ini kayaknya nyindir suhu Alkhori neh... mentang-mentang suhu nyang di
sebrang sono jarang ngerasa kosong perut.
Gimana tuh suhu, bener gak tuh ? kalo gak bener hajar aja blehhh....
itu fitnah.... itu ghibah... :))))))))

2009/6/6 Bango Samparan <[email protected]>:
> Hayo lebih kosong mana? Perut rakyat atau perut petinggi-petinggi partai dan
> pemerintah?
> Kalau tak pikir-pikir perut petinggi partai dan pemerintah itu kok lebih
> kosong ya. Bayangkan, mereka tuh berjaga-jaga untuk mengisinya dengan
> milyaran rupiah:-) Rakyat malah sering agak santai, meski tak punya uang
> berjaga-jaga.
> Mereka tak mampu lho memberikan uang-uang itu untuk mengisi kekosongan perut
> rakyat. Yah, paling-paling rakyat dikasih 10 rb - 100 rb saat mau pilihan.
> Eee ... habis itu, ya terus cari balik modal, sama margin keuntungan, yang
> sebesar-besarnya. Buktinya, jarang sekali tho ada petinggi-petinggi partai
> dan pemerintah, yang setelah menjabat malah jadi tambah miskin.
> Salam hangat
> B. Samparan
>
> --- On Fri, 6/5/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:
>
> From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] Mendingan mikirin ...... was RE: Melawan
> PenjajahanKompeni AS - FPI Haramkan Pilih SBY
> To: [email protected]
> Date: Friday, June 5, 2009, 8:53 PM
>
> Andaikan dibolehkan bisa nge-rem pelan-pelan kemelut berpolitik dan
> berbangsa ini, mungkin memang perbaikan kondisi ekonomi dan pemerataan
> kesejahteraan rakyat yg harus di nomorsatu kan. Dan itu hrs dilakukan
> secara mandiri, bukan mengandalkan bantuan dari luar. Jadi belum
> urgent utk ditambah-tambahi dgn pencabangan beban berat peningkatan
> kualitas pendidikan, layanan kesehatan, penegakan syariat, dll.
> Mungkin saja memang indonesia kita ini masih berada di fase itu, fase
> disekitar perut, dan belum bergerak ke kepala. Cuman pendapat spt ini
> juga akan ngundang protes dan trus ada yg tereak : ¨emang gue
> binatang, cuman mikirin makan doang¨... nah lho.... wong diajak jalan
> pelan-pelan bareng kog malah tersinggung. Lha kan semua juga ada
> fase-fase nya. Tapi yang jelas kalo perut dah kelamaan kosong pasti
> kerja otak juga terganggu lah, dan ketika keadaan seperti ini dibawa
> ke dalam kancah perpolitikan so pasti pada cakar-cakaran utk menutupi
> perut yg tadinya lapar dan kosong. Ya mbok blio-blio itu teriak hidup
> UUD45, hidup pancasila, hidup syariat.... tetep aja yg tereak2 itu
> perutnya lagi kosong. Kenapa kog gak tereak hidup nasi putih, hidup
> air putih, hidup singkong aja, kan tdk menipu orang banyak jadinya...
> :)
>
> :)
> salam hangat
>
>
>
> 2009/6/5 Bango Samparan <[email protected]>:
>> Nyang susah itu mas, partai yang iklan kontrak politik tuh, kalau udah
>> jalan
>> nggak pernah ngevaluasi berjalannya kontrak politik secara terbuka.
>> Mana laporan PKS tentang pelaksanaan kontrak politik dengan SBY periode
>> ini?
>> Kalau bisa diurus di pengadilan dunia, itu omong kosong-lah mas. Sekali
>> lagi, "Anda boleh milih saja, tidak memecat." Apa ada pemilu menurunkan
>> presiden?
>> Kalau pengadilan akhirat, ya jelas bisa, wong yang mengajukan ke
>> pengadilan,
>> Sang Raja Hari Pembalasan sendiri. Nah, barangkali yang dimintai
>> pertanggungjawaban pertama adalah:
>> Mengapa demi target 20% suara kalian wahai petinggi PKS: memperbolehkan
>> orang berdangdut ria, ber-rock ria, bilang Pancasila dan UUD45 final,
>> syariat tidak relevan lagi, dll., dll.
>> He .. he, tapi memang rasional kok mas. Gini lho logikanya: PKS tuh ingin
>> jadi partai besar, makanya dia harus ikut masuk ke eksekutif. Mengapa?
>> Karena dengan menjadi eksekutif kesempatan untuk cari dana menjadi lebih
>> besar. Untuk memperbesar suara, kan perlu duit besar, wong di Indonesia
>> tuh
>> yang berpengaruh dalam urusan dapat suara, uang.
>> Rasional juga, menurut petinggi PKS lho, isu keterbukaan - ikut arus -
>> digadang-gadang tinggi-tinggi. Sayang kata Jack Trout, Differentiate or
>> Die.
>> Akhirnya suara PKS stagnan, yah naik dikitlah. Barangkali konsumen
>> mikirnya,
>> kalau mau pilih partai Nasionalis, apa iya sih PKS lebih nasionalis dari
>> partai-partai lain; kalau mau pilih partai terbuka, apa iya sih PKS lebih
>> terbuka dari partai-partai lain. Orang kan sudah tahu, kalau bukan kader
>> mana bisa kalian jadi penggede partai:-) Kecuali anda terkenal dan mampu
>> kasih biaya kampanye:-) Makanya, PD yang melejit.
>> Faktor lain kenapa PD melejit ya faktor mudahnya masyarakat terilusi:
>> "Kalau
>> saya merasa mendapat manfaat dari kebijakan pemerintah/presiden periode
>> ini,
>> berarti partai mereka hebat." He ... he, jadi kontrak-kontrak partai itu
>> sebetulnya malah tidak menguntungkan tho, piye-piye yang dapat nama
>> presidennya dan partainya! Ingat tuh rebutan prestasi swasembada pangan.
>> Eee, nggak malu ya, impor beras toh jalan terus, kesejahteraan petani juga
>> masih gitu-gitu saja, pencari rente faktor-faktor produksi sektor
>> pertanian
>> juga masih marak menjalankan praktek-prakteknya.
>> Jadi, silahkan dimakan tuh rasionalisme Anda, saya Golput sajalah, saya
>> memang penganut irasional expectation. Waktu kuliah ekonomi dulu saya
>> memang
>> selalu "ratek donk" saat mempelajari madzab ratex atau rational
>> expectation.
>> Heran, orang makin takut saja sama Golput, di Amrik golput sampai 45%
>> saja,
>> orang kagak ada yang ribut nuduh ini itu kok.
>> BTW, tolong deh baca Public Economics pada bahasan Arrow Paradoks, biar
>> tahu
>> apa yang dimaksud dengan rasionalitas dalam politik demokrasi=))
>> Salam hangat
>> B. Samparan
>>
>> --- On Fri, 6/5/09, Yandi Dwiputra F <[email protected]>
>> wrote:
>>
>> From: Yandi Dwiputra F <[email protected]>
>> Subject: Re: [Is-lam] Mendingan mikirin ...... was RE: Melawan
>> PenjajahanKompeni AS - FPI Haramkan Pilih SBY
>> To: [email protected]
>> Date: Friday, June 5, 2009, 1:42 PM
>>
>> ada pertanyaan apakah kontrak politik bisa dituntut secara hukum apabila
>> ada
>> penyimpangan?
>> jawabannya HARUS BISA!!!! apalagi kalo penyimpangan tersebut merugikan
>> rakyat yang jelas2 dilindungi oleh UUD 1945.
>>
>> tuntutannya bukan cuma didunia tetapi juga diakhirat....
>> tuntutannya juga bukan hanya secara hukum tapi juga secara politik....
>>
>> jangankan kontrak politik, kontrak rumah aja bisa dituntut dipengadilan
>> kok....
>> jangankan kontrak politik, kontrak kerja aja kalo ada pelanggaran bisa
>> dituntut kok...
>> jangankan kontrak politik, orang berkeluh kesah diinternet aja bisa
>> dituntut
>> kok...
>>
>>
>> -----Original Message-----
>> From: [email protected]
>> [mailto:[email protected]]on Behalf Of Wong Lim Pok
>> Sent: Friday, June 05, 2009 11:15 AM
>> To: [email protected]
>> Subject: [Is-lam] Mendingan mikirin ...... was RE: Melawan
>> PenjajahanKompeni AS - FPI Haramkan Pilih SBY
>>
>>
>> Sampai di mana dokumen kontrak politik itu dapat dipertanggung jawabkan?
>> Apakah dapat dibawa ke Mahkamah Agung bila ternyata yang bersangkutan
>> tidak
>> dapat memenuhi isi kontrak tersebut? Dan ... antara siapa dengan siapa
>> kontrak tersebut dilaksanakan? Ada panitia tender? Berapa? :) :)
>> _______________________________________________
>> Is-lam mailing list
>> [email protected]
>> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>>
>>
>> _______________________________________________
>> Is-lam mailing list
>> [email protected]
>> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>>
>>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke