ooo kalo nungguin orang sakit mah dah kenyang neh, sampe nginep berhari-hari gak pulang (sdh seperti anak kost2an aja) bahkan sampai badan kebawa-bawa letoy sgala trus akrab dgn kecoa juga... padahal saya paling mrinding kalo liat kecoa terbang.. wah wis... bolak-balik ngurus darah ke PMI lah, trus cari obat yg macem2 jenisnya di luar krn tdk tersedia di apotik RS. Berbulan-bulan gitu aja terus, meskipun pada akhirnya dari ujung kaki sampai pangkal paha bapak mertua di amputasi juga (diabet kelas super beratss). Memang rada ribet kalo menghadapi ortu yg dulunya biasa dilayani oleh anak buah, sbentar2 nyari... sbentar manggil... apalagi pada saat yg bersamaan di blok yg agak jauh saya juga kudu ngurus bini yg mau persiapan cesar... wis pokoke pontang-panting lah, apa-apa serba swalayan. Tapi untungnya saya sendiri gak sampe koleps waktu itu.
Jadi nurut saya solusinya mudah saja. - Inget sakit dikala masih sehat. Jakasembung... Jaga Kasihatan Bung ! - Ketika sakit ya dinikmati saja krn tentu ada sisi enaknya. - Gak usah rewel ketika sakit apa lagi nyusahin orang lain. - Ketika ada yang sakit, siap-siap saja utk direweli krn tdk semua orang sakit mampu mengatasi keadaan dirinya. - Cari duit yg banyak sbg persiapan membantu kebutuhan orang lain yg tiba-tiba terkena sakit, entah tetangga, sanak famili, ataupun yg terdengar oleh telinga dari berita2 lain. - Sadari bhw duit yg dititipkan itu bukan utk diri sendiri, bukankah diri sendiri sudah tdk lagi mempedulikan rasa sakit.... kan judule sudah mampu mengontrol rasa sakit, jadi gak perlu ke dokter, apalagi ke RS Internasional ataupun RS Global atawa RS antar planet... - Silahkan ditambahin sendiri, asal gak minta ke pemerintah meningkatkan kualitas layanan kesehatan saja.... ntar urusannya malah puanjang.... dan gak ningkat-ningkat... :)) :) salam ngawur abisss... 2009/6/8 Wong Lim Pok <[email protected]>: > Merujuk kepada kualitas pelayanan RS di tanah air, tak heran (heran tak) > banyak warga NKRI yang berobat keluar negeri, misalnya sejumlah RS di Penang > dan Kuala Lumpur bagi warga Aceh dan Sumut, serta Malaka bagi warga Sumatra > bagian tengah dan selatan. > > Menurut sejumlah pasien rumah sakit dari Indonesia yang sempat singgah ke > tempat saya di KL, katanya, dengan senyuman pelayanan dari dokter dan > sejumlah pekerja RS tersebut sudah merupakan bagian dari obat yang > diberikan. > > Sebagai contoh RS-RS di Penang untuk pasien dari Aceh dan Sumut. Sebelum > berangkat calon pasien sudah memperoleh info tentang RS dan dokter serta > nomor handphone health guide dari kawan-kawan yang sudah pernah menikmati > layanan dari RS-RS tersebut. Jadi sebelum berangkat mereka sudah mengubungi > health guide via SMS. Dengan layanan AirAsia dan Firefly (bukan promosi) > calon pasien sudah ditunggu di airport tujuan. Dicarikan taksi, dicarikan > apartemen, dan kemudian ditanyakan dokter untuk penyakit apa (kalau sudah > punya rujukan nama dokter tinggal sebutkan nama dokter tujuan). Kemudian > diurus sampai ketemu dokter. Ditawarkan lagi kalau mau sight seeing setelah > pengobatan, tentunya dengan bayaran lagi. Namun pasien sangat puas. Selesai > berobat diantar lagi ke airport sampai goodbye. > > Sebagian RS di Indonesia (tidak semuanya ya), bila anggota keluarga yang > dioperasi, para kerabat pasien mesti standbye di luar ruang operasi untuk > membeli obat ke apotik (apotik mana saja asal obatnya ada), sementara si > pasien di atas meja operasi. Belum kembali yang cari obat resep pertama > tadi, resep kedua keluar, giliran kerabat yang lain marathon. Begitu > seterusnya. Begitu juga untuk urusan transfuse darah. Kerabatnya yang harus > mengemis ke PMI. Seperti tidak ada link antara RS dengan Bank Darah PMI. > Pada hal kan tinggal pasang selang aja ya, kaya PAM. :). Kemudian kalau > beruntung dapat darah dari PMI, mesti ada lagi anggota keluarga yang > bertugas ngeram darah itu diketiaknya supaya temperaturnya naik. > > Duh.. cukup dulu keluahnnya ya ... solusinya apa ya,, hanya pintar ngeluh > doank. > > Salam HANGAT, > > Wong > > > > > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[email protected]] On Behalf Of hamami > Sent: 08 Juni 2009 11:03 > To: [email protected] > Subject: Re: [Is-lam] RS Omni Sebaiknya Jangan Dirujuk Lagi > > > Cerita2 yang tidak sedap berkenaan dengan perilaku RS itu sudah terlalu > sering didengar, Cuma saja selama ini gak ada institusi yang menindak. > Hal itu biasanya baru menjadi perhatian manakala ada yang berani > mengexposenya, semisal kasus ibu Prita. > > Mungkin kita masih ingat kasus/cerita memilukan beberapa tahun lalu, anak > pemulung yg bernama Khoirunnisa. > Dimana dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa sempat dibawa ke-mana2 oleh > sang bapak dengan menggunakan gerobak untuk mencarai tempat pemakaman. > > Sterlah terciar dibanyak media, barulah para pejabat kebakaran jenggot > (gimana yang gak punya jenggot, ya...). > > Ini adalah masalah social yang memerlukan penyikapan tegas dari pemrintah, > berkaitan dengan fungsà social RS. > > Wassalam > > > -----Original Message----- > From: Yandi Dwiputra F [mailto:[email protected]] > Sent: Monday, June 08, 2009 7:46 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [Is-lam] RS Omni Sebaiknya Jangan Dirujuk Lagi > > makanya mas penyakit itu jangan dipelihara..... > boikot RS yang paling efektif itu dengan menjaga kesehatan diri. > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[email protected]]on Behalf Of Bango > Samparan > Sent: Sunday, June 07, 2009 11:22 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [Is-lam] RS Omni Sebaiknya Jangan Dirujuk Lagi > > > > Waktu istri kawan saya melahirkan anak pertamanya, pembukaan agak lambat, > akhirnya di operasi cesar. Kena deh sekitar 5jt-an. Kata dia statistiknya, > dari 24 kelahiran hari itu, 16 cesar. > > Waktu melahirkan anak kedua, jauh-jauh hari tak nasehatkan tuh istri sering > disuruh jalan-jalan. Mendekati hari H, dia bilang lagi pembukaan lambat, > udah diancam sama dokter, 3 hari kagak nongol tuh bayi, cesar. Kawan saya > langsung teler berat, wong hidup pas-pasan. Waktu telpon saya, dia sudah > megap-megap. Lalu saya itanya strimu jalan-jalannya gimana tho. Dia bilang, > ya kalau ke pasar yang dekat rumah jalan, ke warung, tapi tidak ada acara > jalan-jalan rutin khusus. Wo dasar. Sekarang tuh istri suruh jalan-jalan > terus, kalau lelah istirahat, agak seger jalan lagi. Trus begitu yah. > Alhamdulillah, tuh bayi akhirnya nongol sendiri. Lumayan hanya kena 1jt-an. > > Nah mas, kenapa dokter sekarang kok suka ngancam-ngancam gitu? > > Kasus anak diare lain lagi. Banyak temen, saking sayang sama anaknya, begitu > diari dan muntah, langsung dibawa ke rumah sakit. Begitu diperiksa, wah bos, > tuh anak harus nginep. Ngineplah 2-4 hari. Biayanya, yang jelas bagi > kebanyakan temen-temen saya, ya jadi membuat mereka hutang kanan kiri. > > Nah mas, kenapa dokter sekarang, belum apa-apa, suka menginepkan pasiennya? > > Untuk kasus-kasus tertentu, lucunya, kalau ditanya mengenai sakitnya apa, > hampir pasti selintutan. > > Nah mas, kenapa dokter sekarang, mayoritas begitu? > > Catatan: Kasus-kasus yang saya sampaikan tuh mas di RS Islam lho, yang satu > milik Muhammadiyah, yang satu milik persatuan haji. > > Salam hangat > B. Samparan > > > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > __________ NOD32 4117 (20090530) Information __________ > > This message was checked by NOD32 antivirus system. > http://www.eset.com > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
