--- On Thu, 3/5/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:
> maka berlakulah
> aksioma sbb: 1.
> Sejarah Adalah Cerita Rekayasa Rejim Yang Menang. 2. Yang
> Kalah Direkayasa
> Adalah Sebagai Kelompok Yang SALAH. 3. Semua Bukti Kelompok
> Yang Kalah
> Dimusnahkan.
Suhu, panjenengan tahu nggak definisi AKSIOMA? Kalau tahu, point-point aksioma
yang panjenengan sebutkan itu bermasalah lho.
Contoh AKSIOMA itu misalnya seperti ini lho suhu:
1/2 < 1 atau sebagian < keseluruhan
Konsekuensi uraian suhu itu juga berat lho: Jadi sirah Nabawiyah itu juga
rekayasa dari rezim yang menang tho, uh ... uh bisa predikat nabi itu dianggap
rekayasa rezim yang menang donk:-)
> Mansur Al-Hallaj, terkenal dengan ucapanya yaitu ANA
> AL-HAQQ, artinya "SAYA
> ADALAH KEBENARAN, I AM THE TRUTH ada juga yang
> menterjemahkan SAYA TUHAN???"
Terjemahannya apa nggak begini tho suhu: AKU ADALAH KEBENARAN ITU; ini
mengingat definite artikel AL.
Nah, klaim yang kayak begitu, secara sosiologis, kalau tidak dilakukan orang
yang sedang TELER atau SAKAU, ya biasanya dilakukan mbahnya para diktator atau
kakek moyangnya para penguasa rezim, seperti Hitler, Firaun, dan yang
sejenisnya.
Pada fikih tasauf, kalau ada orang teler, dan sudah di SP1 dan SP2,nggak
sadar-sadar juga, hukumannya kan dipenggal tho, lawong yang dirancaukan sama
dia adalah Allah je:-) Nah, kalau ijtihad hukum ini salah, pahalanya kan tetap
satu. Dalam hal ini, kalau hati Al Hallaj tidak seperti yang dinilai oleh para
pengadilnya, Allah kan tetap akan memasukkan doi ke sorga tho.
Tasauf dan filsafat itu banyak samanya kok mas, banyak karang dengan ombak
besar di pinggir-pinggirnya, tapi ada ketenangan yang dalam (keimanan yang
sangat kuat) di tengah-tengah. Sayang banyak orang yang lebih dulu kandas di
pinggir-pinggirnya.
Tasauf sekarang juga sering menyedihkan, dulu zuhud itu menjadi salah satu
thoriqoh utamanya. Meminjam Roger Garaudy, karena zuhud adalah beban berat yang
tidak membawa kita ke bawah tetapi justru mengangkat kita naik ke atas. Kini
pengertian zuhud pun dimain-mainkan. Halnya tasauf,banyak dijual sebagai CANDU
bagi orang-orang yang pada dasarnya sudah putus asa atau malas melawan
kemunkaran. Di jakarta dan kota-kota besar, CANDU ini katanya LARIS MANIS je.
Salam hangat
B. Samparan
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam