untuk jadi calon Bupati, dia dimintai uang 
Rp 3 milyar. Sementara untuk jadi calon Gubernur dimintai uang Rp 8 milyar. 
Karena tidak punya uang, Inu pun mundur.

Pengurus parpol tersebut ketika dimintai keterangan sedikit membantah.. Katanya 
uang itu adalah dana untuk kampanye. Jadi kalau anggaran untuk kampanye 
misalnya Rp 8 milyar, diminta calon itu sanggupnya bayar berapa. Karena “tidak 
cocok”, akhirnya orang sebaik Inu gagal dicalonkan.

Di antara calon dari parpol tersebut yang berhasil maju di antaranya adalah 
dari institusi Polri.

Namun jika kita pikir-pikir, jika polisi dan dosen dimintai uang milyaran 
rupiah untuk jadi calon bupati atau calon gubernur, apakah parpol tersebut 
tidak sadar dia menyuruh orang jadi koruptor untuk jadi pemimpin? Berapa sih 
penghasilan polisi atau dosen? Apalagi survey TII baru-baru ini menyatakan 
Polri sebagai lembaga terkorup.

Bagaimana bisa didapat pemimpin yang bersih jika calon pemimpin dimintai uang 
milyaran rupiah padahal mereka cuma PNS atau polisi? Kalau pun mereka bisa 
pinjam uang milyaran rupiah, jika berhasil mereka bukan berbakti pada rakyatnya 
tapi justru “balas budi” kepada donaturnya. Jika gagal, mereka bisa stress 
seperti satu calon bupati di Jawa Timur yang jadi gila.

Dalam Islam yang harus dijadikan pemimpin adalah orang yang amanah, cerdas, 
benar, dan pintar berkomunikasi. Bukan orang yang banyak uang. Nabi Muhammad 
adalah orang sederhana, demikian pula Sayidina Ali. Abu Sofyan jauh lebih kaya. 
Toh ummat Islam memilih orang yang sederhana seperti Nabi Muhammad SAW dan 
Sayidina Ali sebagai pemimpin. Bukan Abu Sofyan.

Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum maka dijadikan 
pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang bijaksana dan dijadikan ulama-ulama 
mereka menangani hukum dan peradilan. Juga Allah jadikan harta-benda di tangan 
orang-orang yang dermawan. Namun, jika Allah menghendaki keburukan bagi suatu 
kaum maka Dia menjadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang berakhlak 
rendah. DijadikanNya orang-orang dungu yang menangani hukum dan peradilan, dan 
harta berada di tangan orang-orang kikir. (HR. Ad-Dailami)

Hendaknya ummat Islam memilih pemimpin yang saleh dan berilmu sehingga mereka 
bisa memimpin dan menunjuki ummatnya. Bukan pemimpin yang korup atau awam dalam 
agama/umum sehingga justru rakyatnya yang menunjuki pemimpinnya.

Orang yang memilih pemimpin yang awam atau berakhlak buruk, akan berakhir di 
neraka karena disesatkan oleh pemimpin mereka:

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: 
"Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada 
Rasul." 
“Dan mereka berkata;:"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati 
pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari 
jalan (yang benar).” [Al Ahzab:66-67]

Kadang ada orang yang meski dikenal sebagai ustad, namun Islamnya tidak kaaffah 
(menyeluruh). Dia bisa mengajari murid-muridnya soal shalat, puasa, dan haji 
dengan baik. Tapi dalam hal ekonomi, dia justru mengikuti kaum Yahudi dan 
Nashara dengan mengikuti sistem Neoliberalis Kapitalis yang menyengsarakan 
ummat manusia..

Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal 
dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu 
ikut memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, "Siapa 'mereka' yang baginda 
maksudkan itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang-orang Yahudi dan 
Nasrani." (HR. Bukhari)

Sebagai contoh ada elit parpol dakwah yang berwenang memimpin komisi DPR di 
bidang ESDM, ternyata kebijakan migas yang ditempuh mengikuti kepentingan pasar 
sehingga migas harganya meroket, sering langka, dan menyengsarakan seluruh 
rakyat. Dia membiarkan migas Indonesia dikuasai oleh perusahaan2 migas dari 
negara2 kuffar yang membantai ummat Islam di Iraq dan Afghanistan.

Padahal pemimpin Islam harus mengikuti sunnah Nabi yang “Menasionalisasi” 
sumber air yang dimiliki orang Yahudi hingga bisa dinikmati gratis oleh ummat 
Islam. Nabi Muhammad tidak pernah membiarkan kekayaan alam yang dimiliki ummat 
Islam dikuasai oleh musuh Islam. Bahkan Nabi pernah mengusir kaum Yahudi dari 
Madinah karena mereka berkhianat ingin membunuh ummat Islam.

Pemimpin Islam harus mengikuti sunnah Nabi secara menyeluruh. Bukan cuma 
masalah shalat, puasa, dan haji, tapi juga sistem ekonomi memakai sistem 
ekonomi Islam. Sebagai contoh tidak layak ummat Islam dalam hal harga minyak 
mengikuti harga pasar komoditas NYMEX yang tidak sesuai dengan Islam karena 
sebagian besar jual-beli hanya dilakukan oleh para spekulan tanpa ada 
perpindahan tempat dari penjual ke pembeli. Padahal dalam Islam harus ada 
perpindahan tempat ke pembeli hingga barang mengalir langsung dari produsen ke 
distributor, retailer, dan pembeli/pemakai. Ada pun di pasar Komoditas kontrak 
minyak cuma berputar2 selama 72 bulan antar spekulan hingga harga minyak 
membubung dari US$ 24/barrel jadi US$ 147/barrel. Padahal 80% minyak di 
produksi sendiri oleh Indonesia dengan biaya lifting hanya US$ 10/barrel.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan 
janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh 
yang nyata bagimu.” [Al Baqarah:208]

Meminta uang kepada seseorang agar jadi calon itu mirip seperti suap:

Allah melaknat penyuap, penerima suap dan yang memberi peluang bagi mereka. 
(HR. Ahmad)

Keberhasilan beberapa calon seperti Walikota Depok yang mengalahkan saingannya 
yang punya dana lebih banyak menunjukkan bahwa uang banyak bukan penentu 
kemenangan dalam pemilu. Rakyat lebih memilih calon pemimpin yang populer dan 
bersih ketimbang calon pemimpin yang banyak uang tapi image-nya tidak bersih..

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]


      Berbagi video sambil chatting dengan teman di Messenger. Sekarang bisa 
dengan Yahoo! Messenger baru. http://id.messenger.yahoo.com

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke