Temen-temen ada yang buat Hilal Ahmar pak, sekarang mulai meng-Jawa. Sayang 
belum bisa punya rumah sakit.

Salam hangat
B. Samparan


--- On Mon, 6/8/09, Wong Lim Pok <[email protected]> wrote:

> From: Wong Lim Pok <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] RS Omni Sebaiknya Jangan Dirujuk Lagi
> To: [email protected]
> Date: Monday, June 8, 2009, 11:23 AM
> Merujuk kepada kualitas pelayanan RS
> di tanah air, tak heran (heran tak)
> banyak warga NKRI yang berobat keluar negeri, misalnya
> sejumlah RS di Penang
> dan Kuala Lumpur bagi warga Aceh dan Sumut, serta Malaka
> bagi warga Sumatra
> bagian tengah dan selatan.
> 
> Menurut sejumlah pasien rumah sakit dari Indonesia yang
> sempat singgah ke
> tempat saya di KL, katanya, dengan senyuman pelayanan dari
> dokter dan
> sejumlah pekerja RS tersebut sudah merupakan bagian dari
> obat yang
> diberikan.
> 
> Sebagai contoh RS-RS di Penang untuk pasien dari Aceh dan
> Sumut. Sebelum
> berangkat calon pasien sudah memperoleh info tentang RS dan
> dokter serta
> nomor handphone health guide dari kawan-kawan yang sudah
> pernah menikmati
> layanan dari RS-RS tersebut. Jadi sebelum berangkat mereka
> sudah mengubungi
> health guide via SMS. Dengan layanan AirAsia dan Firefly
> (bukan promosi)
> calon pasien sudah ditunggu di airport tujuan. Dicarikan
> taksi, dicarikan
> apartemen, dan kemudian ditanyakan dokter untuk penyakit
> apa (kalau sudah
> punya rujukan nama dokter tinggal sebutkan nama dokter
> tujuan). Kemudian
> diurus sampai ketemu dokter. Ditawarkan lagi kalau mau
> sight seeing setelah
> pengobatan, tentunya dengan bayaran lagi. Namun pasien
> sangat puas. Selesai
> berobat diantar lagi ke airport sampai goodbye.
> 
> Sebagian RS di Indonesia (tidak semuanya ya), bila anggota
> keluarga yang
> dioperasi, para kerabat pasien mesti standbye di luar ruang
> operasi untuk
> membeli obat ke apotik (apotik mana saja asal obatnya ada),
> sementara si
> pasien di atas meja operasi. Belum kembali yang cari obat
> resep pertama
> tadi, resep kedua keluar, giliran kerabat yang lain
> marathon. Begitu
> seterusnya. Begitu juga untuk urusan transfuse darah.
> Kerabatnya yang harus
> mengemis ke PMI. Seperti tidak ada link antara RS dengan
> Bank Darah PMI.
> Pada hal kan tinggal pasang selang aja ya, kaya PAM. :).
> Kemudian kalau
> beruntung dapat darah dari PMI, mesti ada lagi anggota
> keluarga yang
> bertugas ngeram darah itu diketiaknya supaya temperaturnya
> naik.
> 
> Duh.. cukup dulu keluahnnya ya ... solusinya apa ya,, hanya
> pintar ngeluh
> doank.
> 
> Salam HANGAT,
> 
> Wong
> 
> 
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of hamami
> Sent: 08 Juni 2009 11:03
> To: [email protected]
> Subject: Re: [Is-lam] RS Omni Sebaiknya Jangan Dirujuk
> Lagi
> 
> 
> Cerita2 yang tidak sedap berkenaan dengan perilaku RS itu
> sudah terlalu
> sering didengar, Cuma saja selama ini gak ada institusi
> yang menindak.
> Hal itu biasanya baru menjadi perhatian manakala ada yang
> berani
> mengexposenya, semisal kasus ibu Prita.  
> 
> Mungkin kita masih ingat kasus/cerita memilukan beberapa
> tahun lalu, anak
> pemulung yg bernama Khoirunnisa. 
> Dimana dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa sempat
> dibawa ke-mana2 oleh
> sang bapak dengan menggunakan gerobak untuk mencarai tempat
> pemakaman.
> 
> Sterlah terciar dibanyak media, barulah para pejabat
> kebakaran jenggot
> (gimana yang gak punya jenggot, ya...).
> 
> Ini adalah masalah social yang memerlukan penyikapan tegas
> dari pemrintah,
> berkaitan dengan fungsí social RS.
> 
> Wassalam
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: Yandi Dwiputra F [mailto:[email protected]]
> 
> Sent: Monday, June 08, 2009 7:46 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [Is-lam] RS Omni Sebaiknya Jangan Dirujuk
> Lagi
> 
> makanya mas penyakit itu jangan dipelihara.....
> boikot RS yang paling efektif itu dengan menjaga kesehatan
> diri.
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]on
> Behalf Of Bango
> Samparan
> Sent: Sunday, June 07, 2009 11:22 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [Is-lam] RS Omni Sebaiknya Jangan Dirujuk
> Lagi
> 
> 
> 
> Waktu istri kawan saya melahirkan anak pertamanya,
> pembukaan agak lambat,
> akhirnya di operasi cesar. Kena deh sekitar 5jt-an. Kata
> dia statistiknya,
> dari 24 kelahiran hari itu, 16 cesar.
> 
> Waktu melahirkan anak kedua, jauh-jauh hari tak nasehatkan
> tuh istri sering
> disuruh jalan-jalan. Mendekati hari H, dia bilang lagi
> pembukaan lambat,
> udah diancam sama dokter, 3 hari kagak nongol tuh bayi,
> cesar. Kawan saya
> langsung teler berat, wong hidup pas-pasan. Waktu telpon
> saya, dia sudah
> megap-megap. Lalu saya itanya strimu jalan-jalannya gimana
> tho. Dia bilang,
> ya kalau ke pasar yang dekat rumah jalan, ke warung, tapi
> tidak ada acara
> jalan-jalan rutin khusus. Wo dasar. Sekarang tuh istri
> suruh jalan-jalan
> terus, kalau lelah istirahat, agak seger jalan lagi. Trus
> begitu yah.
> Alhamdulillah, tuh bayi akhirnya nongol sendiri. Lumayan
> hanya kena 1jt-an.
> 
> Nah mas, kenapa dokter sekarang kok suka ngancam-ngancam
> gitu?
> 
> Kasus anak diare lain lagi. Banyak temen, saking sayang
> sama anaknya, begitu
> diari dan muntah, langsung dibawa ke rumah sakit. Begitu
> diperiksa, wah bos,
> tuh anak harus nginep. Ngineplah 2-4 hari. Biayanya, yang
> jelas bagi
> kebanyakan temen-temen saya, ya jadi membuat mereka hutang
> kanan kiri.
> 
> Nah mas, kenapa dokter sekarang, belum apa-apa, suka
> menginepkan pasiennya?
> 
> Untuk kasus-kasus tertentu, lucunya, kalau ditanya mengenai
> sakitnya apa,
> hampir pasti selintutan.
> 
> Nah mas, kenapa dokter sekarang, mayoritas begitu?
> 
> Catatan: Kasus-kasus yang saya sampaikan tuh mas di RS
> Islam lho, yang satu
> milik Muhammadiyah, yang satu milik persatuan haji.
> 
> Salam hangat
> B. Samparan
> 
> 
> 
>       
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> 
> __________ NOD32 4117 (20090530) Information __________
> 
> This message was checked by NOD32 antivirus system.
> http://www.eset.com
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke