waduh maaf ya soal pahala. itu urusan Allah SWT, saya gak pernah 
itung-itungan ttg pahala. sementara pada org yg kurang pantes dihormati 
karena tidak bisa menghargai dirinya sendiri, saya gak berharap pahala 
dgn bersopan-santun koq, mas?

saya lebih senang berharap pahala karena nggebukin maling dgn niat beri 
pelajaran dr pada berlemah-lembut tapi nyolong lagi .. nyolong lagi. 


salam,
Fahru

________________________________
From: Alkhori M <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, May 1, 2009 10:34:09 AM
Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, lanjutan2


Mas AFR,
Sebenarnya saya tertarik untuk menjawabnya, tapi gaya pertanyaan anda ibarat 
seorang GOEROE (maaf pernah ini saya tuliskan doeloe, seorang GOEROE dengan 
bertolak pinggang bertanya pada muridnya) apakah anda AFR seorang GOEROE 
(sengaja dipakai ejaan lama, karena itu adalah gaya GOEROE zaman dulu, tapi 
GURU zaman sekarang tidak begitu lagi, tentu guru yang terlahir jadi guru, 
bukan guru karena tak ada dapat kerja lain maka ngelamar jadi guru). Nah kalau 
pertnyaan anda itu manis dan sopan tentu akan dijawab. Berbuat sopan dan santun 
itu adalha berpahala dan sebenarnya sudah diajarkan dari rumah. Salam kompak 
selalu.
 
Alkhori M
Alkhor Community
Qatar

________________________________

From:[email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of AFR
Sent: Friday, May 01, 2009 6:11 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, lanjutan2
 
Alkhori:
1. Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, apakah setelah itu tidak ada lagi wahyu 
yang turun kepada manusia atau jika bukan wahyu mungkin level yang rendah dari 
wahyu, yang biasa diterima oleh para wali?
 
 
dua pertanyaan saja ...
 
1. sampeyan (alkhori) ngartikan wahyu itu spt apa dulu? 
 
2. apa maksudnya adlh memungkinkan ada ayat baru yg 
akan turun lagi lewat perantara si fulan karena ada yg 
kurang lengkap dlm Qur'an & hadist?
---
 
kalo pertanyaan 2 sampeyan jawab: iya --> secara qath'i itu salah!
skrg tergantung sampeyan, tolong jelaskan jabarkan pertanyaan 1.
 
 
salam,
Fahru

________________________________

From:Alkhori M < [email protected] >
To: [email protected]
Sent: Friday, May 1, 2009 9:37:31 AM
Subject: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, lanjutan2
KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU, lanjutan2.
Dalam Ushul Fiqih, jika sudah jelas kalimat/ wahyu yang disampaikan, arti 
tersebut tidak boleh diabandon. KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU artinya 
sudah tetap dan harus digunakan sebagai argumentasi utama. Artinya KHATAMAN 
NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan tidak 
ada lagi nabi setelah beliau TITIK. Arti dan pemahaman itu tidak boleh dikurang 
dan tidak boleh ditambah, karena kalimat tsb sudah gamblang artinya. Tapi tentu 
ada arti derivative-nya, nah inilah yang akan diulaskan dan diperhalus apa saja 
yang relevan sebagai bukti bahwa Muhammad SAW adalah sebagai nabi terkahir yang 
lebih indah dan mudah dilhat dari sudut sebab akibat.
        1. Bukti Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, dengan kemajuan IT 
sekarang ini, maka informasi dalam sekejap bisa menyebar kemana-mana, jadi 
ajaran adhienul islam dengan sangat mudah diakses oleh ummat manusia, sehingga 
kesinambungan ajaran adhienul islam bisa terus on and on diterima manusia
        2. Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, dibuktikan dengan ayat “hari ini 
kusempurnakan agamamu …” yang berarti kita kita tidak diminta lagi untuk 
meng-expansikan Islam, tapi lebih diutamakan untuk menjaga/ melestarikan Islam 
dalam artian Islam itu harus dijaga kemurnian ajaranya. Karena dalam setiap 
ajaran agama terdapat proses yang terus berlanjut dalam dua wilayah yang besar 
yaitu PEMBARUAN & PEMURNIAN AGAMA. (disini agak kesulitan saya dalam 
mengungkapan apa kalimat yang tepat, insya allah nanti direvised)
        3. Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, apakah setelah itu tidak ada 
lagi wahyu yang turun kepada manusia atau jika bukan wahyu mungkin level yang 
rendah dari wahyu, yang biasa diterima oleh para wali?
Insya Allah bersambung, salam kompak selalu.
 
Alkhori M
Alkhor Community
Qatar
 
KHATAMAN NABIYIN , LA NABIYA BA'DAHU
 
Kalau judul diatas hanya diterjemahkan secara TERSURAT, makanya muncul kasus 
AHMADIYAH?
Tapi kalau mau jujur, memang mostly ummat Isalam memaknai KHATAMAN NABIYIN, LA 
NABIYA BA'DAHU secara FIQIH saja. Maka dengan lantang mengatakan AHMADIYAH 
kafir dan ramai-ramai minta Ahmadiyah dibubarkan.
 
Seandainya ummat yang sekarang ini dimisalkan lahir dizaman Rasulullah, tentu 
mereka mereka inilah yang paling didepan untuk membunuh Rasulullah, mengapa 
demikian? Tentu rekan-rekan dimilis ini sudah tahu jawabanya. Karena pemahaman 
KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah dilihat secara sederhana saja, 
padahal Allah telah memberikan aqal alias brain agar manusia bisa berpikir 
dengan OTAK dan bukan mengedepankan OTOT untuk menyelesaikan persoalan. Makanya 
wahyu yang pertama turun adalah IQRA’ maknanya BACA atau BELAJAR dan bukan 
sebaliknya untuk MENGHAJAR!!!
Adakah yang bisa menambahkan dengan bahasa sendiri arti dari KHATAMAN NABIYIN, 
LA NABIYA BA'DAHU yang sesuai dengan ajaran Adhienul Islam?
Insya Allah bersambung, salam kompak selalu.
 
Alkhori M
Alkhor Community
Qatar


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke