Kalo kata saya golput mah nggak haram lah. Yang haram itu nyolong suara, makan babi, berjudi... :)) Jangan-jangan justru yg mengatakan "golput haram" itulah yg melakukan tindakan haram. krn mereka berusaha merampok suara meskipun itu tdk dilakukan secara langsung... tetapi dengan modus pressure, teror media dan memanipulasi rasa takut akibat ketidak-tahuan yg berkembang di masyarakat. Yang kelihatannya benar bisa saja salah, dan yang kelihatan salah bisa saja benar; dan ini bisa mudah terjadi sebagaimana mudahnya memutar arah jari jempol.
Terserah apakah akan "gol.put" ataupun "gol.*" yang penting keputusan itu diambil atas dasar kebebasan individualnya, atas kemauan / intensi / tanggungjawab sendiri, bukan krn tekanan dari luar.... dan seperti itulah ciri2 keputusan yang elegan, yang mandiri, yang matang. Kalo si A memilih capres X krn spy bisnis tetep lancar, gaji dan job sbg pegawai negri tetep terjamin, krn masih ada hubungan premordial, krn sekolah anaknya gratis, krn pak ustadz nyuruh begitu, krn boss kasih perintah begitu, dst.. dst... Ya sudah ke lauuuuut sono.... bungkus tuh sejuta alasan. Jika pengambilan keputusan ini tdk didasarkan pada kedewasaan dan kemandirian perorangan maka tdk heran jika setelah pemilu nanti, siapapun yg muncul sebagai pemenangnya, tetap akan menyisakan suasana yg buruk (non kooperatif). meskipun jauh-jauh hari ngoceh sana-sini sebagai pemilu damai. Kalo disuruh mbela kontestan, orang awam macam saya tentu ogah, mendingan mbela kebebasan itu sendiri. Setiap orang pasti menghendaki sebuah kebebasan namun dalam perjalanan tidak sedikit yang membiarkan diri selalu terjebak oleh kurungan pikiran2 orang lain. :) salam hangat 2009/6/27 Bango Samparan <[email protected]>: > Kan lagunya sudah jelas, "Semua bisa bilang sayang, semua bisa bilang ..." > > Di Indonesia tuh semuanya malah pada bilang "Nih landasan nilai dan budi > luhur kok yang kami pakai." > > Apalagi yang namanya Partai Islam, wah ini nilai luhurnya yang paling TOP > MARKOTOP. > > Cuman sayangnya di dunia politik tuh aura yang paling dominan ya naluri > per-anjing-an atau temen saya bilang naluri per-guguk-an. Maka, > pertimbangannya ya tak jauh-jauh dari "ikut APA dan SIAPA yang bisa kasih > jatah "makanan" tho." > > Memang, masyarakat makin CERDAS, makanya golongan putih terus melaju ... > golongan hitam lalu kebingungan, lalu main tembak sana-sini, sampai-sampai > merayu-rayu MUI untuk ngeluarin surat sakti golput haram. > > Eee, apa bener sih SBY pernah ngomong: "I love america with all her fault. > America is my second country." Karenanya, seperti layaknya artis yang suka > mengimitasi artis Amerika, seluruh gaya perpolitikan SBY dirancang untuk > meniru tarian partai Democrat di Amrik sono. > > Oiii sudah pada nonton Gran Torino belum? Tapi, Red Cliff 1-2 lebih ciamik > lah, menjadi asli sebetulnya malah jadi baik ya, sayang orang Indonesia > masih suka jadi imitator terus. > > Salam hangat > B. Samparan > > --- On Sat, 6/27/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: > > From: Dewa Gede Permana <[email protected]> > Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 08.50/05.00] Memilih Pemimpin > yang Beriman dan Saleh - Re: Muslim yang Baik Jelas Identitasnya > To: [email protected] > Date: Saturday, June 27, 2009, 12:36 AM > > Jadi kalo disimpulkan kira2 gimana ya mas, apa benar bahwa pondasi > kepemimpinan itu sebetulnya sudah tercerabut dari akar inti > nilai-nilai luhur serta esensial dari kepemimpinan itu sendiri? > Dapatkah dikatakan bahwa saat ini kita sedang terjerumus dalam situasi > bagai anjing saling berebut tulang,, karena dagingnya sudah habis > ditelan iblis... > > :) > salam hangat > > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
