Mas Setyo W,
Saya ingat hasil survey salah satu lembaga kalau gak salah LSI (?) beberapa tahun lalu, memang menunjukkan partai yang memiliki kader paling solid dan militant adalah PKS. Dimana sebagian besar dari mereka akan mengikuti tanpa reserve apa2 yang telah diputuskan oleh partainya lewat Majlis Syuro yang mereka miliki. Sehingga hal itu bukan tidak mungkin justeru akan mematikan daya kreasi dan kemampuan mereka untuk berfikiran kritis. Semua seakan sudah instant, "kita gak perlu mikir macam2 lah, ikuti saja apa yang sudah diputuskan oleh para qiyadah ataupun MS", ini kata2 yang sering terucap dari para kader PKS manakala ada sebagian yang mempertanyakan. Se-akan2 apa yang telah diputuskan oleh MS (Majlis Syuro) itu adalah sesuatui yang sakral, dimana tidak boleh ada yang mengkritisinya. Dan manakala ada yang coba untuk mengkritisi apalagi sampai membangkang, maka bersiap2lah untuk mendapatkan lebel tidak tsiqoh, tidak istiqomah, kader ini perlu di tune up, ibarat kapal kader ini bak kapal yang bocor, dsb.dsb sebutan yang kurang nyaman terdengar. Sehingga berakiibat, tidak juga sedikit kader yang lebih baik diam daripada mendapat lebel seperti itu. Wassalam Hamami _____ From: Setyo Wibowo [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, July 02, 2009 8:51 AM To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] Ilaah Baru itu Bernama "MASHLAHAT DAKWAH" Kang BS: Kalau kita pakai jalur Sayyid Qutb, hampir pasti semua pada golput. Kalau kita pakai jalur Hasan Hudaibi, bisa golput bisa tidak, tergantung bagaimana seseorang menilai manuver-manuver PKS, masih bermartabat sebagai partai Dakwah, atau tidak. Aahh ... banyak sih - terutama kader pra 1997 - yang sudah berlepas tangan. Golput memang warna-warni kan :-) Komen: 1. Seringkali penilaian manuver2 itu hanya berdasarkan pemberitaan di media massa dan gosip2 di internet. Buat temen2 yg kadang terlalu bernafsu membuat penilaian, sdhkan anda mendapatkan seluruh pertimbangan PKS, termasuk strategi yg TIDAK terungkap di luaran? Siapa tahu anda akan berubah penilaian. Kalaupun tak mengubah, sekurangnya anda mengambil sikap dengan dasar info yg lengkap. 2. Kalau di IM sendiri ada Sayyid Quthb atau Yusuf Qaradhawi, yg berpandangan warna-warni, (kalau benar sinyal kang BS) mengapa kader pra-97 tsb (merasa lebih benar dan) berlepas tangan? Kalo di kampung saya di pondok gede, yg bahkan kader thn 80-an berjibun, kayaknya ngga ada tuh yg "berlepas tangan". Bahkan ada yg terhitung assabiqunalawwalun-nya tarbiyah, masih dg bersemangat dan bersahaja, menjadi sekedar ketua DPC (ini jabatan level kecamatan dan murni 'pengabdian'). Ada juga sih beberapa yg (kayaknya) mufarraqah, tapi malah kebanyakan yg pasca-98. Wassalam SW - Tinggal di 'Kampung PKS' _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Bango Samparan Sent: Thursday, July 02, 2009 6:10 AM To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] Ilaah Baru itu Bernama "MASHLAHAT DAKWAH" Wah lha buku terjemahan Ma'alim Fit Thariq tuh masih ada je di rak buku saya. Saya dulu suka koleksi bukunya Sayyid Qutb. Dari Sayyid Qubt inilah kemudian lahir anak-anak muda yang tak kenal kompromi - jamaah-jamaah jihadiyah. Sedang dari Hasan Hudaibi, lahirnya anak-anak muda yang kompromi - IM jalur parlemen, kalau di Ina tarbiyah lalu PKS. Kalau kita pakai jalur Sayyid Qutb, hampir pasti semua pada golput. Kalau kita pakai jalur Hasan Hudaibi, bisa golput bisa tidak, tergantung bagaimana seseorang menilai manuver-manuver PKS, masih bermartabat sebagai partai Dakwah, atau tidak. Aahh ... banyak sih - terutama kader pra 1997 - yang sudah berlepas tangan. Golput memang warna-warni kan :-) Ilmu itu mendahului amal, begitu kaidahnya. Kalau kita berbuat karena ada ilmunya, monggo-monggo diLANJUTKAN. Nah ilmu inilah yang nanti kita pakai mempertanggungjawabkan perbuatan kita saat proses auditing di akhirat nanti. Sekedar mengingatkan iman adalah sikap antara harap cemas, jadi jangan terlalu yakin akan sesuatu, tetapi jangan terlalu cemas pula akan sesuatu. WASPADALAH WAHAI DIRI. Salam hangat B. Samparan --- On Thu, 7/2/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: From: Dewa Gede Permana <[email protected]> Subject: Re: [Is-lam] Ilaah Baru itu Bernama "MASHLAHAT DAKWAH" To: [email protected] Date: Thursday, July 2, 2009, 12:59 AM Wah sebetulnya buanyak sekali mutiara-mutiara yg bisa digali dari artikel ini. Dari kalimat per kalimat, dari paragraf per paragraf, kalo direnungkan dan dibolak-balik hubungan sebab-akibat, dan kemudian di match dengan keadaan riil kekinian..... dalam dunia dakwah memang harus banyak yg diperbaiki, atau kalo pinjam istilahnya mas Syarif itu "hidup reformasi"... Mungkin tepatnya reformasi DIRI, reformasi aku... :) Syukron atas artikelnya... :) salam hangat __________ NOD32 4117 (20090530) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
