Maaf ini saya pakai logika saja, maklum ilmu saya kurang banget, dan itulah 
salah satu alasan saya bergabung di milis ini.

Jaman dulu Rasul ngomong tidak pernah kasar (saya kurang tahu persisnya), 
tetapi ngajak perang bila omongannya tidak didengar (tidak selalu). Tetapi 
sekarang ini kalau kita ngomong halus, malah dicuekin walau yang kita kritik 
adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Kalau kita lanjutkan kritik kita itu 
dengan membunuh orang yang kita kritik karena kita menganggapnya sangat 
berbahaya, maka kita malah masuk penjara. Lalu salahkan bila kritikan halus itu 
dilanjutkan dengan bahasa kasar??? Atau kita malah pilih dengan diam saja???

Tolong logika saya ini diluruskan.

Terima kasih sebelumnya.

Wassalam,
andry




________________________________
From: saidi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, July 6, 2009 11:53:09 AM
Subject: Re: [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE

Hadits ke-10
Nafi' berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah menyerang banu 
Mushtholiq ketika mereka sedang lengah. Beliau membunuh orang yang ikut 
berperang dan menawan anak buah mereka. Abdullah Ibnu Umar menceritakan hal itu 
kepadaku. Muttafaq Alaihi. Di dalamnya disebutkan: Pada saat itu beliau 
mendapatkan Juwairiyah
Hadits ke-26
Dari Said Ibnu Jubair Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi 
wa Sallam memerintahkan untuk membunuh tiga orang pada waktu perang Badar 
dengan dingin (yaitu dengan mengikat mereka dan memanahnya). Riwayat Abu Dawud 
dalam hadits-hadits mursal dan para perawinya dapat dipercaya. 

. Boleh menyerbu orang-orang kafir yang sudah pernah diajak memeluk agama 
Islam, tanpa memberitahu lebih dahulu
        * Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.: 
Dari Nafik, ia berkata: Rasulullah saw. pernah menyerbu Bani Mushthaliq di saat 
mereka dalam keadaan terlena serta hewan-hewan ternak mereka sedang diminumkan 
dari sumber mata air. Lalu beliau membunuh pasukan perang mereka, menangkap 
tawanan mereka dan pada hari itulah Rasulullah mendapatkan Juwairiah binti 
Harits. Selanjutnya Nafik mengatakan: Abdullah bin Umar menceritakan hadis ini 
kepadaku karena termasuk anggota pasukan Islam pada saat itu. (Shahih Muslim 
No.3260
Allohu a'lam......
 
 
----- Original Message ----- 
>From: andryansyah rivai 
>To: [email protected] 
>Sent: Monday, July 06, 2009 10:45 AM
>Subject: Re: [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE
>
>
>Kalimat terakhir itu pernah saya terima ketika membahas soal mengkritik dengan 
>kata-kata keras pada suatu obrolan. Pertanyaan saya, pernahkan Rasul memenggal 
>leher orang lain atau membunuh orang lain.
>
>Terima kasih sebelumnya bila mau menjawab.
>
>Wassalam,
>andry
>
>
>
>
________________________________
From: Echy Pamungkas <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Saturday, July 4, 2009 8:12:03 AM
>Subject: [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE
>
>
>________________________________
Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
>Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!
>
________________________________
_______________________________________________
>Is-lam mailing list
>[email protected]
>http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke