Toni itu menulis secara partial mekanismenya cadangan devisa adalah:

sumbernya: ekspor; penggunaannya: impor, kalau ekspor > impor, cadangan devisa 
bertambah, karena jumlahnya tambah harganya turun, alias rupiah menguat.

Kalau ketersediaan cadangan devisa minim dan permintaan banyak, dollar harganya 
naik, hukum permintaan. Kalau naiknya di atas ambang psikologis, pemerintah 
turun tangan, salah satunya dengan hutang LN dalam bentuk dollar.

Pertanyaannya, benarkan ekspor > impor? Kalau tidak berarti membesarnya 
cadangan devisa ya karena hutang. Ini ada beberapa dialog saya dengan beberapa 
teman:

Dari teman HMI:

Kemarin Anwar Nasution dalam penyampaian hasil pemeriksaan BPK bahwa
dia heran mengapa program pengentasan kemiskinan (PNPM Mandiri) berasal
dari Bank Dunia? Katanya utangnya komersial lagi.



Jadinya saya ingat fenomena yang tidak saya perhatikan selama ini, di
beberapa kota yg saya jumpai, anggaran pengentasan kemiskinan yg
berasal dr utang (PNPM, P2KP, dsb) ternyata sebagian besar lari ke:
pengerasan jalan, bukan ekonomi produktif. Coba lihat jalan2 disekitar 
kampung2, biasanya ada tulisan P2KP, PNPM, dsb. 



Apa karena model bank, supaya penyerapan besar, jdnya buat bangun jalan?



Beberapa saat yg lalu, saya jg bgobrol2 dg teman LSM, dia bilang
mekanisme pembangunan bottom-up, dimana ada jaring asmara, penjaringan
aspirasi masyarakat, hasilnya jg sebagian besar lari ke: kampung saya
jalannya masih tanah, tolong diperkeras. Jarang yang buat ekonomi
produktif. Apa karena jalan dipandang barang publik dan bantuan modal itu 
individual ya?



Bagaimana mas Defi yang praktisi kemiskinan ini?



Agam

Dari bekas mahasiswa saya, sekarang kerja di P2KP:

(06:45:22 AM) Suyatno: Oalah bos... klu itu ak dah tahu... memang dana untuk 
programa2 yang katanya "pro poor" itu smua berasal dari utang luar negeri.. 
ntah itu raskin, blt, pnpm... dll
(06:46:27 AM) Suyatno: dan benar adanya klu itu adalh utang komersial yang 
bunganya mncapi 12-13 persen.. apa ga klimpungan itu?
(06:47:25 AM) Suyatno: sehingga dalam kurun waktu 5 thun pemerintahan SBY utang 
luar negeri kita lebih besar dari utang jaman orba selama 32 tahun... bayangin 
aja...
(06:48:37 AM) Suyatno: dan sangat disayangkan sekali dana tersebut 
pengelolaannya ternyata sampai akr rumput -pun tnyata tidak profresional...
(06:51:38 AM) Suyatno: kita sbnrany intern pribadi udah berusaha memberikan 
pendidikan /pencerahan kpd masayarakat tentang perlunya kemandirian dan 
pengelolaan bantuan yang terlanjur diprogramkan... tapi apa daya klu semua 
teman2 hanya menganggap itu sebagai sebuah proyek.... apa ga tambah ngelus 
dada... bagamana generasi kita 15-20 tahun lagi....?
(06:56:18 AM) Suyatno: Jadi intinya bos... apa yang diprogramkan selama ini 
tidak lebih dari atas sampe bawah hanya menganngp sebagai sebuah proyek... 
lebih parah lagi itu untuk "membeli" rakyat... dalam politik....

Salam hangat

B. Samparan

--- On Tue, 6/16/09, si Nung <[email protected]> wrote:

From: si Nung <[email protected]>
Subject: Re: [Is-lam] Hutang LN dan Linuxmint was Re: Ekstrimist Sudah Lari 
Dari Milis Ini? Atau Sudah Sadar
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 16, 2009, 6:51 AM

On 15 Jun 2009 at 15:13, Bango Samparan wrote:

> Bagian mananya yang perlu diklarifikasi?

mulai alinea satu dari kutipan pak BoS

persepsi saya,

hutang LN menambah cadangan devisa RI [?]

setelah cadangan devisa RI meningkat, pengaruhnya apa ke WNI ?

seberapa signifikan besaran cadangan devisa dipengaruhi incumbent ?
atau ini adalah proses alamiah tanpa campur tangan birokrat manapun ?
[di atas ini ter-inspirasi dari alineat sbb]

| Dalam
 situasi krisis, konsumen cenderung membatalkan
| atau menunda pembelian barang- barang sekunder
| (mobil, elektronik, dan produk manufaktur lain),
| tetapi tidak elastis mengonsumsi barang-barang primer
| (hasil perkebunan dan pertambangan). Karena itulah,
| Jepang, Korea, Taiwan, Hongkong, Singapura, Thailand,
| dan Malaysia sangat terpukul.

hebat pak gede di posting terdahulu yg sudah mendeteksi kebutuhan WNI yg masih 
sekitar perut ...

he...he... ma'af nggladrah.... ngelantur kemana-mana ...

sila dilanjut 

lan mboten sah ngaya njawabipun :D

sinung





      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke