BS:
Tuh, saya udah posting tulisan baru, moga-moga tidak membingungkan:-)
HS:
Bukannya bisa menggunakan pecahan yang lebih kecil, seperti dirham ?
Anyway, saya kira ada alternatif satu lagi -- yaitu; tetap menggunakan uang
kertas, namun dijamin dengan emas di bank sentral.Jadi nilai yang tertera di
kertas itu memang riil. Bukan cuma virtual,yang rentan terhadap spekulasi.
BS:
Sama saja mas. Selama gaji tidak absolut dibayar dengan dinar atau dirham, maka
posisi rupiah terhadap dinar atau dirham, persis posisi rupiah terhadap dollar
saat ini. Jadi kalau kurs dinar atau dirham naik, umat yang bergaji rupiah ya
menderita.
Standar emas dan perak implementasinya memang bisa uangnya kertas tapi dijamin
dengan emas atau perak. Misalnya Rp. 100.000 dijamin dengan 1 gram emas. Dulu
pernah diimplementasikan kok, lalu diganti fiat standard. Sebagian besar
analisis, menyatakan ini kerjaan Yahudi untuk menguasai dunia:-) Monggo,
dikunyah-kunyah sendiri!
Untuk mas Gede. Kalau kita pakai Euro, ya kita membesarkan Euro. Yang penting,
sebetulnya, gimana kita beres dan mandiri ngurus perekonomian kita.
Hacker-hacker Rusia yang anti pasar tuh kan rajin mencoba menghancurkan
kapitalisme (Amrik dan segala konco-konconya), makanya apa saja dibajak dan
disajikan gratis. Buku, software, film, majalah, tak perduli yang baik2 maupun
yang XXX, dan sejenisnya.
Dalam perang teknologi, yang namanya pengembangan Late Technology, ya ilmu
permalingan yang dipakai tho:-) Karena kita belum bisa memasuki perang yang
begituan, ya kita terima gaya maling kelas hackintosh atau hackwindows
sajalah:-)
Salam hangat
B. Samparan
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam