Coba kalo di breakdown masalah aspek kepemimpinan ini coba kita
simulasikan secara sederhana saja lewat pooling:

Mana kira-kira yg akan lebih dipilih dari opsi berikut ini:

a. Lelaki - adil
b. Perempuan - adil
c. Lelaki - tidak adil
d. Perempuan - tidak adil

Silahkan diurut berdasarkan prioritas dari yg sangat setuju sampai
sangat tidak setuju..... monggo... :):)

kalo saya : a-b-c-d ( Wajibnya adalah "Adil" dulu)

:)
wassalam

2009/3/15  <[email protected]>:
> dalam al-Quran memang ada ayat yang berbunyi "arrijalu kawamuna 'alannisa",
> apakah makna tekstual dan kontekstual dari ayat ini memang mengharuskan
> bahwa pria lah yang memimpin, atau spt yang mas Fakhru tulis "kalo ada
> wanita yg 'nglanangi' (tomboy?) itu boleh mimpin"..apakah bila ini terjadi
> kemudian masyarakat Indonesia yang mayoritas notabene ISLAM akan menghantam
> dengan dalil "bila suatu kaum di pimpin oleh bukan ahlinya maka tunggulah
> kehancurannya"...terlepas bahwa seorang wanita muncul ke permukaan baik yang
> melatar belakanginya adalah keadaan (anaknya si Fulan) atau karena
> kedudukan(usaha dan kerja keras/cerdas) toh pasti alam (kauniy qadariy) yang
> akan menyeleksi nya. Mengapa?, karena sebenarnya saya yakin ada kesesuaian
> antara kauniy qadariy dan dinniy syar'i(alQuran, hadits, dll). maksud saya
> bisakah kita kaum laki-laki menerima dengan keridhoan bahwa apa yang harus
> terjadi memang pasti terjadi tanpa harus melakukan penolakan minimal dalam
> hati yang menunjukkan  adalah selemah-lemahnya iman.Bahwa hasil suatu proses
> adalah tergantung masukan saya probadi meyakini spt itu. terlepas bahwa
> proses nya di nilai ada kecacatan mungkin itu permasalahan yang berbeda,
> tetapi disini justru ada indikasi bahwa dalam rububiyah memang akan selalu
> terjadi dinamika-dinamika sampai dengan waktu yang telah di tentukan
> oleh-Nya.bila pada suatu masa memang akan munucul para wanita2 ke permukaan
> yang salah satunya adalah dalam bentuk panggung politik ya bisa saja, hanya
> saja lantas timbul pertanyaan ada apa dengan kaum pria nya?..
> ini hanya trigger saja, bisa saja poin lain saya munculkan adalah masalah
> fiqih waris (faroidh) misal. nash2 yang ada bahwa wanita mendapat 1/2 dari
> pria, bagaimana jika kondisinya orang tua yang meninggal memiliki seorang
> anak laki(yang telah berkeluarga) dan dua orang anak wanita yang juga telah
> berkeluarga dimana salah satu anak wanitanya adalah janda yang juga
> memikliki anak, jika mengikuti nash yang tersurat bahwa wanita mendapatkan
> 1/2 pria, dan apalagi jika 1/2 ini adalah keseluruhan yang maksudnya 1/2 tsb
> akan di bagi untuk 2 orang wanita sementara anak laki yang sorang tsb hidup
> layak krn memiliki pekerjaan yang baik..mungkinkah akan timbul pertanyaan
> ADIL kah ISLAM? ya memang ada dalil lain berkaitan degnan masalah anak yatim
> dan apalagi anak yatim tsb adalah ponakannya, hanya saja beranikah kita para
> orang tua yang memiki anak melakukan sesuatu demi kemaslahatan walaupun
> terkesan ada penentangan/pengabaian pada nash2 yang tersurat?..(jgn dianggap
> berlebihan pro feminis dgn maksud mencari untung lho..bersyukur walaupun 1,
> mudah2an ndak terpikir untuk 2,3,4..he..he..he..).
> bila kita kembali pada fitrah(kesengsaraan/kebahagiaan,keadilan, dll) saya
> yakin bahwa walaupun tidak tersurat tapi insyaAllah tersirat pada kalam-Nya
> yang mulia tsb. bukankah ada nash yang berbunya 'wama arsalnaka illa
> rahmatan lil 'alamiin"...bgm kita menginterpretasikannya (tafsir/takwil)?..
> saya melihat dan mendengar terkadang banyak dari kita yang takut melakukan
> sesuatu bila terkesan bertentangan degnan ayat2 yang muhkamat, tidakkah ini
> menunjukkan bahwa kita masih terBELENGGU?..oleh apa? oleh sesuatu yang
> merupakan hasil pemikiran orang2 yang hidup ratusan tahun lampau dan jarak
> ribuan kilometer,bahwa kaidah ILMU dalam ISLAM adalah dengan menuturkan
> riwatnya, silsilahnya bahkan kalo bisa dari sumber pertama saya tidak
> menafikannya, bahwa selalu akan muncul dikotomi itu adalah
> sunnatulloh.apakah saya menolak produk pemikiran para ulama masa
> lampau?.jelas tidak, tapi jsutru bagmna kita bersikap dengan bijak dalam
> menyikapi "turats", toh rosul yang mulia pun pernah mengatakan "urusan
> duniamu kamu lebih mengetahui"..dan para sahabat yang mulia pun ketika
> menjabat khalifah pernah melakukan sesuatu yang terkesan bertentangan dengan
> nash yang muhkamat spt yang di lakukan oleh kedua Umar (bin khattab dan bin
> aziz) baik dalam maslah ghanimah ataupun zakat profesi, begitu juag dengan
> Ali r.a demi kemaslahatan pada saat itu.
> dalam suatu hadits rasul saw pernah mengatakan bahwa mengapa beliau sehari
> istigfar 70/100 kali karena dalam hati itu ada TUTUPAN, dan lawan dari
> tutupan adalah BUKAAN, lantas apakah KETERBUKAAN itu?..
> sekedar brain storming, tidak ada maksud lain.
> wassalam.
> a.s.
>
> --- Pada Kam, 12/3/09, AFR <[email protected]> menulis:
>
> Dari: AFR <[email protected]>
> Topik: Re: [is-lam] Rijal secaralughot dan syari'at/Keterbukaan --c|
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Kamis, 12 Maret, 2009, 9:14 AM
>
> ya sudah, gak usah melebar kemana-mana. wong pembicaraan ini gak ngomongin
> soal dza atw zat.
> bukan soal 0 dan 1, tapi soal penjelasan yang dimaksud lanang iku
> berdasarkan kelamin atau sifatnya?
>
> konsekuensinya,
> kalo ada wanita yg 'nglanangi' (tomboy?) itu boleh mimpin --> wanita boleh
> ngimami shalat.
> tapi kalo yg ditanya nggak njawab tapi malah 'cerita' protokol nyuruh
> audience duduk kanan-kiri,
> ya duduk saja yg anteng. simak pelan2 pelajaran bhs Arab asuhan kang Bango.
>
> monggo kang Bango diteruskan eposide yg ke-3 ... saya ikhlas ngikutinya.
>
>
> salam,
> Fahru
> ________________________________
> From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, March 11, 2009 5:50:50 PM
> Subject: Re: [is-lam] Rijal secaralughot dan syari'at/Keterbukaan
>
> Teropongan ente benul…. makanya pas diinget-inget lagi…  ni ane nulis apaan
> neh..…. JJ
>
>
>
> From: [email protected] [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of Agus Safudi
> Sent: Wednesday, March 11, 2009 1:35 PM
> To: [email protected]
> Subject: [is-lam] Rijal secaralughot dan syari'at/Keterbukaan
>
>
>
> Beli Dewa, ente kayanya mengarah pada dzat, sifat, asma, af'al-Nya ya?,
> (maaf bukan neropong ntar dikira paranormal he..he..he..)
>
>
> --- Pada Sel, 10/3/09, Dewa Gede Permana <[email protected]>
> menulis:
>
> Dari: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Topik: Re: [is-lam] Bls: LA .... ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijal
> secaralughot dan syari'at --??|
>
>>Lha kalo rijal jadi dzat…. wah.. wah… wah… blaen iki… ntar ada yang
>> >kerjanya suka ngeraba-raba selangkangan lageee…. JJ
>
>>Kan sudah jelas lah yaw… Dzat sudah ketutup – tup. Yang tahu Allah ya Allah
>> >sendiri. Muhammad SAW pun juga tidak tahu Dzat, meskipun kalo berdo’a blio
>> >suka bilang “Wahai Dzat yang diriku berada dalam genggamanNYA…”.. Itu
>> >menggambarkan betapa akrab – karib dan tak berdayanya blio dihadapan
>> >Allah.
>
>>Yang namanya SIFAT kan ya sudah gumelar dan netes ke kita-kita sebagai
>> >mahkluk…. ada hidup, daya, kehendak, lihat, dengar, rahman, rahiim,
>> dst..dst…
>
>
>
> mungkin saya rubah saja kata dzat/zat menjadi wujud materi yang bisa di
> tangkap oleh pancaindera, piye nek ngono beli?
>
> sebenarnya maksud saya glontorkan topik ini bisa saja nanti mengarah pada
> keTERBUKAan umat ini dalam menyikapi segala sesuatu,...atau mungkin masih
> adanya keterBELENGGUan pada sebagian umat kita (mudah2an tidak menuai badai
> nulis gene..he..he..he..)
>
>
>
> bahwa negeri ini pernah di pimpin oleh wanita itu adalah suatu
> realitas,artinya hal tsb terjadi tentu saja atas kehendak-Nya dan umat Islam
> tidak bisa menganggap itu sebagai sesuatu yang absurd(mustahil/tidak masuk
> akal) karena terjadi, suka tidak suka, ridho atau tidak...tapi point ini
> hanya perjalanan dari topik ini bukan tujuan..walaupun judul lebih nmengarah
> ke situ.maaf ndak pinter bikin judul lha wong belum pernah jadi
> editor/redaktur,dll.ini cuma tulisan secangkir kopi, pake rokok gak ya ntar
> haram lagi....(sampe sini dulu he...he..he..)
>
>
>
> kalo topik saya glontorkan ada di titik nol (0), maka penjelasan mas Fakhru
> ada di titik satu (1),..dst mungkin kalo DIA berkehendak bisa berlanjut
> sampe titik n, atau ~, atau mungkin dicukupkan saja karena hanya wasting
> time...monggo kersa (kumaha kersana wae,hi..hi..hi.)
>
>
>
> wasslam.
>
> a.s.
>
>
>
> From: [email protected] [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of AFR
> Sent: Tuesday, March 10, 2009 5:39 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [is-lam] Bls: LA .... ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijal
> secaralughot dan syari'at --??|
>
>
>
> pertanyaan kang Agus sdrhn: rijal itu mewakili dzat atw sifat?
>
> Alkhoir,
> tak bantu njelasin kalo belom ngerti maksud pertanyaan kang Agus.
> kalo rijal sbg dzat, maksude dpt dilihat dari cirinya punya anu
> diselangkangannya.
> kalo rijal itu sbg sifat, itu Dorce ....
> ---
>
> 1. dua titik kalo dihubungkan, selain jaraknay terdekat juga akan membentuk
> garis
> lurus serupa angka 1 (SATU). simbol KETAUHIDAN, bahwa semua yg mudah,
> sederhana
> dan tidak harus mbulet, kompleks atw rumit.
>
> 2. ular itu binatang yg dzat-nya dikenal hanya punya kepala & ekor,
> selebihnya adalah badan. wajar jika utk berjalan selalu meliuk-liuk. bila
> ada 2 titik sesederhana kepala & ekor spt ular tapi jadi panjang meliuk-liuk
> atw malah mbulet, itu cara/gaya hidup ular.
>
> 3. iblis itu bermanifesatsi sbg ular yg melilit di pohon, yg dgn segala tipu
> dayanya
> sebabkan Adam & Hawa keluar surga.
>
> 4.. kalo mengira diri sdh pinter dan ternyata ada yg lbh pinter itu bijak
> shg semakin tawadlu', tidak sombong & rendah hati. wal hasil,
> boleh jadi diri ini yg paling bodo, ternyata masih ada yg lebih ...
>
>
> saya ikut mas Agus:
> a'udzubilllahi min asyaithaani rajiim, iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin
>
>
> salam,
> Fahru
>
> ________________________________
>
> From: Alkhori M <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Monday, March 9, 2009 8:47:15 PM
> Subject: Re: [is-lam] Bls: LA .... ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijal
> secaralughot dan syari'at
>
> Agus Safudi (AS), komentar anda panjang juga, tapi yang ingin saya tanggapi
> adalah soal “RIJAL” dan saya menjawabnya adalah sbb: “Pada sebuah acara
> Maulidan oleh protokol diumumkan, kepada adik-adik dan juga anak-anak
> diharapkan duduk dibagian depan dan untuk ibu-ibu diharapkan mengambil
> tempat duduk disebelah kiri dan yang terakhir untuk bapak-bapak diharapkan
> mengambil tempat duduk disebelah kanan” diharapkan AS akan paham maksud saya
> tentang arti “RIJAL” sekarang bagaimana pemahaman anda AS tentang jawaban
> saya.
>
>
>
> Alkhori M
>
> Alkhor Community
>
> Qatar
>
> ________________________________
>
> From: [email protected] [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of Agus Safudi
> Sent: Monday, March 09, 2009 2:39 PM
> To: [email protected]
> Subject: [is-lam] Bls: LA .... ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijal
> secaralughot dan syari'at
>
>
>
> (^_^)   ......,??@@#$%^zzzz ,....., ketika ada email masuk inbox, suka atawa
> tidak, terpaksa ato tidak (IYYAKA NA'BUDU WA IYYAKA NASTA'IN) ,  pasti saya
> buka, baca,..dst..terkadang ada rasa senang, kadang ada rasa kesal,
> dst......he.he.he..
>
>
> --- Pada Sen, 9/3/09, Alkhori M < [email protected] > menulis:
>
> Dari: Alkhori M < [email protected] >
>
>>Kalimat LA ILA (ha) ILLA ALLAH (hu), bisa ditambahkan menjadi super
>> >kompleks yang berdasarkan riwayat singkat diatas yaitu:
>
>>LA ILA (ha) ILLA ALLAH (hu),
>
>
>
> mas, coba di lihat lagi tekstual arab nya bgm, coba anda liat di Qur'an,
> saya lupa ayat nya tapi bunya nya begini:.."fa'lam anahu laa ilaha
> illallahu"..
>
> Pertama: apakah betul terjemah "ila" dalam bahasa indonesia adalah ALLAH?
>
> Kedua: apakah anda tidak salah dalam melakukan pemenggalan lafadz,
> seharusnya : laa ilaha, ..jangan di penggal la ila, ha  nya dalam kurung..
>
> maksud judul mungkin perspektif ngkali ya..
>
>
>
> mas, dalam al-Qur'an ada ayat yang berbunyi "laa takfuma laysa laka bihi
> 'ilmun",..kalo gak salah surah al-Israa..dan banyak dalil2 lain yang
> mengatakan jangan berbicara tentang AKU bila tidak mengetahui.....
>
> pada ayat di atas ada kata "fa'lam",..maka keTAHUilah...sebenarnya
> mengucapkan "laa ilaha illallahu" pun harus dengan ILMU.
>
>
>
>>LA ILA (ha) ILLA ALLAH (hu), Allah minimal 5x sebagai muslim anda
>> >menghadapnya atau minimal 34x anda sujud dihadapanya, pada saat itu,
>> >Subhanallah, Masyalaah kita-kita bisa langsung berkomunikasi dengan >Allah.
>
> Dzikron katsiiro...
> Jangankan cuma komunikasi, bahkan bisa mendapati-NYA...
> ada sebuah hadits qudsi " wahai anak adam carilah AKU,  NISCAYA  kamu akan
> mendapati-KU. Bila kamu mendapati-KU maka kamu akan mendapati segala
> sesuatu, bila kamu tidak mendapati-KU, maka kamu tidak akan mendapati segala
> sesuatu. sesungguhnya AKU lebih mencuntai kepada kamu dari pada kepada
> segala sesuatu"..mo tahu bgmana mendapati-NYA. bung Khori?..
>
> "menurut saya" .... sampeyan ini sedang ber "tholabul ilmi", tapi kok kaya
> nya kurang tepat dalam hal  positioning nya....
> _____________________________________________________________________________
>
> menjelang pesta demokrasi ini ada hal yg ingin saya diskusikan sbb:
> pada suatu saat saya pernah menonton di salah satu tv, waktu itu yg di
> diskusikan adalah kata "rijal", pada saat itu JIL di wakili oleh DR. musdah
> mulia, dan ada seorang ustadz (laki2) dan juga wanda hamidah..
>
> yang ingin saya diskusikan/tanyakan apakah kata "rijal" dalam al Quran
> mutlak melekat pada dzat, artinya harus laki-laki, atau bisa saja melekat
> pada sifat, bila demikian maka perempuan pun bisa saja. bila kata rijal bisa
> melekat pada sifat (mungkin baru wacana) maka ada dalil naqli lain yang
> memang mendukungnya.
> mungkin ada yang punya kumpulan tafsir, kamus, dll..untuk ber sharing ria..
>
> syukron katsiir
> wassalam.
> a.s.
>
>
>
> ________________________________
>
> Nama baru untuk Anda!
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
> @rocketmail.
> Cepat sebelum diambil orang lain!
>
>
>
> -----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
>
> ________________________________
>
> Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang!
> Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah
>
> -----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> ________________________________
> Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan Gratis.
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke