Jalan-jalan di sekitar komplek rumah saya itu masih bagus sebetulnya,
tapi denger-denger krn ada proyek P2KP terus aja di alus-alusin lagi
itu aspal. Malahan ada rencana menyulap lapangan bulutangkis sebelah
rumah menjadi taman olahraga... masyarakat sekitar sebetulnya belum
tentu membutuhkan sarana seperti itu, tetapi kalo ditawari ya pasti
tidak akan menolak. Cuman sayangnya tidak ada klarifikasi yg jelas
darimana datangnya hujan uang yg dianggap kebanyakan masyarakat kecil
itu bahkan oleh panitia P2KP itu sendiri sebagai rejeki yang tiba-tiba
turun dari langit ? Nyesek bener ya...

2009/6/16  <[email protected]>:
> Toni itu menulis secara partial mekanismenya cadangan devisa adalah:
>
> sumbernya: ekspor; penggunaannya: impor, kalau ekspor > impor, cadangan
> devisa bertambah, karena jumlahnya tambah harganya turun, alias rupiah
> menguat.
>
> Kalau ketersediaan cadangan devisa minim dan permintaan banyak, dollar
> harganya naik, hukum permintaan. Kalau naiknya di atas ambang psikologis,
> pemerintah turun tangan, salah satunya dengan hutang LN dalam bentuk dollar.
>
> Pertanyaannya, benarkan ekspor > impor? Kalau tidak berarti membesarnya
> cadangan devisa ya karena hutang. Ini ada beberapa dialog saya dengan
> beberapa teman:
>
> Dari teman HMI:
>
> Kemarin Anwar Nasution dalam penyampaian hasil pemeriksaan BPK bahwa dia
> heran mengapa program pengentasan kemiskinan (PNPM Mandiri) berasal dari
> Bank Dunia? Katanya utangnya komersial lagi.
>
> Jadinya saya ingat fenomena yang tidak saya perhatikan selama ini, di
> beberapa kota yg saya jumpai, anggaran pengentasan kemiskinan yg berasal dr
> utang (PNPM, P2KP, dsb) ternyata sebagian besar lari ke: pengerasan jalan,
> bukan ekonomi produktif. Coba lihat jalan2 disekitar kampung2, biasanya ada
> tulisan P2KP, PNPM, dsb.
>
> Apa karena model bank, supaya penyerapan besar, jdnya buat bangun jalan?
>
> Beberapa saat yg lalu, saya jg bgobrol2 dg teman LSM, dia bilang mekanisme
> pembangunan bottom-up, dimana ada jaring asmara, penjaringan aspirasi
> masyarakat, hasilnya jg sebagian besar lari ke: kampung saya jalannya masih
> tanah, tolong diperkeras. Jarang yang buat ekonomi produktif. Apa karena
> jalan dipandang barang publik dan bantuan modal itu individual ya?
>
> Bagaimana mas Defi yang praktisi kemiskinan ini?
>
> Agam
>
> Dari bekas mahasiswa saya, sekarang kerja di P2KP:
>
> (06:45:22 AM) Suyatno: Oalah bos... klu itu ak dah tahu... memang dana untuk
> programa2 yang katanya "pro poor" itu smua berasal dari utang luar negeri..
> ntah itu raskin, blt, pnpm... dll
> (06:46:27 AM) Suyatno: dan benar adanya klu itu adalh utang komersial yang
> bunganya mncapi 12-13 persen.. apa ga klimpungan itu?
> (06:47:25 AM) Suyatno: sehingga dalam kurun waktu 5 thun pemerintahan SBY
> utang luar negeri kita lebih besar dari utang jaman orba selama 32 tahun...
> bayangin aja...
> (06:48:37 AM) Suyatno: dan sangat disayangkan sekali dana tersebut
> pengelolaannya ternyata sampai akr rumput -pun tnyata tidak profresional...
> (06:51:38 AM) Suyatno: kita sbnrany intern pribadi udah berusaha memberikan
> pendidikan /pencerahan kpd masayarakat tentang perlunya kemandirian dan
> pengelolaan bantuan yang terlanjur diprogramkan... tapi apa daya klu semua
> teman2 hanya menganggap itu sebagai sebuah proyek.... apa ga tambah ngelus
> dada... bagamana generasi kita 15-20 tahun lagi....?
> (06:56:18 AM) Suyatno: Jadi intinya bos... apa yang diprogramkan selama ini
> tidak lebih dari atas sampe bawah hanya menganngp sebagai sebuah proyek...
> lebih parah lagi itu untuk "membeli" rakyat... dalam politik....
>
> Salam hangat
> B. Samparan
>
> --- On Tue, 6/16/09, si Nung <[email protected]> wrote:
>
> From: si Nung <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] Hutang LN dan Linuxmint was Re: Ekstrimist Sudah Lari
> Dari Milis Ini? Atau Sudah Sadar
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, June 16, 2009, 6:51 AM
>
> On 15 Jun 2009 at 15:13, Bango Samparan wrote:
>
>> Bagian mananya yang perlu diklarifikasi?
>
> mulai alinea satu dari kutipan pak BoS
>
> persepsi saya,
>
> hutang LN menambah cadangan devisa RI [?]
>
> setelah cadangan devisa RI meningkat, pengaruhnya apa ke WNI ?
>
> seberapa signifikan besaran cadangan devisa dipengaruhi incumbent ?
> atau ini adalah proses alamiah tanpa campur tangan birokrat manapun ?
> [di atas ini ter-inspirasi dari alineat sbb]
>
> | Dalam situasi krisis, konsumen cenderung membatalkan
> | atau menunda pembelian barang- barang sekunder
> | (mobil, elektronik, dan produk manufaktur lain),
> | tetapi tidak elastis mengonsumsi barang-barang primer
> | (hasil perkebunan dan pertambangan). Karena itulah,
> | Jepang, Korea, Taiwan, Hongkong, Singapura, Thailand,
> | dan Malaysia sangat terpukul.
>
> hebat pak gede di posting terdahulu yg sudah mendeteksi kebutuhan WNI yg
> masih sekitar perut ...
>
> he...he... ma'af nggladrah.... ngelantur kemana-mana ...
>
> sila dilanjut
>
> lan mboten sah ngaya njawabipun :D
>
> sinung
>
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke