emang sakit/penyakit itu tamu yg pernah diundang. utk antisipasi lbh parah coba 
di awal2 
saat kedapatan ada rasa sakit, segera diingat     "terakhir sblm ini 
makan/minum apa ya?" 

sering penyakit itu bisa disembuhkan dgn kekuatan pikiran diri sendiri dan tak 
perlu ke 
dokter. pernah dulu nyaris typhus, obatnya cuma gorengan + cabe rawit. itu pun 
setelah 
datangi 2 dokter yg berlainan & resepnya gak ada yg cocok. rujukan utk konsumsi 
ini/itu 
datang dari pikiran sendiri,     "enaknya makan apa ya?"

buat org kantoran yg biasanya dpt asuransi kesehatan, jangan manjakan diri & 
cengeng yg 
dikit-dikit ke dokter. obat yg dikasih boleh jadi manjur, kalau bukan jenis 
antibiotik yg bisa 
melemahkan kekebalan tubuh, sering juga racikan mereka shg tidak bisa dibeli 
langsung di 
apotik.
---

dari pengalaman, bocah2 itu butuhnya perhatian khusus ttg kesehatannya itu 
sampai 2 thn 
pertama sesuai rujukan masa menyusui. Alhamdulillah, lebih dari usia itu anak2 
punya cukup 
kekebalan. hanya yg perlu ekstra perhatikan jajanannya ...



salam,
Fahru


________________________________
From: Yandi Dwiputra F <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, June 8, 2009 7:45:37 AM
Subject: Re: [Is-lam] RS Omni Sebaiknya Jangan Dirujuk Lagi

makanya mas penyakit itu jangan dipelihara.....
boikot RS yang paling efektif itu dengan menjaga kesehatan diri.

-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]]on Behalf Of Bango
Samparan
Sent: Sunday, June 07, 2009 11:22 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] RS Omni Sebaiknya Jangan Dirujuk Lagi



Waktu istri kawan saya melahirkan anak pertamanya, pembukaan agak lambat, 
akhirnya di operasi cesar. Kena deh sekitar 5jt-an. Kata dia statistiknya, dari 
24 kelahiran hari itu, 16 cesar.

Waktu melahirkan anak kedua, jauh-jauh hari tak nasehatkan tuh istri sering 
disuruh jalan-jalan. Mendekati hari H, dia bilang lagi pembukaan lambat, udah 
diancam sama dokter, 3 hari kagak nongol tuh bayi, cesar. Kawan saya langsung 
teler berat, wong hidup pas-pasan. Waktu telpon saya, dia sudah megap-megap. 
Lalu saya itanya strimu jalan-jalannya gimana tho. Dia bilang, ya kalau ke 
pasar yang dekat rumah jalan, ke warung, tapi tidak ada acara jalan-jalan rutin 
khusus. Wo dasar. Sekarang tuh istri suruh jalan-jalan terus, kalau lelah 
istirahat, agak seger jalan lagi. Trus begitu yah. Alhamdulillah, tuh bayi 
akhirnya nongol sendiri. Lumayan hanya kena 1jt-an.

Nah mas, kenapa dokter sekarang kok suka ngancam-ngancam gitu?

Kasus anak diare lain lagi. Banyak temen, saking sayang sama anaknya, begitu 
diari dan muntah, langsung dibawa ke rumah sakit. Begitu diperiksa, wah bos, 
tuh anak harus nginep. Ngineplah 2-4 hari. Biayanya, yang jelas bagi kebanyakan 
temen-temen saya, ya jadi membuat mereka hutang kanan kiri.

Nah mas, kenapa dokter sekarang, belum apa-apa, suka menginepkan pasiennya?

Untuk kasus-kasus tertentu, lucunya, kalau ditanya mengenai sakitnya apa, 
hampir pasti selintutan.

Nah mas, kenapa dokter sekarang, mayoritas begitu?

Catatan: Kasus-kasus yang saya sampaikan tuh mas di RS Islam lho, yang satu 
milik Muhammadiyah, yang satu milik persatuan haji.

Salam hangat
B. Samparan



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke