Tulisan awal terkirim sebelum selesai, saya lengkapi dan koreksi, sekaligus
menjawab mas Dewa Gede Permana. Sudah nggak mikir Quota nih, itung-itung biar
ramelah milist ini, asal tidak gegeran:-)
Salam hangat
B. Samparan
Suhu (guru) Alkhori, kami sebagai murid sebetulnya sudah menanggapi tho. Mohon
maaf, tampaknya suhu tidak menggubris tanggapan kami:-) Misalnya, teecu (murid)
sudah menjelaskan mengenai justru yang kaku itu adalah aqidah dan yang luwes
justru fikih, tapi suhu ya jalan terus. Mau apa lagi yah:-)
Lapis ilmu itu sering dipilah menjadi ontologi, epistemologi, aksiologi,
ideologi, lalu sains. Seluruh bidang ilmu tersebut adalah hasil karya otak
manusia - logika. Menarik sekali, salah satu hasil karya logika itu adalah
epistemologi, yakni ilmu yang khusus mempelajari bagaimana manusia itu dapat
mengenal atau bagaimana pengetahuan itu mungkin didapat. Dalam epistemologi,
oleh karena itu, logika (kaidah berpikir) yang sehat dibahas secara serius,
agar tidak terjadi kerancuan dalam berpikir.
Karena pandangan ontologis dan epistemologis (moga-moga suhu paham apa yang
teecu maksudkan) Islam bersifat khas, logika dalam Islam harus digunakan secara
khas pula, nah logika yang telah menjadi khas ini dinamakan sebagai ushul
fikih. Perlu dicatat, penyebutan ushul fikih sendiri terjadi belakangan,
setelah Imam Syafi'i mengkodifikasikannya.
Ushul fiqih merupakan kaidah yang memelihara fuqaha agar tidak terjadi
kesalahan di dalam mengistibathkan (menggali) hukum. Usul fiqih, dengan
demikian, juga berfungsi untuk membedakan istinbath yang benar dengan yang
salah. Analoginya seperti grammar (nahwu) yang digunakan untuk membedakan
antara susunan bahasa yang benar dengan susunan bahasa yang salah.
Fiqih secara etimologi berarti pemahaman yang mendalam tentang tujuan suatu
ucapan dan perbuatan. Secara terminologi diartikan sebagai "pengetahuan tentang
hukum-hukum syara' mengenai perbuatan manusia yang diambil dari dalil-dalil
yang terinci (mendetail)".
Nah, jadi dalam aspek aktivitas yang manapun ushul fikih ini harus dipakai.
Kita mau bicara tasauf ushul fikih ya harus dipakai, kita mau bicara tauhid,
ushul fikih ya harus dipakai, kita mau bicara akhlak, ushul fikih ya harus
dipakai, dst. Penggunaan ushul fikih inilah yang nantinya akan melahirkan
fikih, fikih akhlak, fikih aqidah, fikih tauhid, dll. Hanya saja, dalam
pembahasan akhlak, aqidah, dan bidang lain, seringkali kata fiqih dihilangkan,
padahal cara yang dipakai untuk membahas pada hakekatnya memakai ushul fikih.
Jadi, IMHO, ushul fikih (internal) dan fiqih (eksternal) tidak bisa dipisahkan
dari bidang kajian islam yang manapun. Penggunaan ushul fikih, karena perbedaan
tempat dan gaya pemakaian dan variasi penempatan kaidah ushul fikih, kadang
bahkan seringkali menimbulkan perbedaan kesimpulan, maka lahirlah madzhab atau
aliran. Pada golongan yang pertengahan, biasanya perbedaan terjadi pada hal-hal
yang furu' (ranting dan cabang) adapun yang pokok (ushul) adalah sama. Pada
golongan yang ekstrem, perbedaan bisa muncul pada hal-hal yang pokok, misalnya
fenomena murjiah dan khawarij.
Sekali lagi, IMHO, ushul fikih dan fikih itu tidak bisa bisa dilepaskan dari
bidang kajian Islam yang manapun, sama dengan logika (internal) yang melahirkan
postulat dan asumsi (eksternal) tidak bisa dipisahkan dari sain.
Untuk mas Dewa Gede:
Dalam epistemologi juga dibahas kekuatan, sekaligus keremehtemehan (kelemahan)
logika (otak) sebagai fakultas kebenaran. Misalnya, logika yang sehat bisa
menerima keberadaan adanya satu pencipta, tapi logika tidak mampu menggambarkan
sifat-sifat dari satu pencipta tersebut. Oleh karena itu, ada fakultas
kebenaran lain, yakni wahyu. Adam sebagai manusia pertama mendapat pengetahuan
lewat kombinasi wahyu dan logika secara berbarengan. Memahami wahyu perlu
logika, tetapi logika sendiri memerlukan wahyu agar terjaga kesehatannya.
Bahasan ini bisa dikaji secara lebih baik dalam Tahafut al Falasifah, Al
Ghazali. Kalau yang ikhtisar dan enak dibaca, bisa dibaca "Kisah mencari Tuhan"
karangan Syech Nadim Al Jisr.
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam