Assalamu'alaikum Wr Wb
Benar Mas bango. Saya juga pernah membaca dan mendengar kisah itu. Sayang saya
lupa sumbernya. Sekali lagi Mas Andry, saya menemukan artikel yang semoga
bermanfaat terkait dengan adab kritik dalam Islam.
"Kritik hanya akan efektif memperbaiki seseorang atau suatu keadaan apabila
anasir
anasirnya terpenuhi. Pertama, ada niat yang benar dari orang yang mengeritik
bahwa ia
melakukan itu semata-mata sebagai pelaksanaan dari kewajiban munashahah sesama
muslim, dan untuk itu ia mengharapkan pahala dengan melaksanakan kewajiban itu.
Kedua, memang ada kesalahan objektif yang harus dikritik, baik kesalahan
personal maupun kesalahan kebijakan. Ketiga, kritik itu disampaikan dengan cara
yang benar dan tepat sesuai dengan adab-adab munashahah dalam Islam".
Berikut adalah kritik-kritik yang tidak dianjurkan dalam Islam:
Pertama, apabila sikap kritis itu bersumber dari kebencian, bukan dari semangat
saling memperbaiki. Kebencian selalu membuat orang jadi kritis, bahkan sangat
kritis, terhadap orang yang dibencinya. Sebaliknya, cinta membuat orang jadi
longgar dan mudah memaafkan orang yang dicintainya. Benci dan cinta selalu
menyulitkan orang "menilai" dan "menyikapi" seseorang atau suatu masalah secara
objektif dan fair.
Itulah sebabnya Rasulullah saw selalu berdoa agar diberikan kemampuan bersikap
adil ketika sedang suka dan ketika sedang benci. Sikap kritis yang lahir dari
kebencian hanya akan mendapatkan sambutan kebencian yang sama, atau penolakan,
atau reaksi yang dingin, dan hanya orang mempunyai kelapangan dada yang "tidak
terbatas" yang dapat menerima kritik dari kebencian itu.
Kedua, apabila sikap kritis itu lahir dari keinginan untuk berbeda dengan orang
lain dan dijadikan sarana untuk memperjelas identitas diri sendiri. Itulah
ungkapan yang sangat terkenal dalam pepatah Arab: "Berbedalah, supaya kamu
dikenal." Menjadi kritis adalah sebuah citra yang baik, dan banyak orang
membangun citra dirinya atau bahkan popularitasnya dari sikap seperti itu.
Mereka mungkin menggunakan kesalahan orang lain sebagai jembatan untuk
memperbaiki citra dirinya. Walaupun kenyataan ini lebih banyak terjadi dalam
dunia politik, tapi ia juga bisa terjadi dalam dunia dakwah. Disamping itu
merupakan niat yang salah, cara seperti itu juga sebenarnya hanyalah memberi
beban utang yang harus dibayar; bahwa kritik anda harus bisa anda buktikan.
Ketiga, apabila sikap kritis itu dijadikan cara untuk mendapatkan "image"
sebagai seorang pemberani; bahwa dirinya tidak takut pada siapa-siapa, termasuk
pada atasan, bahwa dirinya berani menanggung resiko dari sikap kritisnya,
apapun resiko itu. Citra sebagai pemberani tentu saja menggoda banyak orang,
tapi dengan begitu kita sebenarnya tidak melakukan perbaikan apaapa, dan hanya
akan memancing munculnya sikap defensif dari orang yang dikritik dengan niat
seperti itu.
Keempat, apabila sikap kritis itu dijadikan kedok untuk merusak nama baik orang
lain atau membuka aib sesama. Misalnya mengeritik seseorang di depan umum.
Mengritik seseorang di depan umum secara umum tidak dianjurkan dalam Islam.
Bahkan ketika Allah memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk memberi peringatan
kepada Fir’aun, Allah justru menyuruhnya berkata yang lembut. Imam Syafii juga
mengatakan bahwa seandainya ada orang yang mengeritiknya di depan maka beliau
tidak akan menerima kritik itu. Kritik dengan niat seperti ini tidak akan
efektif memperbaiki orang yang dikritik, bahkan hanya akan merusak hubungan
persaudaraan.
Kelima, apabila sikap kritis itu berkembang menjadi ghibah. Misalnya ketika
seseorang mengeritik orang secara tidak langsung, tapi mengeritiknya dengan
cara membuka kesalahan atau aib seseorang kepada orang lain yang sebenarnya
tidak ada hubungan dengan orang yang dikritik tersebut. Cara seperti ini hanya
akan memperbanyak jumlah majlis ghibah dimana kritik-kritik - yang boleh
bermuatan kebenaran - tapi disampaikan tidak pada orang yang tepat. Sehingga
orang-orang yang merasa kritis itu merasa tidak "terdengar" atau terabaikan.
Mereka merasa sudah mengeritik, tapi tetap saja tidak ada yang berubah.
Tentu saja ghibah tidak akan mengantar kritik sampai ke alamatnya dengan cara
yang tepat dan karenanya tidak akan efektif dalam memperbaiki seseorang atau
suatu keadaan. Sebab sebagaimana Islam tidak menghalalkan ghibah, maka
kebebasan, keterbukaan dan demokrasi juga tidak akan pernah menghalalkan ghibah
Dengan demikian sebuah kritik hanya akan efektif memperbaiki seseorang atau
suatu keadaan apabila anasir-anasirnya terpenuhi. Pertama, ada niat yang benar
dari orang yang mengeritik bahwa ia melakukan itu semata-mata sebagai
pelaksanaan dari kewajiban munashahah sesama muslim, dan untuk itu ia
mengharapkan pahala dengan melaksanakan kewajiban itu. Kedua, memang ada
kesalahan objektif yang harus dikritik, baik kesalahan personal maupun
kesalahan kebijakan. Ketiga, kritik itu disampaikan dengan cara yang benar dan
tepat sesuai dengan adab-adab munashahah dalam Islam.
Semoga Allah swt memberikan kelapangan dada untuk mendengar dan menerima
nasihat yang baik, dan memberikan kekuatan untuk menyampaikan nasihat dengan
cara yang benar dan tepat. Wallahu’alam
Wassalamu'alaikum Wr Wb
-Echy Pamungkas-
--- Pada Sel, 7/7/09, Bango Samparan <[email protected]> menulis:
Dari: Bango Samparan <[email protected]>
Topik: Re: [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 7 Juli, 2009, 10:12 AM
Betul ... betul. Waktu Umar pidato saat dianggap jadi Kholifah, yo ada kok yang
bilang "Kalau kamu melenceng dari kebenaran wahai Umar, aku akan luruskan
dengan pedangku."
Dan Umar tak keberatan dengan hal yang begitu, malah bersyukur. Eh ...
ceritanya redaksi bebas dari saya lho ya. Hampir pasti banyak mrucutnya.
Salam hangat
B. Samparan
--- On Tue, 7/7/09, Echy Pamungkas <[email protected]> wrote:
> From: Echy Pamungkas <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, July 7, 2009, 10:01 AM
> Assalamu'alaikum wr wb
>
> Robish rohli sodri wa yasirli amri wahlul 'udatam
> mi litsani yahqohu qouli..
>
> Saya setuju sekali dengan Mas Saidi dan Mas Bango. Mas
> Andry, siapa bilang kritik dilarang karena berbahaya? Islam
> justru mengajurkan budaya kritik sebagai upaya saling
> ingat-mengingatkan.
>
> Ini saya kutip dari blog seorang bernama yhu lee ahn, yang insya Allah
> seorang mualaf
> keturunan tionghoa.
>
> Dikisahkan suatu hari Hudzaifah bin al-Yaman memasuki
> rungan kerja khalifah Umar bin Khatab, dan ditemuinya
> Khalifah dalam keadaan murung, Hudzaifah pun bertanya, “
> Apa yang membuatmu sedih dan gelisah seperti ini wahai
> Amirul mukminin?” Umar menjawab “ Aku khawatir tergoda
> oleh gemerlapnya kekuasaan lalu berbuat kemungkaran, tapi
> tak ada seorangpun yang berani menegur dan mengkritikku
> karena rasa hormat dan sungkan kepadaku”. Dan Hudzaifahpun
> berkata, “Demi Allah, jika engkau menyimpang dari
> kebenaran dalam memimpin, akulah yang akan mencegahmu dan
> meluruskannya”.Mendengar itu
> Khalifah Umar pun tersenyum ceria seraya berkata “
> Alhamadulillah, Allah telah menjadikanmu sebagai mitra
> kritik bagiku jika aku menyimpang.”
>
> Itu merupakan sebuah pelajaran dari seorang pemimpin yang
> bijaksana yang selalu waspada agar tidak mudah terdoga oleh
> manisnya kekuasaan. Pemimpin yang terbuka, mau mendengar
> aspirasi dan
> membiasakan bermitra dengan kritik, termasuk lawan-lawan
> politiknya.
>
> Budaya kritik ini perlu ditumbuh kembangkan karena manusia
> sebagai makhluk social tak bisa lepas dari kesalahan,
>
> Budaya kritik inipun sudah dimulai sejak jaman rasulullah
> yang diteruskan para khalifah, dan sahabat. bahkan rasul
> kita pun pernah dapat kritikan dari Allah waktu beliau
> bersikap acuh pada Abdullah bin ummi yang buta yang datang
> dengan ketulusan hati ingin belajar pada beliau, tetapi
> rasul lebih melayani para pembesar quraisy. Kritikan Allah
> ini bisa di baca dalam surat Abasa ayat 1 – 4.
> 1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling.
> 2. Karena telah dating seorang buta kepadanya.
> 3. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya
> (dari dosa)
> 4. atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran
> itu memberi manfaat kepadanya?
>
> Di ayat lain Allah juga mengkritik Rasul kita waktu
> mengangkat budaknya sebagai anak kandungnya dengan
> memutuskan tali silaturahmi dengan orangtuanya.
>
> Ini sebagai bukti manusia itu tak bisa lepas dari kesalahan
> karena kebanaran hanyalah milik Allah
>
> Rasulullah bersabda “ Tidak akan kecewa dan menyesal
> orang yang mau bermusyawarah dan bersedia menerima
> kritikan” (HR. Abu daud)
>
> Hanya saja, Rasulullah selalu berupaya mencontohkan agar
> kritik yang disampaikan itu dengan akhsan (baik). Ibarat
> kalau kita harus memilih antara dua kotak hadiah. Yang satu
> besar, berat, berbungkus kertas kado yang indah berkilauan.
> Sementara di sebelahnya ada kotak jauh lebih kecil, ringan
> dan hanya berbungkus kertas koran lecek.
>
> Secara umum, orang akan lebih
> memilih kotak yang besar, berat dan berbungkus kertas kado
> indah berkilauan. Padahal setelah dibuka isinya hanya 1
> kilogram batu kali. Sementara kotak kecil yang ringan dan
> berbungkus kertas koran lecek ternyata isinya berlian.
>
>
> Nah, sebaik apapun kritik yang
> tujuan untuk membuat saudara kita itu lebih baik, jika dalam
> penyampaian kurang baik, kemasannya seperti kertas koran
> yang lecek, padahal isinya berlian, bisa saja ditolak.
>
>
> Sebaliknya, kebusukan,
> kebohongan, muslihat, kelicikan, kesesatan yang dikemas
> dengan indah, kata-kata manis, lembut dan menyenangkan bisa
> jadi lebih diterima.
>
> Ya, begitulah. Mungkin Mas
> Andry bisa membaca lebih lanjut di Fiqn Dakwah, karya siapa
> saja, terbitan mana saja, isinya Insya Allah hampir sama.
>
>
> Maaf tulisan saya yang panjang ini jika kurang
> berkenan di hati. Kritik memang tidak seenak kripik. (itu
> kata kakak tingkat saya waktu kuliah dulu).
>
> Jika ada kesalahan itu murni dari saya. Jika ada
> benarnya itu pastilah dari Allah.
>
> Wassalamu'alaikum Wr Wb
>
>
> -Echy Pamungkas-
>
>
>
> --- Pada Sel, 7/7/09, saidi
> <[email protected]> menulis:
>
>
> Dari: saidi <[email protected]>
> Topik: Re: [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Selasa, 7 Juli, 2009, 8:45 AM
>
>
> Dari Abu Sa'id Al-Khudri
> rodhiallohu 'anhu dia berkata: Aku mendengar
> Rosululloh sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
> "Barang siapa di antara
> kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah
> dengan tangannya;
> jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak
> mampu, maka
> dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman."
> (HR. Muslim)
>
> ----- Original Message -----
> From: "Bango Samparan" <[email protected]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Monday, July 06, 2009 6:31 PM
> Subject: Re: [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE
>
>
>
> Kalau kasar kok tidak. Kalau tegas ya. Tergantung sikon.
> Demikian pula
> tentang perang,
> tergantung sikon juga. Konteks hubungan antara komunitas
> Rasulullah dengan komunitas yang lain telah bagaimana
> dulu.
>
> Mungkin kalau panjenengan baca buku Sirah Nabi, semisal
> yang cukup menarik
> dibaca Fiqus Sirah dari Muhammad Al Ghazali, banyak hal
> akan terjawab mas.
>
> Salam hangat
> B. Samparan
>
>
> --- On Mon, 7/6/09, andryansyah rivai <[email protected]>
> wrote:
>
> > From: andryansyah rivai <[email protected]>
> > Subject: Re: [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE
> > To: [email protected]
> > Date: Monday, July
> 6, 2009, 4:38 PM
> > Maaf
> > ini saya pakai logika saja, maklum ilmu saya kurang
> banget,
> > dan itulah salah satu alasan saya bergabung di milis
> > ini.
> >
> > Jaman dulu Rasul ngomong tidak pernah kasar (saya
> > kurang tahu persisnya), tetapi ngajak perang bila
> omongannya
> > tidak didengar (tidak selalu). Tetapi sekarang ini
> kalau
> > kita ngomong halus, malah dicuekin walau yang kita
> kritik
> > adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Kalau kita
> lanjutkan
> > kritik kita itu dengan membunuh orang yang kita
> kritik
> > karena kita menganggapnya sangat berbahaya, maka kita
> malah
> > masuk penjara. Lalu salahkan bila kritikan halus itu
> > dilanjutkan dengan bahasa kasar??? Atau kita malah
> pilih
> > dengan diam saja???
> >
> > Tolong logika saya ini diluruskan.
> >
> > Terima kasih sebelumnya.
> >
> > Wassalam,
> >
> andry
> >
> >
> >
> >
> >
> > From: saidi
> > <[email protected]>
> > To:
> > [email protected]
> > Sent: Monday,
> > July 6, 2009 11:53:09 AM
> > Subject: Re:
> > [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE
> >
> >
> > #yiv1426686774 DIV {
> > MARGIN:0px;}
> >
> >
> > Hadits ke-10
> > Nafi' berkata: Rasulullah Shallallaahu
> 'alaihi
> > wa Sallam pernah menyerang banu Mushtholiq ketika
> mereka
> > sedang lengah. Beliau membunuh orang yang ikut
> berperang
> > dan menawan anak buah mereka. Abdullah Ibnu Umar
> > menceritakan hal itu kepadaku. Muttafaq Alaihi. Di
> dalamnya
> > disebutkan: Pada saat itu beliau
> mendapatkan
> > Juwairiyah
> > Hadits ke-26
> > Dari Said Ibnu Jubair Radliyallaahu
> > 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi
> > wa Sallam memerintahkan untuk membunuh tiga orang pada
> waktu perang
> > Badar dengan dingin (yaitu dengan mengikat mereka dan
> > memanahnya). Riwayat Abu Dawud dalam hadits-hadits
> mursal
> > dan para perawinya dapat dipercaya.
> >
> > . Boleh menyerbu
> > orang-orang kafir yang sudah pernah diajak memeluk
> agama
> > Islam, tanpa memberitahu lebih dahulu
> >
> >
> > Hadis riwayat
> > Abdullah bin Umar ra.:
> > Dari Nafik, ia berkata: Rasulullah saw. pernah
> menyerbu
> > Bani Mushthaliq di saat mereka dalam keadaan terlena
> serta
> > hewan-hewan ternak mereka sedang diminumkan dari
> sumber mata
> > air. Lalu beliau membunuh pasukan perang
> > mereka, menangkap tawanan mereka dan pada hari itulah
> > Rasulullah mendapatkan Juwairiah binti
> Harits. Selanjutnya
> > Nafik mengatakan: Abdullah bin Umar menceritakan hadis
> ini
> > kepadaku karena termasuk anggota pasukan Islam pada
> saat
> > itu. (Shahih Muslim No.3260
> > Allohu
> > a'lam......
> >
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> >
> > From: andryansyah
> > rivai
> > To: [email protected]
> >
> > Sent: Monday, July 06,
> > 2009 10:45 AM
> > Subject: Re: [Is-lam]
> > Bls: UNSUBSCRIBE
> >
> >
> >
> > Kalimat terakhir itu pernah saya terima ketika
> > membahas soal mengkritik dengan kata-kata keras pada
> suatu
> > obrolan. Pertanyaan saya, pernahkan Rasul memenggal
> leher
> > orang lain atau membunuh orang lain.
> >
> > Terima kasih sebelumnya bila mau menjawab.
> >
> >
> Wassalam,
> > andry
> >
> >
> >
> >
> >
> > From: Echy
> > Pamungkas <[email protected]>
> > To: [email protected]
> > Sent:
> > Saturday, July 4, 2009 8:12:03 AM
> > Subject:
> > [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE
> >
> >
> >
> >
> > Terhubung
> > langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi
> Anda?
> >
> > Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!
> >
> >
> >
> >
> > _______________________________________________
> > Is-lam mailing list
> > [email protected]
> > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> >
> >
> >
> >
> > -----Inline Attachment Follows-----
> >
> > _______________________________________________
> > Is-lam mailing list
> > [email protected]
> > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> >
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
>
> Berselancar lebih cepat.
> Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo!
> otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda
> membuka browser.Dapatkan
> IE8 di sini! (Gratis)
> -----Inline Attachment Follows-----
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis.
Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam