Kang BS: Kalau kita pakai jalur Sayyid Qutb, hampir pasti semua pada golput. 
Kalau kita pakai jalur Hasan Hudaibi, bisa golput bisa tidak, tergantung 
bagaimana seseorang menilai manuver-manuver PKS, masih bermartabat sebagai 
partai Dakwah, atau tidak. Aahh ... banyak sih - terutama kader pra 1997 - yang 
sudah berlepas tangan. Golput memang warna-warni kan :-)
Komen:
1. Seringkali penilaian manuver2 itu hanya berdasarkan pemberitaan di media 
massa dan gosip2 di internet. Buat temen2 yg kadang terlalu bernafsu membuat 
penilaian, sdhkan anda mendapatkan seluruh pertimbangan PKS, termasuk strategi 
yg TIDAK terungkap di luaran? Siapa tahu anda akan berubah penilaian. Kalaupun 
tak mengubah, sekurangnya anda mengambil sikap dengan dasar info yg lengkap.
2. Kalau di IM sendiri ada Sayyid Quthb atau Yusuf Qaradhawi, yg berpandangan 
warna-warni, (kalau benar sinyal kang BS) mengapa kader pra-97 tsb (merasa 
lebih benar dan) berlepas tangan? Kalo di kampung saya di pondok gede, yg 
bahkan kader thn 80-an berjibun, kayaknya ngga ada tuh yg "berlepas tangan". 
Bahkan ada yg terhitung assabiqunalawwalun-nya tarbiyah, masih dg bersemangat 
dan bersahaja, menjadi sekedar ketua DPC (ini jabatan level kecamatan dan murni 
'pengabdian'). Ada juga sih beberapa yg (kayaknya) mufarraqah, tapi malah 
kebanyakan yg pasca-98.

Wassalam
SW - Tinggal di 'Kampung PKS'

________________________________
From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Bango Samparan
Sent: Thursday, July 02, 2009 6:10 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Ilaah Baru itu Bernama "MASHLAHAT DAKWAH"

Wah lha buku terjemahan Ma'alim Fit Thariq tuh masih ada je di rak buku saya. 
Saya dulu suka koleksi bukunya Sayyid Qutb. Dari Sayyid Qubt inilah kemudian 
lahir anak-anak muda yang tak kenal kompromi - jamaah-jamaah jihadiyah. Sedang 
dari Hasan Hudaibi, lahirnya anak-anak muda yang kompromi - IM jalur parlemen, 
kalau di Ina tarbiyah lalu PKS.

Kalau kita pakai jalur Sayyid Qutb, hampir pasti semua pada golput. Kalau kita 
pakai jalur Hasan Hudaibi, bisa golput bisa tidak, tergantung bagaimana 
seseorang menilai manuver-manuver PKS, masih bermartabat sebagai partai Dakwah, 
atau tidak. Aahh ... banyak sih - terutama kader pra 1997 - yang sudah berlepas 
tangan. Golput memang warna-warni kan :-)

Ilmu itu mendahului amal, begitu kaidahnya. Kalau kita berbuat karena ada 
ilmunya, monggo-monggo diLANJUTKAN. Nah ilmu inilah yang nanti kita pakai 
mempertanggungjawabkan perbuatan kita saat proses auditing di akhirat nanti. 
Sekedar mengingatkan iman adalah sikap antara harap cemas, jadi jangan terlalu 
yakin akan sesuatu, tetapi jangan terlalu cemas pula akan sesuatu. WASPADALAH 
WAHAI DIRI.

Salam hangat
B. Samparan

--- On Thu, 7/2/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:

From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
Subject: Re: [Is-lam] Ilaah Baru itu Bernama "MASHLAHAT DAKWAH"
To: [email protected]
Date: Thursday, July 2, 2009, 12:59 AM

Wah sebetulnya buanyak sekali mutiara-mutiara yg bisa digali dari
artikel ini. Dari kalimat per kalimat, dari paragraf per paragraf,
kalo direnungkan dan dibolak-balik hubungan sebab-akibat, dan kemudian
di match dengan keadaan riil kekinian..... dalam dunia dakwah memang
harus banyak yg diperbaiki, atau kalo pinjam istilahnya mas Syarif itu
"hidup reformasi"... Mungkin tepatnya reformasi DIRI, reformasi aku...
:)

Syukron atas artikelnya...

:)
salam hangat



_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke