Wah lha buku terjemahan Ma’alim Fit Thariq tuh masih ada je di rak buku saya. Saya dulu suka koleksi bukunya Sayyid Qutb. Dari Sayyid Qubt inilah kemudian lahir anak-anak muda yang tak kenal kompromi - jamaah-jamaah jihadiyah. Sedang dari Hasan Hudaibi, lahirnya anak-anak muda yang kompromi - IM jalur parlemen, kalau di Ina tarbiyah lalu PKS.
Kalau kita pakai jalur Sayyid Qutb, hampir pasti semua pada golput. Kalau kita pakai jalur Hasan Hudaibi, bisa golput bisa tidak, tergantung bagaimana seseorang menilai manuver-manuver PKS, masih bermartabat sebagai partai Dakwah, atau tidak. Aahh ... banyak sih - terutama kader pra 1997 - yang sudah berlepas tangan. Golput memang warna-warni kan :-) Ilmu itu mendahului amal, begitu kaidahnya. Kalau kita berbuat karena ada ilmunya, monggo-monggo diLANJUTKAN. Nah ilmu inilah yang nanti kita pakai mempertanggungjawabkan perbuatan kita saat proses auditing di akhirat nanti. Sekedar mengingatkan iman adalah sikap antara harap cemas, jadi jangan terlalu yakin akan sesuatu, tetapi jangan terlalu cemas pula akan sesuatu. WASPADALAH WAHAI DIRI. Salam hangat B. Samparan --- On Thu, 7/2/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: From: Dewa Gede Permana <[email protected]> Subject: Re: [Is-lam] Ilaah Baru itu Bernama “MASHLAHAT DAKWAH” To: [email protected] Date: Thursday, July 2, 2009, 12:59 AM Wah sebetulnya buanyak sekali mutiara-mutiara yg bisa digali dari artikel ini. Dari kalimat per kalimat, dari paragraf per paragraf, kalo direnungkan dan dibolak-balik hubungan sebab-akibat, dan kemudian di match dengan keadaan riil kekinian..... dalam dunia dakwah memang harus banyak yg diperbaiki, atau kalo pinjam istilahnya mas Syarif itu "hidup reformasi"... Mungkin tepatnya reformasi DIRI, reformasi aku... :) Syukron atas artikelnya... :) salam hangat
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
