Saya jadi inget teman dekat yg katholik di fakultas yang berbeda. Satu tahun lebih tua dari saya dan ngakunya dulu masa SMA dia habiskan di sekolah kepastoran Medan. Dia sangat lihai dalam berorasi dan kemampuan itu memang diasah di kurikulum pendidikannya. Postur badan tinggi besar (oleh krn itu dia cocok sekali aktif di MenWa), face keras layaknya orang batak dan suaranya cenderung mengglegar bagi kebanyakan mahasiswa non-batak. Dengan keadaan seperti itu rupanya banyak dari teman2 mahasiswa yg lain pada "ngeri" jika dekat dengan dia, pun ketika berpapasan dijalan, menunggu di halte bis kampus, ataupun ketika kebetulan sedang makan bareng di warung.
Entah kenapa kog tiba-tiba saya bisa dekat dengan kawan batak satu ini. Padahal kalo dilihat perbandingan pembawaan ya sangat jauh berbeda. Dia pendiam, tampang seram dan kaku, muka kutu buku dengan kacamata yg tebal. Sedangkan saya berbadan kecil, krempeng, kalo ngobrol suka nyrocos... gak peduli ditempat umum, bahkan seringkali orang lain yg awalnya gak kenal jadi kenal gara2 saya paksa cerita... he..he..he.. Karena sudah merasa akrab barangkali akhirnya suatu saat teman batak ini mengeluarkan uneg-uneg pribadinya. Dia katakan bahwa dirinya ini sebetulnya tidak disukai digerejanya, menurutnya dirinya sebetulnya termasuk kafir karena tidak suka dengan ajaran Paulus maupun gerakan renaissance, dan dia hanya menyukai figur seperti Yesus, figur Nabi Muhammad, serta figur2 para Wali. Oleh krn merasa didiskreditkan oleh orang2 gerejanya itulah akhirnya dia tak lagi mau datang ke gereja hanya untuk menghindari cemoohan. Lantas saya memberanikan diri utk bertanya bagaimana cara dia melakukan ibadah sehari-hari. Dia bilang bahwa dirinya punya seorang guru (yg Jawa katholik blasteran) yg bisa dia percaya (salah satu dari dosen favoritnya), jika ada masalah2 spiritualitas biasanya dia konsultasikan ke guru tsb. Dia bilang cara ibadah sehari-harinya ya kalo malam tidur setengah telanjang dibawah kolong tempat tidur dengan mengheningkan cipta !! Trus saya tanya lagi apa efek dari ibadah seperti itu? Dia jawab "itulah yg gue bingung... kagak ada efek apa-apa, cuma kedinginan doang.... tapi tetep aja gue lakuin yang kayak gituan... goblok gak!".... Kontan saya ketawa ngakak dan tanya lagi lha trus kalo gak ada dipan apa elo bisa sembahyang? Trus dia bilang elo jangan nambah-nambah gue ngrasa jadi tambah goblok dong !! Lantas saya bilang, bukan hanya elo yg ngrasa goblok... gue dulu lebih goblok dari elo.... mosok sembahyang di pura pake dicipratin air dah gitu jampi-jampi nya gue kagak ngerti, dah gitu panas terik dilapangan nyiksa bener dan waktunya lamaaaa banget. Dan kalo tiba-tiba hujan, wah pada bubar semua ngacirrrr... pake ditonton penduduk sekitar pulak !! Itu juga gue ulang-ulang. Nah lebih goblok mana, elo atau gue ? Trus beberapa selang saya tanya lagi ke dia, jadi sebetulnya yg salah ini dimana, bokap elo kan pastor dan elo anak nomer satu, pastinya elo akan dijadikan contoh buat adik-adik dan akan dituntut nerusin garis marga kan ? Dia jawab, ya iya gue tahu itu... tapi gue belum kepikiran coy. lagian bokap dikampung juga nggak tahu kondisi gue kayak begini. Mereka taunya ya gue kuliah dan nanti jadi pengacara sukses ! tapi yang jelas gue kudu ngrombak diri lah... nggak ada yang bisa gue salah-salahin... gue sadar itu. Semenjak itu doski jadi lebih sering main ke tempat kost saya (tanpa nginap, krn dia pasti bingung kalo mau sembahyang krn kolong dipan sdh dipenuhi oleh buku) dan dia lahap buku-buku islam dan psikologi yg ada di rak. Dasar kutu buku ! Dengan berjalannya waktu dia juga sudah tdk seangker dulu lagi, mau berbasa-basi dengan mahasiswa2 lain disekitarnya, bergaul dengan tetangga dan penduduk kampung asli sekitar. Tutur katanya sangat santun dan sangat tepo-sliro dengan orang lain. Itu memang pembawaan asli dia sebetulnya, cuman selama ini tdk bisa keluar saja. Berita terakhir denger2 dia sudah sholat di masjid, (tidak dibawah dipan lagi) tetapi saya sdh kehilangan kontak. Jadi kalo direnungkan kembali, sebetulnya yang dirombak ya memang diri sendiri ya. Bukan agama yg dirombak, tetapi ya orangnya dirombak, insya Allah dia akan ketemu dengan yang namanya agama. :) salam hangat 2009/5/5 AFR <[email protected]>: >>> Memang pada setiap agama PEMBARUAN dan PEMURNIAN >>> kalau dipermukaan terlihat berbeda tapi sebenarnya keduanya >>> merupakan kebutuhan dasar setiap agama. > > dalil dari mana setiap agama ada pembaruan & pemurnian. belum pernah > jumpai nash Hadist & Qur'an berbicara begitu. emang ayat al-Maidah:3 itu > nggak njamin ya koq butuh pemurnian? yg dibaruin/dimurniin agamanya > atw orgnya? pantesnya ente yg dicuci pikirannya kali? > > ngingetin saja, isu pembaruan agama itu modus yg diusung paulus thd injil & > > dampaknya sampe skrg, kasihan org nasrani kesesat jauh ttg konsep tauhid. > sekarang ada pembaruan & pemurnian agama (Islam) pula. lewat ahmyh/JIL? > > evaluasi diri saja ya ente alkhori, pertanyaan gak usah dijawab tapi baca > aja. > sebab sdh ada jawaban dgn artinya. > > ente pernah ngimamin sembah-eyangnya org/jama'ah ahmdyh? > > kalo pernah, > 1. itu berarti ente sdh diakui sbg bagian dr mereka! mereka tuh mau masjid > tapi menajiskan diri diimami ummat Rasulullah SAW. > 2. dan ente gak mau diimami ummat Nabi SAW, berarti ente ahmdyh sejati. > 3. dan ente mau diimami ummat Nabi SAW, berarti ente pengkhianat > dua golongan, org ahmdyh & org Muslim. > > kalo belum, masih ada kesempatan tobat. > --- > > > salam, > Fahru > ________________________________ > From: Alkhori M <[email protected]> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, May 5, 2009 10:31:43 AM > Subject: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, lanjutan 5 > > KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU, lanjutan5. > > Sub-titel: Dakwah Berdasarkan KESAMAAN Bukan Dakwah Meruncingkan PERBEDAAN > > Pada suatu malam ba’da shalat Isha pada sebuah mesjid yang cukup megah > seperti biasanya sebelum pulang kami pengurus BDI mesjid tersebut biasalah > sebelum bubaran ngerumpi alias chatting dulu tapi bukan ber-ghibah. Seorang > rekan ber-nostalgia dengan cerita sbb. Pada saat itu kami sebuah rombongan > kecil terdiri 5 orang mengadakan dakwah, tapi apa yang terjadi jangankan > orang yang hadir nyamukpun tidak mau datang. Sejak itu kami rubah strategi, > orang lapar bukan ayat & wahyu yang mereka inginkan, tapi sumpalan atau > ganjalan perut yang mereka dambakan, maka kelaparan/ kemiskinan sangat rawan > kekafiran jika iman belum mencapai tingkat muttaqin. Sejak itu dakwah > berubah yaitu menjadi dakwah sembako. Juga pada saat itu methode dakwah > selalu yang ditonjolkan adalah dakwah KESAMAAN, tidak ada berbicara > KHILAFIYAH tidak ada dakwah yang mengatakan INI SESAT & ITU BID’AH alias > tidak dicari perbedaan perbedaan tapi semua itu adalah KESAMAAN. Dengan > methode KESAMAAN tersebut bersinarlah dakwah tersebut, baru kemudian > dimasukan methode PEMURNIAN AQIDAH. Orang yang sudah tebal imanya maka tidak > lagi terguncang jika diberikan PEMURNIAN dan sekali-kali juga disisipkan > PEMBARUAN. Memang pada setiap agama PEMBARUAN dan PEMURNIAN kalau > dipermukaan terlihat berbeda tapi sebenarnya keduanya merupakan kebutuhan > dasar setiap agama. > > > > Tapi apa jadinya sekarang ini, mereka pada lupa bahwa syetan tidak senang > kalau ummat Islam itu hidup dalam kedamaian, maka selalu ditiupkan > PERBEDAAN-PERBEDAAN yang ada. Pada setiap kesempatan setiap kelompok atau > setiap golongan meng-CLAIM merekalah yang benar. Setiap menit dan setiap > detik ke-EGO-an yang digemakan, kamilah ahlul sunnah wal jama’ah, kalau > sekarang ditanyakan apa maksud dari sunnah wal jama’ah juga tidak jelas > jawabanya, paling dijawab yaitu kelompok yang mengikuti al-Qur’an dan > al-Hadits, hanya itu DOANG alias hanya itu THOK??? Al-qur’an meaning less > kalau bukan dibaca sebagai orang Muttaqin. > > Lagi hanya sebuah contoh kasus: > > Contoh kasus (maaf ini hanya contoh bukan ingin mempopulerkan atau ingin > membela ahmadiyah) > > Khataman Nabiyin vs. Ahmadiyah: > > Ahmadiyah dikatakan golongan atau kelompok sesat, karena tidak mengakui > khataman nabiyin. > Sementara orang ahmadiyah mengakunya: Kami mengakui Muhammad SAW adalah > khataman nabiyin, yaitu tidak ada lagi nabi setelah Muhammad SAW. > > Mengapa tidak mau sadar bahwa musuh Islam tidak nyenyak tidurnya alias tidak > senang kalau Islam itu damai sesamanya padahal: > > Islam Sunni (mostly di Asia Tenggara adalah Sunni ber-mazhab Syafe’i) > tuhanya adalah yang maha esa yaitu Allah, rasulnya Muhammad SAW. > > Ahmadiyah juga tuhan yang esa Allah dan rasulnya Muhammad SAW. Tapi > cerdiknya musuh Islam yang dicari yang dicongkel adalah PERBEDAAN (tapi > melupakan KESAMAAN). Dimana tujuan Al Huda Lil Muttaqiin dan methode IQRA’ > yaitu Dengan Nama Tuhan Yang Pengasih Dan Penyayang dimana disembunyikan > Rahmatan Lil ‘Alamiin. Semua pada membusungkan DADA seolah-olah sudah > memegang KUNCI SURGA, dengan lantang berkata “KALIAN KAFIR CALON PENGHUNI > NERAKA” makanya pelajari Islam Dengan Methode Yang Benar, Yang Islami Adalah > Instropeksi Bukan Agressi. > > Insya Allah bersambung, salam kompak selalu. > > > > Alkhori M > > Alkhor Community > > Qatar > > ===================================================== > > KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU, lanjutan4. > > Sub-Titel: Methode IQRA’ (tentu bukan methode iqra’ cara cepat belajar > membaca tulisan arab al-qur’an). > > IQRA’ BACALAH, > > Umur Berapakah Muhammad SAW Pada Saat Wahyu Diturunkan? Yaitu Sekitar 40 > Tahun. > > IQRA’ BACALAH, Bacalah Dengan Nama Tuhan Dst… Dst… Dst… > > > > Setiap memulai pekerjaan apapun selalu kita mulai dengan membaca : Dengan > Nama Tuhan Yang Pengasih Dan Penyayang. Dengan berbuat demikian diharapkan > NUANSA atau AURA KASIH dan SAYANG selalu mendahului apapun pekerjaan yang > bakal kita lakukan, makanya Adhienul Islam itu penuh dengan KASIH dan SAYANG > sehingga terciptalah KEDAMAIAN dimana Islam berada, karena salah satu arti > dari Islam maknanya adalah DAMAI. > > Nah sekarang perlu dipertanyakan, apakah sudah tercapai tujuan Adhienul > Islam sewaktu Adhienul Islam tersebut di-SEMPURNA-kan ketika rasulullah > Muhammad SAW sebagai nabi terkhir? > > Nah sekarang perlu dipertanyakan, apakah sudah tercapai tujuan Adhienul > Islam sewaktu Adhienul Islam tersebut di-SEMPURNA-kan ketika rasulullah > Muhammad SAW sebagai Khataman Nabiyin? > > Seandainya ada golongan atau kelompok yang bisa menciptakan KEDAMAIAN > bukankah MEREKA atau KAMI atau KITA atau KAMU atau KITA-KITA INI SEMUA yang > boleh menyandang ummat Khataman Nabiyin seperti termakna dari Adhienul Islam > yaitu Agama yang penuh dengan KEDAMAIAN sesuai dengan cita-cita rasulullah > diturunkan ke Bumi Allah ini. > > > > Contoh kasus (maaf ini hanya contoh bukan ingin mempopulerkan atau ingin > membela ahmadiyah) > > Khataman Nabiyin vs. Ahmadiyah: > > Ahmadiyah dikatakan golongan atau kelompok sesat, karena tidak mengakui > khataman nabiyin. > Sementara orang ahmadiyah mengakunya: Kami mengakui Muhammad SAW adalah > khataman nabiyin, yaitu tidak ada lagi nabi setelah Muhammad SAW. > > Kedua bullet diatas jadi kontradiksi tidak matching terdapat discrepancy, > kalau demikian mana yang benar? Dimanakah kalimat Dengan Nama Tuhan Yang > Pengasih Dan Penyayang kalau sesama mengaku bertuhan esa yaitu Allah dan > rasulullah Muhammad SAW adalah khataman nabiyin, tapi tidak bisa berdamai > padahal Adhienul Islam diturunkan untuk terciptanya kedamaian di bumi Allah > ini, kalau begitu dimana root causenya, apakah perlu diadakan RCFA* atau RA* > ? > > Ada pula yang nyelutuk, tunggu dulu, itu Mirza Ghulam Ahmad (MGA) adalah > nabinya orang Ahmadiyah, kalau ahmadiyah mengakui khataman nabiyin mengapa > mereka mengaku MGA sebagai nabinya ahmadiyah. Nah kalau begini masalah > menjadi bertambah RUMIT. Makanya judul diatas adalah IQRA’ dan IQRA’ Baca > dan bacalah. Subhanallah, marilah dibaca QS. Maryam disana insya Allah akan > tersedia jawabanya, jika al-Qur’an itu digunakan sebagai petunjuk bagi orang > Muttaqin. Agar bisa al-qur’an menjelma sebagai HIDAYAH, tidak cukup hanya > ber-modal-kan Islam saja, tapi harus Al Huda Lil Muttaqin. > > > > Insya Allah bersambung, salam kompak selalu. > > Legend *RCFA=Root Cause Failure Analysis dan RA=Risk Assessment. > > > > Alkhori M > > Alkhor Community > > Qatar > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
