Nurut dongeng nih, rijal artinya itu senopati (laki-laki), dan malah
ada dua yg disebut rijalul alam dan rijalullah. Keduanya ya senopati.
Hanya saja Rijalul Alam menggelarkan ilmu dzohir, ilmu kedewaan,
gelaran dari Sayid Anwar, menurut para dewa yang dahulu hingga
sekarang turun temurun (yg jelas bukan dewa gede permana lah yaa).
Pegangan ilmunya Istijrad kegagahan yang di agem, permohonannya suka
dimakbul, ingin gagah, ingin kuat, kebal, silat pun bisa, cukup dengan
ditepuk saja jadi dah tuh. Ingin gampang mencari syarat, ingin nyirep
atau nyambat manusia, ingin jadi dukun menyembuhkan yang sakit pun
cukup dengan ditepuk juga, tempo-tempo dikabul bisa jadi sehat
mendadak, cespleng. Dengan ilmu istijrad apa saja keinginginan bisa
jadi, begitu urusan hal kedzohiran turunan gelar dari dewa guru
(batara guru), terus hingga sekarang turun temurun. Malah manusia
jaman sekarang pun sudah berbaur jadi satu, ilmunya tentu ikut berbaur
lantaran sudah banyak sekali yang memegang ilmu kedewaan begitu,
mengakunya ilmu ma'rifat agama islam sejati. Setiap permohonannya
dikabul, teken hati biarpun ingin ketemu dengan leluhur yg sudah
meninggalpun, dengan ditepuk, saat itu juga terus tunduk, mimpi
bertemu dengan leluhur yang sudah meninggal. Tapi itu juga yang masih
ada, yang belum sempurna Ruh-nya, yang gentayangan gitu lho, yang
masih ada di dunia, ya tentu bisa dalam tidurpun bisa ketemu, tetapi
kalu yang sudah sempurna, tetap tidak bisa ketemu.

Rijalul Allah turunan yang disebut dari Sayidina Anwas, yang
menurunkan turun-temurun Rasul-Rasul, tegasnya senopati Allah yg
menggelarkan agama syariat, hakikat, tarikat dan ma'rifat hingga hari
akhir, terus menetes, agamanya pun begitu memegang Agama Islam,
saksinya Al Qur'an dan Al Hadist. Tidak melenceng dari amalnya
perintahan Nabi Muhammad Rasulullah yaitu Rukun Islam dan Rukun Iman
semuanya.

Masih menurut dongeng sejarah, Sayid Anwar dengan Sayid Anwas itu adlh
saudara sebapak tapi tidak se-ibu. Bapaknya yang disebut bernama Nabi
Syis. Putra Nabi Adam hanya satu yang dijadikan Nabi yaitu Nabi Syis.
Diceritakan Nabi Syis sudah punya istri Sang Dewi Mulat namanya.
Singkat cerita Dewi Mulat sedang mengandung 3 bulan.

Ada lagi dewi putri di dasar laut namanya Dewi Delajah yaitu anak
Idajil yang dilaknat Allah yg asalnya Malaikat. Ceritanya Dewi Delajah
sudah ketemu dengan Nabi Syis yang saat itu Nabi sedang piknik dengan
istrinya di tepi pantai. Dewi Delajah tergiur melihat wajah Nabi Syis
krn ketampanannya, wajahnya yg bercahaya, Dewi Delajah sudah tdk tahan
lagi, lalu menjalankan akal bulus tipu dayanya, kemudian Dewi Mulat
istri Nabi Syis disambar tidak terlihat oleh Nabi Syis. Diserahkan ke
bapaknya serta di tenung, Dewi Mulat sdh tentu tidak sadar seperti
tidur yang pulas. Diceritakan Dewi Delajah dibelakang dengan akal
syetannya mencipta-cipta jadi. Digibaskan badannya, diijabah dirinya
salin rupa, hilang rupanya dahulu, sekarang mirip persis dengan Dewi
Mulat. Nabi Syis tdk tahu bahwa ada yang salin rupa, singkatnya saja
trus kembali kerumahnya, ceritanya sudah berhubungan suami-istri
dikamarnya.

Tidak lama kemudian waktunya sudah hamil lagi Nyi Dewi Delajah, sudah
punya kandungan, setelah punya ingatan Nyai Dewi pun akan pulang. Pada
saat satu wktu di tngah malam yang sepi, begitu Nabi Syis sedang tidur
pulas, ditinggalkanlah oleh Nyi Dewi. Balik lagi ke bapaknya, serta
merta bapaknya juga berangkat membawa putri yang ditenung dipulangkan
ke negaranya, ditidurkan disamping tempat tidur disebelahnya Nabi
Syis. Keduanya tidak merasa dikecoh oleh Idajil.

Diceritakan lagi Dewi Mulat sudah waktunya melahirkan putranya, mulus
dan bercahaya wajahnya, ganteng tiada padanannya, cikal bakal
menurunkan Nabi, para wali mu'min begitu, trus diberi nama Sayid
Anwas. Begitupun dengan Dewi Delajah istri palsu tadi melahirkan putra
laki-laki juga, namanya Sayid Anwar. Setelah besar, usianya 10 tahun
kepada ibunya menanyakan bapaknya, "Ibu siapa bapak saya sebenarnya?".
Tidak sulit lagi ibunya menerangkan bahwa bapaknya adalah Nabi Syis
putra Adam yang jadi raja disuatu negeri. Begitu terdengan oleh
puteranya, Sayid Anwar trus pamitan akan menyusul bapaknya, minta
diakui sebagai putranya.

Singkatnya Sayid Anwar bertemu dengan bapaknya yaitu Nabi Syis. Yakin
pada saat itu tiak diakui oleh bapaknya, ditolak tidak diakui, tetapi
keburu ada isyarat, Nabi Syis diturunkan wahyu, bahwa itu "benar
putranya dari ibunya, Dewi Delajah, yang akan menurunkan dewa-dewa yg
tidak menurut kepada agama Allah, tekadnya ingin merajai, menuhankan
atau mengaku Allah sendiri, malah seumur hidupnya tidak mau mati
selama masih ada dunia, selama dunia belum hancur. Sedangkan Sayid
Anwas anakmu yang sulung, pasti yang bakal menurunkan Rasul,
menurunkan para Anbiya yaitu para Nabi, Wali dan para mukmin semua
akan menurunkan agamaKU".

Jadi oleh karena sekarang sudah akhir jaman, sudah saling silang
keturunan, bertemunya turunan Sayid Anwas dan Sayid Anwar, sudah
campur aduk jadi satu. Sudah banyak manusia ke dewa blaster manusia,
bapak dewa, ibu manusia, agama pun begitu sudah campur baur, buktinya
banyak yang meniru-niru seperti Islam ceritanya memakai dalil. Malah
tarikatnya pun meniru-niru tarikat para Wali, dipakai sebagai kedok,
dipakai tabir yaitu ilmu tenung, mengakunya Kebathinan tapi ternyata
buktinya ilmu tenung. Jelas itu ilmu kedzohiran sebab buktinya
diperlihatkan di alam dzohir, istijradnya ilmu tenung, asal saja
percaya terus ke dalam hati maka segala apapun juga diijabah. Biarpun
menyambar nyawa dgn jalan ditepuk pun saat itu tdk ingat, seperti
orang yang tertidur pulas, tetapi itupun hanya kepada manusia yang
tidak punya keyakinan kepada Allah dan Kang Jeng Nabi.

Karenanya kita mesti hati-hati, jika akan mencari ilmu bathin, awas
keliru tertipu oleh ilmu Rijalul Alam, kecuali kalo memang yang
dimaksud mencari ilmu kedzohiran, ya sabodo teuing lah.... :)

Begitu sekilas dongeng pengantar tidur.... :):)

2009/3/19 Mawan Sugiyanto <[email protected]>:
> Kalau dalam wayang kulit gaya jawa Rijal = Lanang/Laki-laki .. dan alam =
> Jagad
> Ada istilah Lananging Jagad,  yang artinya sama dengan play boy kelas kakap.
> Dari puteri keratorn, kembang desa, bidadari ... takluk ama Raden Janaka,
> Putra Pandu.
>
> Kok jadi jauh ya ?
>
> :)
>
>
> --- On Thu, 3/19/09, Agus Safudi <[email protected]> wrote:
>
> From: Agus Safudi <[email protected]>
> Subject: Re: [is-lam] Rijal secaralughot dan syari'at/Keterbukaan --c|
> To: [email protected]
> Date: Thursday, March 19, 2009, 11:30 AM
>
>
>
> --- Pada Sen, 16/3/09, Dewa Gede Permana <[email protected]>
> menulis:
>
>>Apa sebetulnya makna
>>hakikat dari rijal ini sebetulnya ya... pernah dulu denger ada istilah
>>Rijalul Alam dan Rijallullah, tapi ane juga masih lieur..
>
> mungkin Rijalul Alam bisa dipahami sbg kekuatan Alam, dan Rijallullah adalah
> terkait dgn sifat dan asma-Nya.
> wassalam.
> a.s.
>
>
> ________________________________
> Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!!
> Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah
> -----Inline Attachment Follows-----
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke