--- Pada Sen, 16/3/09, Bango Samparan <[email protected]> menulis:
>Nek menurut aku, dalam perspektif rekayasa sosial, yang namanya dzat dan 
>>sifat ya harus menyatu padu, kalau enggak ya ngeri lho. 

wah kalo begini kesian anak saya, padahal saya sering bilang dik, kalo udah 
besar jadi gubernur ya jangan jadi ibu gubernur..he..he..he..


>Coba, di traffic light njenengan ditabok-tabok sama dielus-elus oleh perempuan 
>>perkasa yang lehernya menonjol itu, apa tidak gilo:-) Udah gilo, tahu-tahu 
>>dompet sampean mukhso:-)

hi..hi..hi..ya jelas ndak mau kalo ditabokin sama AC/DC..hwarakadah...

>Kalau ada yang memang bermasalah, ya analisis psikologi dan biologis yang 
>>komprehensif mesti dilakukan untuk memperjelas sifat dan dzat.

bila spt ini pendapat panjenengan, apakah setiap posisi lini memang mutlak 
harus di pegang oleh laki2?, ..

>Dalam konteks yang lebih makro, rekayasa sosial, lagi-lagi yo miturut akal 
>>saya, Islam menginginkan harmonisasi gender, bukan kesetaraan gender. Kalau 
>>moco bukunya Daniel Crittenden (betul ndak tulisannya mas Gede), "Wanita 
>>Salah Langkah?", di Amerika sono banyak juga yang mulai menyesalkan 
>>kesetaraan gender, lalu sekarang menawarkan tradisionalisme baru.

"harmonisasi gender, bukan kesetaraan gender", apakah ini bukan cuma sekedar 
etimologi mas,..bila di telaah lebih mendalam tidakkah hakikat nya mengarah 
kepada penghargaan sesuai degnan kemampuan,ilmu yang dimiliki, keadilan, dlsb. 
artinya ketika bicara ilmu, maka siapa saja berhak dan bisa mendapatkannya.

>Walhasil, "arrijalu kawamuna 'alannisa" mestinya dipahami secara aktif, bukan 
>>menerima saja tapi membentuk. Lhah, dalam proses masih ada gangguan, yang 
>>ditrimak-trimakne disik, sambil terus diperbaiki tho.

itulah kang mas, secara aktif,..artinya akan selalu terjadi dinamika, apakah 
yang boleh terlibat secara aktif dalam perubahan rububiyah-Nya yang terjadi itu 
hanya kaum Adam?,..
ada nash tapi saya lupa kalo gak salah terjemahan bebas nya adalah yang namanya 
kondisi aman adalah ketika seorang perempuan sudah dapat berjalan degnan aman 
dari barat ke timur tanpa gangguan,..nah masalahnya nunggu aman dulu atawa 
paralel?..
dalam firman-Nya yang mulia begitu banyak Allah memuji dan memuliakan Ulil 
Albab (bukan Ulil Abshor lho...), artinya duiperlukan pengeTAHUan atau ILMU.. 
dan ketika bicara amal, mana yang harus dikedepankan zat atawa sifat(di 
dalamnya ada ILMU)..
saya terkadang menafakuri ayat 2 surat al-Fatihah, "segala puji bagi Rabb 
semesta alam. bahwa kata alam bisa disitu bisa saja berasal dari kata "ALAMA, 
YA'LIMU, 'ILMAN... yang tentu saja sudah mahfum artinya..dan ketika saya 
merunut pada nash2 mengenai taqdir, ternyata ada kesinambungan antara 
KETETAPAN-NYA/KETENTUAN-NYA dengan PENGETAHUAN-NYA, bahwa segala sesuatau yang 
terjadi di alam ini sudah diketahui oleh-Nya sebelum penciptaannya.Sehingga 
sampailah saya pada pemahaman bukan Allah 'Azza wa Jalla menetapkan dari awal 
sebelum penciptaanya bahwa si anu masuk neraka, tapi bahwa si anu akan 
sengsara/bahagia sudah di ketahui sebelumnya. bukannya Allah tidak mampu untuk 
menjadi manusia itu umat yang satu, tapi...dst.

>Lha ide ini, ide kunonya menteri agama siapa itu. Kalau dienya bilang mosok 
>>wong lanang Solo yang kerjanya hanya "metheti manuk" dapat 2x dari wanita, 
>>itu kan tidak adil.

saya ndak tau itu ide kuno apa bukan lho,..tapi panjenengan jgn lupa sesuatu 
yang dianggap tidak baik pada saat itu bisa saja berubah pada saat yang lain 
atau sebaliknya..
dulu kata HOSTES dipahami sebagai nyonya rumah (postif) tapi sekarang kita tahu 
apa arti HOSTES itu..

>IMHO, ini salah melihat permasalahan kan. 

lha ya itu mas, berarti ada kesalahan dan mayoritas kesalahan tidak mungkin 
tidak berarti pada kaum lanang, yo opo ora,he..he..berartim kaum Adam harus 
banyak bebenah dan ini memang suangat banyak faktornya termasuk sistem nilai 
yang di anut..

>Rijal muslim yang baik, ya tidak boleh tho kerjanya hanya "metheti manuk", 
>>sementara yang nisaa malah banting tulang membantu mencari nafkah.

ngiih kang mas he..he..he..

>Lha kalau ada rumah tangga yang kerja istri, ya hasil kerja itu jadi hak milik 
>istri >tho? Lha kalau ada orang tua melihat anak putrinya lebih giat kerjanya 
>dari anak >lakinya, atau melihat anak putrinya posisi sosial ekonominya lebih 
>lemah dari >anak lakinya, kan bisa diambil tindakan sebelum si orang tua 
>mati:-) Jadi, nanti >meski warisan dibagi sesuai syari'nya secara strict, 
>tetapi anak putri sudah >mendapat tambahan berupa pemberian sebelum si orang 
>tua mati.

ngiih kang mas, memang banyak cara misalkan hibah dll.tapi kemudian si fulan 
cemburu karena adiknya fulanah di beri dan dia di tangguhkan dengan alasan 
tertentu..he..he..he..

>Lagi pula, bila rekayasa keluarganya bener Islami, mosok tak saling tolong 
>>menolong di antara sedulur. Bukankah zis, itu lebih utama diberikan kepada 
>>kaum kerabat dulu?

ngiih kang mas, amiin3x..

>Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. >Jawablah:"Apa 
>saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada >ibu-bapak, kaum 
>kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang >yang sedang 
>dalam perjalanan". Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka >sesungguhnya 
>Allah Maha Mengetahuinya. (QS. 2:215)

ngiih kang mas, haq..

>Memang mas, tapi Umar, misalnya, punya dalil yang kuat (muhkamat) juga >ketika 
>diprotes para asykar:
>Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang 
>>berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat 
>Rasul, >anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam 
>perjalanan, >supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya 
>saja di antara >kamu.Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.Dan 
>apa yang >dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada 
>>Allah.Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

kalo gak salah dasarnya adalah kemaslahatan pada saat itu.
pada suatu saat Khalifah Umar pernah mengambil tanah rampasan perang yang telah 
di berikan kalo gak salah pada Abdullah bin Jarir dan menggantinya dengan uang 
80 dinar krn pada saat itu situasi telah berubah, dan kemudian si pemilik tanah 
diwajibkan bayar upeti pada umat Islam.(sekalian jawaban kapan dinar mulai di 
cetak mungkin jaman beliau menjabat)

>BTW, untuk soal-soal ijtihad semacam ini kita perlu hati-hati mencermati, 
>>soalnya ada yang inginkan asal "pokoknya semua bisa diubah lah ya".

ngiih mas,..penekannannya adalah kemaslahatan umat bukan begitu?..dan sudah 
tentu didalamnya ada unsur keadilan. bahwa adil perlu proses ya segala sesuatu 
perlu dan pasti harus berproses mas Mawan,..cuma kalo ditanya ADIL itu start 
awal atawa output mungkin akan muter2 lagi kali ya..he..he..he..

wassalam.
a.s.


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke