Kan lagunya sudah jelas, "Semua bisa bilang sayang, semua bisa bilang ..."

Di Indonesia tuh semuanya malah pada bilang "Nih landasan nilai dan budi luhur 
kok yang kami pakai."

Apalagi yang namanya Partai Islam, wah ini nilai luhurnya yang paling TOP 
MARKOTOP.

Cuman sayangnya di dunia politik tuh aura yang paling dominan ya naluri 
per-anjing-an atau temen saya bilang naluri per-guguk-an. Maka, pertimbangannya 
ya tak jauh-jauh dari "ikut APA dan SIAPA yang bisa kasih jatah "makanan" tho."

Memang, masyarakat makin CERDAS, makanya golongan putih terus melaju ... 
golongan hitam lalu kebingungan, lalu main tembak sana-sini, sampai-sampai 
merayu-rayu MUI untuk ngeluarin surat sakti golput haram.

Eee, apa bener sih SBY pernah ngomong: "I love america with all her fault. 
America is my second country." Karenanya, seperti layaknya artis yang suka 
mengimitasi artis Amerika, seluruh gaya perpolitikan SBY dirancang untuk meniru 
tarian partai Democrat di Amrik sono.

Oiii sudah pada nonton Gran Torino belum? Tapi, Red Cliff 1-2 lebih ciamik lah, 
menjadi asli sebetulnya malah jadi baik ya, sayang orang Indonesia masih suka 
jadi imitator terus.

Salam hangat

B. Samparan

--- On Sat, 6/27/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:

From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 08.50/05.00] Memilih Pemimpin yang 
Beriman dan Saleh - Re: Muslim yang Baik Jelas Identitasnya
To: [email protected]
Date: Saturday, June 27, 2009, 12:36 AM

Jadi kalo disimpulkan kira2 gimana ya mas, apa benar bahwa pondasi
kepemimpinan itu sebetulnya sudah tercerabut dari akar inti
nilai-nilai luhur serta esensial dari kepemimpinan itu sendiri?
Dapatkah dikatakan bahwa saat ini kita sedang terjerumus dalam situasi
bagai anjing saling berebut tulang,, karena dagingnya sudah habis
ditelan iblis...

:)
salam hangat




      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke