Saya betul-betul heran kenapa sampeyan tetap ngotot mempermasalahkan hal ini -- padahal Al-Hallaj sendiri tidak merasa keberatan.
Dikutip dari http://en.wikipedia.org/wiki/Hallaj ==================== Many accounts tell of al-Hallaj's calm demeanor even while he was being tortured, and indicate that he forgave those who had executed him. According to some sources,[who?] he went to his execution dancing in his chains ==================== Kesalahan Al-Hallaj adalah menyampaikan sesuatu yang diluar kuasa manusia biasa. Analoginya, seperti orang yang ngotot mengajarkan kalkulus dan trigonometri kepada anak-anak umur 5 tahun. Kira-kira apa yang akan terjadi ? Tentu orang tadi itu akan diamuk oleh anak-anak tersebut. Ngotot tentang hal ini sama sekali tidak bijaksana. Mudah-mudahan tidak disertai dengan rasa arogansi pula (dasar fikih tukang menyalahkan, dst, dst) Sudah begitu logika Anda dalam membahas seputar hal ini pun masih sangat sering keliru. Namun, Anda justru ngotot menyalahkan semua orang yang lainnya. Saya harap untuk selanjutnya Anda bisa lebih bijak lagi dalam memposting di milis ini. Mari bersama-sama kita jaga kualitas milis ini. Salam, HS 2009/3/5 Alkhori M <[email protected]>: > Fir'aun vs. Al-Hallaj Sebuah Phenomena > > Kisah Fir’aun adalah Wahyu yang tertulis di al-Qur’an dan maka berlakulah > “Al-qur’an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang > bertaqwa” > > Kisah Mansur al-Hallaj yang merupakan sejarah “Sebuah sejarah yang > bersentuhan dengan kekuasaan/ politik, maka berlakulah aksioma sbb: 1. > Sejarah Adalah Cerita Rekayasa Rejim Yang Menang. 2. Yang Kalah Direkayasa > Adalah Sebagai Kelompok Yang SALAH. 3. Semua Bukti Kelompok Yang Kalah > Dimusnahkan. > > Glosarry: Tuhan dalam bahasa Arab adalah “Allah, Ila & Rabb” , sementara ada > 99 nama Allah, ada 99 nama Ila & ada 99 nama Rabb yang terkenal dengan > sebutan Asmaul Husna. Ke 99 Asmaul Husna tersebut berdasarkan sifat-sifat > Agung Tuhan. Contoh: Bi Ismi Allah ar-Rahmaan ar-Rahiim (Bi=Dengan, > Ismi=Nama, Allah=Tuhan, nah ini dia nama tuhan berdasarkan sifatnya > ar-Rahmaan=Pengasih & ar-Rahiim=Penyayang. Dan ini ada sebanyak 99 Asmaul > Husna diantaranya al-Haqq= the Truth atau maha Benar atau Kebenaran). > > Fir’aun mengatakan diri sebagai tuhan dengan menggunakan kalimat berkata: > "Akulah tuhanmu yang paling tinggi, Ana Rabbukum, Rabb=Tuhan” dan berkata > Fir`aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku, > disini Fir’aun menggunakan kata ILA=Tuhan” Jadi sewaktu Fir’aun mengaku > TUHAN, Fir’aun langsung menggunakan kata-kata Arab yaitu RABB=ILA=TUHAN. Dan > beliau dengan angkuhnya berbuat kedzaliman, karena ketakutan kehilangan > TAHTA-nya maka mengeluarkan perintah untuk membunuh setiap anak laki-laki > yang lahir. Begitulah kekejaman seorang raja mesir pada saat itu. Akhirnya > beliau dihukum langsung oleh Allah dengan ditenggelamkan. Jadi Fir’aun > langsung dihukum oleh Allah, ingin tahu kisah selengkapnya ingat kalimat > diatas “Al-qur’an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang > bertaqwa” > > Mansur Al-Hallaj, terkenal dengan ucapanya yaitu ANA AL-HAQQ, artinya “SAYA > ADALAH KEBENARAN, I AM THE TRUTH ada juga yang menterjemahkan SAYA TUHAN???” > Bahasa Arab, artikel AL sama dengan ingris adalah THE, kalau untuk bahasa > indonesia sudah tertentu. HAQQ artinya BENAR, kalau didalam al-Qur’an > Al-HAQQ adalah juga tuhan, tapi berdasarkan sifatnya ada 99 nama sifat > Allah. Maka kalau dalam al-Qur’an ditemukan kata kata al-HAQQ itu adalah > untuk nama sifat Allah. Tapi kalau ada orang, dalam hal ini Mansur Al-Hallaj > mengatakan Ana Al-Haqq tidak harus diterjemahkan tuhan, tapi beliau itu coba > mengungkapkan sesuatu bahwa ada yang sedang terjadi dan perlu KEBENARAN maka > terucapkanlah Ana Al-Haqq. Karena ulama sekelas Mansur Al-Hallaj, tentu > sangat maklum dan faham dengan surat Al-Ikhlas. Ingat ketika bercerita > tentang Fir’aun, kita memasuki wilayah wahyu, tapi ketika bersinggungan > dengan phenomena Al-Hallaj dengan Ana Al-Haqq, kita lagi membicarakan > sejarah, maka untuk sejarah berlakulah: “Sebuah sejarah yang bersentuhan > dengan kekuasaan/ politik, maka berlakulah aksioma sbb: 1. Sejarah Adalah > Cerita Rekayasa Rejim Yang Menang. 2. Yang Kalah Direkayasa Adalah Sebagai > Kelompok Yang SALAH. 3. Semua Bukti Kelompok Yang Kalah Dimusnahkan. Insya > Allah, bersambung, Wa Iyakun Shawaaban Faminallah, Wa Iyakun Khatha Aan > Faminii Wa Minasyaithan, Astaghfirullah & Subhanallaah. Salam kompak selalu > dari Qatar. > > Alkhori M > > Alkhor Community > > Qatar > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
