Ha-ha-ha... ini namanya mencuri start, dan mencuri hukumnya haram kata pak kyai.
Tapi kalo ente2 dah sukses mencuri hati rakyat, rasakan ente2 bener2 bakal jadi 
pemimpin atawa penguasa.
Tapi juga nih, kalo ente2 jadi penguasa, pak kyai juga akan bilang ente2 akan 
cenderung korupsi. Kalo keliru langkah sedikit aja ente2 bakal berasa klojotan 
kayak cacing kepanasan. Tuh siklus muter kayak gangsing en gak kemana-mana, 
kaki blas gak melangkah maju. Pas ngadepin sakaratul maut pada bingung krn 
masih diglandoti rasa enak-gak enak, rasa duniawi, padahal Rasulullah dah 
bilang tuk banyak-banyak persiapkan diri sebaik mungkin kehidupan akhirat. Dah 
tinggal pilih mo yang mana? Ayo yang dipilih... yang dipilih... sepuluh rebu 
tiga... sepuluh rebu tiga...

Dah ah mo jumatan...

:)
Salam hangat

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of Bango Samparan
Sent: Friday, February 27, 2009 11:07 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Pilihlah Pemimpin yang Saleh. Bukan yang Banyak Uang.

Makanya yang cocok tuh mbuat partai ya Partai Dhuafa, wis opo-opo pokoke 
malaikatan. Kalau tidak punya uang ya nggak kampanye. Kalau untuk birokrasi 
pencalonan diminta uang administrasi, ya minta dispensasi, atau buat kotak 
infaq. Nah yang dicalonkan harus yang pinter-pinter dengan syarat tambahan 
paling melarat:-) 

Brandingnya 'Dhuafa, apa adanya'. Kalau lagi mampu kampanye, ya boleh pakai 
kaos apa saja, kaos golkar, kaos pks, kaos pdi, kaos dagadu (matamu), dll, tapi 
nyoblosnya tetap harus partai Dhuafa:-)

Nah kalau lagi bisa buat bendera atau kaos, harus ditulisi "Kaos/benderanya apa 
saja, tapi nyoblosnya tetap Partai Dhuafa:-)

Ayo, setuju apa enggak? Kalau nggak setuju, ya GOLPUT saja:-)

Salam hangat
B. Samparan


--- On Fri, 2/27/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:

> From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Subject: Re: [is-lam] Pilihlah Pemimpin yang Saleh. Bukan yang Banyak Uang.
> To: [email protected]
> Date: Friday, February 27, 2009, 10:38 AM
> Ya berarti bener dong yg dikatakan oleh Nabi, trus kira2
> apanya yg mau diubah atau hendak diprotes kituh? Lha kan itu
> sudah ketentuan dari sononya. Tinggal sekarang siapa-siapa
> nih diri yg ngerasa/tdk ngerasa masuk ke lubang biawak itu,
> itu kan masalahnya. 
> 
> 
> Ini nurut pikiran ane yg lagi mumet lho :). Dan tentu
> rekan-rekan lain punya persepsi yg berbeda-beda dalam
> membaca gejala-gejala tsb.
> 
> :)
> Salam hangat
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]] On Behalf Of A
> Nizami
> Sent: Friday, February 27, 2009 8:40 AM
> To: is-lam
> Subject: [is-lam] Pilihlah Pemimpin yang Saleh. Bukan yang
> Banyak Uang.
> 
> 
> Assalamu'alaikum wr wb,
> 
> Dalam satu wawancara di TV, Inu Kencana (Dosen STPDN)
> menyatakan bahwa dia ditawari jadi calon Gubernur dan Calon
> Bupati oleh satu parpol yang berbau Islam. Namun sayangnya
> menurut Inul untuk jadi calon Bupati, dia dimintai uang Rp 3
> milyar. Sementara untuk jadi calon Gubernur dimintai uang Rp
> 8 milyar. Karena tidak punya uang, Inu pun mundur.
> 
> Pengurus parpol tersebut ketika dimintai keterangan sedikit
> membantah.. Katanya uang itu adalah dana untuk kampanye.
> Jadi kalau anggaran untuk kampanye misalnya Rp 8 milyar,
> diminta calon itu sanggupnya bayar berapa. Karena “tidak
> cocok”, akhirnya orang sebaik Inu gagal dicalonkan.
> 
> Di antara calon dari parpol tersebut yang berhasil maju di
> antaranya adalah dari institusi Polri.
> 
> Namun jika kita pikir-pikir, jika polisi dan dosen dimintai
> uang milyaran rupiah untuk jadi calon bupati atau calon
> gubernur, apakah parpol tersebut tidak sadar dia menyuruh
> orang jadi koruptor untuk jadi pemimpin? Berapa sih
> penghasilan polisi atau dosen? Apalagi survey TII baru-baru
> ini menyatakan Polri sebagai lembaga terkorup.
> 
> Bagaimana bisa didapat pemimpin yang bersih jika calon
> pemimpin dimintai uang milyaran rupiah padahal mereka cuma
> PNS atau polisi? Kalau pun mereka bisa pinjam uang milyaran
> rupiah, jika berhasil mereka bukan berbakti pada rakyatnya
> tapi justru “balas budi” kepada donaturnya. Jika gagal,
> mereka bisa stress seperti satu calon bupati di Jawa Timur
> yang jadi gila.
> 
> Dalam Islam yang harus dijadikan pemimpin adalah orang yang
> amanah, cerdas, benar, dan pintar berkomunikasi. Bukan orang
> yang banyak uang. Nabi Muhammad adalah orang sederhana,
> demikian pula Sayidina Ali. Abu Sofyan jauh lebih kaya. Toh
> ummat Islam memilih orang yang sederhana seperti Nabi
> Muhammad SAW dan Sayidina Ali sebagai pemimpin. Bukan Abu
> Sofyan.
> 
> Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum maka
> dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang
> bijaksana dan dijadikan ulama-ulama mereka menangani hukum
> dan peradilan. Juga Allah jadikan harta-benda di tangan
> orang-orang yang dermawan. Namun, jika Allah menghendaki
> keburukan bagi suatu kaum maka Dia menjadikan
> pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang berakhlak rendah.
> DijadikanNya orang-orang dungu yang menangani hukum dan
> peradilan, dan harta berada di tangan orang-orang kikir.
> (HR. Ad-Dailami)
> 
> Hendaknya ummat Islam memilih pemimpin yang saleh dan
> berilmu sehingga mereka bisa memimpin dan menunjuki
> ummatnya. Bukan pemimpin yang korup atau awam dalam
> agama/umum sehingga justru rakyatnya yang menunjuki
> pemimpinnya.
> 
> Orang yang memilih pemimpin yang awam atau berakhlak buruk,
> akan berakhir di neraka karena disesatkan oleh pemimpin
> mereka:
> 
> “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam
> neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata
> kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul." 
> “Dan mereka berkata;:"Ya Tuhan kami, sesungguhnya
> kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar
> kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang
> benar).” [Al Ahzab:66-67]
> 
> Kadang ada orang yang meski dikenal sebagai ustad, namun
> Islamnya tidak kaaffah (menyeluruh). Dia bisa mengajari
> murid-muridnya soal shalat, puasa, dan haji dengan baik.
> Tapi dalam hal ekonomi, dia justru mengikuti kaum Yahudi dan
> Nashara dengan mengikuti sistem Neoliberalis Kapitalis yang
> menyengsarakan ummat manusia..
> 
> Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu
> sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga
> kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut
> memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, "Siapa
> 'mereka' yang baginda maksudkan itu, ya
> Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang-orang Yahudi
> dan Nasrani." (HR. Bukhari)
> 
> Sebagai contoh ada elit parpol dakwah yang berwenang
> memimpin komisi DPR di bidang ESDM, ternyata kebijakan migas
> yang ditempuh mengikuti kepentingan pasar sehingga migas
> harganya meroket, sering langka, dan menyengsarakan seluruh
> rakyat. Dia membiarkan migas Indonesia dikuasai oleh
> perusahaan2 migas dari negara2 kuffar yang membantai ummat
> Islam di Iraq dan Afghanistan.
> 
> Padahal pemimpin Islam harus mengikuti sunnah Nabi yang
> “Menasionalisasi” sumber air yang dimiliki orang Yahudi
> hingga bisa dinikmati gratis oleh ummat Islam. Nabi Muhammad
> tidak pernah membiarkan kekayaan alam yang dimiliki ummat
> Islam dikuasai oleh musuh Islam. Bahkan Nabi pernah mengusir
> kaum Yahudi dari Madinah karena mereka berkhianat ingin
> membunuh ummat Islam.
> 
> Pemimpin Islam harus mengikuti sunnah Nabi secara
> menyeluruh. Bukan cuma masalah shalat, puasa, dan haji, tapi
> juga sistem ekonomi memakai sistem ekonomi Islam. Sebagai
> contoh tidak layak ummat Islam dalam hal harga minyak
> mengikuti harga pasar komoditas NYMEX yang tidak sesuai
> dengan Islam karena sebagian besar jual-beli hanya dilakukan
> oleh para spekulan tanpa ada perpindahan tempat dari penjual
> ke pembeli. Padahal dalam Islam harus ada perpindahan tempat
> ke pembeli hingga barang mengalir langsung dari produsen ke
> distributor, retailer, dan pembeli/pemakai. Ada pun di pasar
> Komoditas kontrak minyak cuma berputar2 selama 72 bulan
> antar spekulan hingga harga minyak membubung dari US$
> 24/barrel jadi US$ 147/barrel. Padahal 80% minyak di
> produksi sendiri oleh Indonesia dengan biaya lifting hanya
> US$ 10/barrel.
> 
> “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam
> Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah
> syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata
> bagimu.” [Al Baqarah:208]
> 
> Meminta uang kepada seseorang agar jadi calon itu mirip
> seperti suap:
> 
> Allah melaknat penyuap, penerima suap dan yang memberi
> peluang bagi mereka. (HR. Ahmad)
> 
> Keberhasilan beberapa calon seperti Walikota Depok yang
> mengalahkan saingannya yang punya dana lebih banyak
> menunjukkan bahwa uang banyak bukan penentu kemenangan dalam
> pemilu. Rakyat lebih memilih calon pemimpin yang populer dan
> bersih ketimbang calon pemimpin yang banyak uang tapi
> image-nya tidak bersih..
> 
> Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.
> 
> ===
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> Informasi selengkapnya ada di:
> http://www.media-islam.or.id
> Ingin belajar Islam?
> Kirim email ke: [email protected]
> 
> 
>       Berbagi video sambil chatting dengan teman di
> Messenger. Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru.
> http://id.messenger.yahoo.com
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke