iya mas.. trus ditaruh dimuseum... atau dibalsem kayak mummi. he..he...he.. Sampeyan ini ada-ada aja. Itu cerita betulan dan sepertinya tdk layak untuk dikonsumsi secara umum karena bisa mengundang interpretasi yang berbeda bagi umat-umat lainnya Mas. Buat saya cukuplah itu sebagai salah satu kenangan jadul yang indah dari sebuah pertemanan, meskipun sempat melalui fase-fase perdebatan yg alot dan bahkan saling menggoblok-goblokan satu sama lain. Bagaimana tidak, saya harus bisa menyelami dirinya ketika memaknai Yesus misalnya, begitu juga dia berusaha keras utk memahami apa yg saya maksudkan dengan Allah itu sesungguhnya. Wah ribet lah, seringkali kalo ngobrol berdua bisa sampe subuh blom tentu beres... dan itu kejadiannya tahun 1988, Sejak tahun 1997 saya dah gak ketemu dia lagi krn saya nikah dan pindah ke Jakarta. Komunikasi sesekali hanya lewat telepon, krn saya sibuk dan dia juga begitu. Dan kabar 5 tahun terakhir saya dah tidak tahu lagi.
2009/5/5 saidi <[email protected]>: > BAgus banget ceritanya tuhh mas.... layak dijadikan sebuah film dokumenter > tuh.... hik...hik... > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
