Maaf rekan-rekan yang lain, saya merubah style/ gaya jawaban saya khusus untuk yang satu ini, sekali mohon maaf utk yang lain. Untuk pembelajaran ini juga baik untuk meningkatkan daya nalar seseorang alias IQRA'. Dibawah ini ada pesan seorang teman saya waktu itu beliau di AKABRI. Beliau itu berpesan dan wanti-wanti kepada saya:
Rekan saya (RS): Kamu hati-hati kalau berteman dengan prajurit (prajurit maksudnya bukan perwira). Saya (S): Mengapa harus hati-hati berteman dengan prajurit? RS: Prajurit itu kalau main-main, ingin menembak kaki, kena yang lain dan salah-salah nanti kamu bisa mati S: Kalau perwira, bagaimana? RS: Kalau perwira, kalau tembak kaki, kena kaki dan kalau tembak kepala kena kepala S: Oh begitu maksudnya, paham saya sekarang !!! Diharapkan rekan-rekan yang lain maklum akan maksud tersirat pada dialog diatas. Maaf rekan-rekan yang lain, hati-hati dengan prajurit karena SERING SALAH SASARAN & SOK PINTAR, maklumlah prajurit. Salam kompak selalu buat yang lainya, tidak untuk prajurit yang satu ini. Sekali kali tukar style bolehkan? He.. he.. kebakaran jenggot dia sekarang. Alkhori M Alkhor Community Qatar _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR Sent: Friday, May 01, 2009 8:00 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, lanjutan2 --c| waduh maaf ya soal pahala. itu urusan Allah SWT, saya gak pernah itung-itungan ttg pahala. sementara pada org yg kurang pantes dihormati karena tidak bisa menghargai dirinya sendiri, saya gak berharap pahala dgn bersopan-santun koq, mas? saya lebih senang berharap pahala karena nggebukin maling dgn niat beri pelajaran dr pada berlemah-lembut tapi nyolong lagi .. nyolong lagi. salam, Fahru _____ From: Alkhori M <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, May 1, 2009 10:34:09 AM Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, lanjutan2 Mas AFR, Sebenarnya saya tertarik untuk menjawabnya, tapi gaya pertanyaan anda ibarat seorang GOEROE (maaf pernah ini saya tuliskan doeloe, seorang GOEROE dengan bertolak pinggang bertanya pada muridnya) apakah anda AFR seorang GOEROE (sengaja dipakai ejaan lama, karena itu adalah gaya GOEROE zaman dulu, tapi GURU zaman sekarang tidak begitu lagi, tentu guru yang terlahir jadi guru, bukan guru karena tak ada dapat kerja lain maka ngelamar jadi guru). Nah kalau pertnyaan anda itu manis dan sopan tentu akan dijawab. Berbuat sopan dan santun itu adalha berpahala dan sebenarnya sudah diajarkan dari rumah. Salam kompak selalu. Alkhori M Alkhor Community Qatar _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR Sent: Friday, May 01, 2009 6:11 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, lanjutan2 Alkhori: 1. Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, apakah setelah itu tidak ada lagi wahyu yang turun kepada manusia atau jika bukan wahyu mungkin level yang rendah dari wahyu, yang biasa diterima oleh para wali? dua pertanyaan saja ... 1. sampeyan (alkhori) ngartikan wahyu itu spt apa dulu? 2. apa maksudnya adlh memungkinkan ada ayat baru yg akan turun lagi lewat perantara si fulan karena ada yg kurang lengkap dlm Qur'an & hadist? --- kalo pertanyaan 2 sampeyan jawab: iya --> secara qath'i itu salah! skrg tergantung sampeyan, tolong jelaskan jabarkan pertanyaan 1. salam, Fahru _____ From: Alkhori M < [email protected] > To: [email protected] Sent: Friday, May 1, 2009 9:37:31 AM Subject: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, lanjutan2 KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU, lanjutan2. Dalam Ushul Fiqih, jika sudah jelas kalimat/ wahyu yang disampaikan, arti tersebut tidak boleh diabandon. KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU artinya sudah tetap dan harus digunakan sebagai argumentasi utama. Artinya KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan tidak ada lagi nabi setelah beliau TITIK. Arti dan pemahaman itu tidak boleh dikurang dan tidak boleh ditambah, karena kalimat tsb sudah gamblang artinya. Tapi tentu ada arti derivative-nya, nah inilah yang akan diulaskan dan diperhalus apa saja yang relevan sebagai bukti bahwa Muhammad SAW adalah sebagai nabi terkahir yang lebih indah dan mudah dilhat dari sudut sebab akibat. 1. Bukti Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, dengan kemajuan IT sekarang ini, maka informasi dalam sekejap bisa menyebar kemana-mana, jadi ajaran adhienul islam dengan sangat mudah diakses oleh ummat manusia, sehingga kesinambungan ajaran adhienul islam bisa terus on and on diterima manusia 2. Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, dibuktikan dengan ayat "hari ini kusempurnakan agamamu ." yang berarti kita kita tidak diminta lagi untuk meng-expansikan Islam, tapi lebih diutamakan untuk menjaga/ melestarikan Islam dalam artian Islam itu harus dijaga kemurnian ajaranya. Karena dalam setiap ajaran agama terdapat proses yang terus berlanjut dalam dua wilayah yang besar yaitu PEMBARUAN & PEMURNIAN AGAMA. (disini agak kesulitan saya dalam mengungkapan apa kalimat yang tepat, insya allah nanti direvised) 3. Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, apakah setelah itu tidak ada lagi wahyu yang turun kepada manusia atau jika bukan wahyu mungkin level yang rendah dari wahyu, yang biasa diterima oleh para wali? Insya Allah bersambung, salam kompak selalu. Alkhori M Alkhor Community Qatar KHATAMAN NABIYIN , LA NABIYA BA'DAHU Kalau judul diatas hanya diterjemahkan secara TERSURAT, makanya muncul kasus AHMADIYAH? Tapi kalau mau jujur, memang mostly ummat Isalam memaknai KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU secara FIQIH saja. Maka dengan lantang mengatakan AHMADIYAH kafir dan ramai-ramai minta Ahmadiyah dibubarkan. Seandainya ummat yang sekarang ini dimisalkan lahir dizaman Rasulullah, tentu mereka mereka inilah yang paling didepan untuk membunuh Rasulullah, mengapa demikian? Tentu rekan-rekan dimilis ini sudah tahu jawabanya. Karena pemahaman KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU adalah dilihat secara sederhana saja, padahal Allah telah memberikan aqal alias brain agar manusia bisa berpikir dengan OTAK dan bukan mengedepankan OTOT untuk menyelesaikan persoalan. Makanya wahyu yang pertama turun adalah IQRA' maknanya BACA atau BELAJAR dan bukan sebaliknya untuk MENGHAJAR!!! Adakah yang bisa menambahkan dengan bahasa sendiri arti dari KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU yang sesuai dengan ajaran Adhienul Islam? Insya Allah bersambung, salam kompak selalu. Alkhori M Alkhor Community Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
