Terima kasih Mas Bango dan Mas Andri, 
 
Rasul juga pernah keras, tapi juga bisa lembut. Tergantung kondisi dan situasi 
dan kasusnya. Persis yang Anda katakan, mungkin orang-orang seperti Anda lebih 
pas dengan kata-kata yang lebih keras. Tapi bagaimana dengan yang lain? Saya 
khawatir milis yang punya tujuan baik ini jadi ajang ejek-mengejek. Meskipun 
saya yakin, niat semua peserta milis ini tujuannya sama, lillahi ta'ala. Tapi, 
Insya Allah saya belum pernah mendengar Rasul mengejek atau mencemooh...Maaf 
jika saya salah...
 
Wassalam
 
Echy Pamungkas...

 

--- Pada Jum, 3/7/09, [email protected] 
<[email protected]> menulis:


Dari: [email protected] <[email protected]>
Topik: [Is-lam] UNSUBSCRIBE
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 3 Juli, 2009, 2:47 PM









andryansyah rivai <[email protected]> 
Sent by: [email protected] 
07/03/2009 10:16 AM 




Please respond to
[email protected]






To
[email protected] 


cc



Subject
Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 05.70/05.00] RE: [***SPAM***        
Score/Req: 10.20/05.00] Re: Ilaah Baru itu Bernama "MASHLAHAT        DAKWAH"









Saya termasuk yang sangat benci mendengar soal bicara santun. Bukannya saya 
tidak suka kesantunan, tetapi muak melihat orang yang bicara seperti itu, 
karena ternyata justru orang itu yang telah berbuat/mengambil keputusan tidak 
santun sehingga timbul perkataan tidak santun itu. 
  
Benar bahwa kalau kita mengingatkan seseorang itu harus dengan kesantunan, 
tetapi bila peringatan yang santun itu kemudian justru tetap dilanggar dengan 
sebuah tindakan atau pengambilan keputusan yang mengakibatkan banyak orang 
sengsara, mengapa kemudian yang berbuat itu malah meminta kita tetap bicara 
santun, aneh sekali buat saya. Buat saya disiplin itu harus ditegakkan dengan 
keras termasuk dengan bicara yang keras, bukan dengan santun, karena terbukti 
'kesantunan' itu justru membuat banyak dari kita termasuk saya yang malah jadi 
kurang ajar. 
  
Sebagai gambaran, saya lebih suka mendengar ceramah/khotbah dll atau membaca 
tulisan dari seseorang yang keras, tetapi bila orang yang ceramah atau menulis 
itu bertindak atau mengambil keputusan mereka sangat berhati-hati dan menjaga 
perasaan orang yang akan terkena akibat buruk dari tindakan atau keputusannya 
itu. 
  
Silahkan yang bisa menulis dengan santun dan mengubah keadaan menjadi lebih 
baik mencontohkannya. Buat saya, sindiran dan kara-kata keras yang berdasar 
pada aturan yang benar lebih menyejukkan dan cepat membuat saya tersadar. 
  
Wassalam, 
andry 



From: Bango Samparan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, July 3, 2009 8:27:01 AM
Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 05.70/05.00] RE: [***SPAM*** 
Score/Req: 10.20/05.00] Re: Ilaah Baru itu Bernama "MASHLAHAT DAKWAH"


Wa alaikum salam...

Nggih mas Echy Pamungkas.

Monggo-monggo, setelah posting perdana ini, panjenengan terus nulis. Biar 
milist rame oleh temen-temen seperti panjenengan, tenang dan santun.

Biar kami-kami juga ketularan tenang dan santun.

Trims.

Salam hangat
B. Samparan

--- On Fri, 7/3/09, Echy Pamungkas <[email protected]> wrote:

> Akhirnya...kesadaran itu datang...
>  
> Umat muslim bersaudara, jangan sampai rusak
> silaturahim karena kata-kata. Bianglala indah karena
> warna-warni kan? 
>  
> Banyak konflik karena kata
> Banyak perang berawal dari kata
> Biasanya semua dari lidah
> Tapi kali ini melalui tulisan...
>  
> Sudahlah Bapak-bapak, jangan saling mengejek,
> mencemooh...belum tentu yang mengolok-olok itu lebih
> baik...
>  
> Islam rahmatan lil 'alamin...janganlah dirusak
> dengan kata-kata yang Anda buat melalui milis ini....
>  
> Memang, kritik itu perlu
> Saran itu juga dibutuhkan...
> Tapi rasul mengajarkan kita untuk menyampaikannya
> secara akhsan...
>  
> Dakwah tidak akan sampai pada tujuan jika disampaikan
> dengan mengolok-olok dan mengejek...
>  
> Tidak ada manusia sempurna, pak..
> Hargailah saudara-saudara kita yang berbeda...
> yang tengah mencari kebenaran yang mungkin masih
> tertutup kabut...
>  
> Selama ini saya diam. Tapi, ijinkanlah saya ikut
> disini untuk sekedar mengingatkan....karena saya tahu,
> bapak-bapak lebih paham, hanya mungkin sedikit lupa kali
> ini....
>  
> Maafkanlah kelancangan saya ikut nimbrung kali
> ini...saya mencoba menyampaikan dengan sebaik yang saya
> mampu...tapi kalau ada yang tersakiti atau tidak berkenan,
> saya mohon maaf...Astaghfirullahal'adziiimm...
>  
> Wassalamu'alaikum wr wb
>  
> Echy Pamungkas



     
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam 


This email has been scanned for Viruses and Spam. For more information please 
contact your local Information Security 
representative._______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


http://www.akzonobel.com

- 
---------------------------------------------------------------------------------------
 -
This message, including any attachments, may be confidential and privileged. If 
you are not an intended recipient, please notify the sender and delete and 
destroy this message, including any back-up copies. Please refer to 
www.akzonobel.com/legal-entities for further legal information regarding the 
sending entity.
- 
---------------------------------------------------------------------------------------
 -

-----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke