Assalamu'alaikum wr wb
 
Robish rohli sodri wa yasirli amri wahlul 'udatam mi litsani yahqohu qouli..
 
Saya setuju sekali dengan Mas Saidi dan Mas Bango. Mas Andry, siapa bilang 
kritik dilarang karena berbahaya? Islam justru mengajurkan budaya kritik 
sebagai upaya saling ingat-mengingatkan. 
 
Ini saya kutip dari blog seorang bernama yhu lee ahn, yang insya Allah seorang 
mualaf keturunan tionghoa. 
 
Dikisahkan suatu hari Hudzaifah bin al-Yaman memasuki rungan kerja khalifah 
Umar bin Khatab, dan ditemuinya Khalifah dalam keadaan murung, Hudzaifah pun 
bertanya, “ Apa yang membuatmu sedih dan gelisah seperti ini wahai Amirul 
mukminin?” Umar menjawab “ Aku khawatir tergoda oleh gemerlapnya kekuasaan lalu 
berbuat kemungkaran, tapi tak ada seorangpun yang berani menegur dan 
mengkritikku karena rasa hormat dan sungkan kepadaku”. Dan Hudzaifahpun 
berkata, “Demi Allah, jika engkau menyimpang dari kebenaran dalam memimpin, 
akulah yang akan mencegahmu dan meluruskannya”.Mendengar itu Khalifah Umar pun 
tersenyum ceria seraya berkata “ Alhamadulillah, Allah telah menjadikanmu 
sebagai mitra kritik bagiku jika aku menyimpang.”

Itu merupakan sebuah pelajaran dari seorang pemimpin yang bijaksana yang selalu 
waspada agar tidak mudah terdoga oleh manisnya kekuasaan. Pemimpin yang 
terbuka, mau mendengar aspirasi dan membiasakan bermitra dengan kritik, 
termasuk lawan-lawan politiknya.

Budaya kritik ini perlu ditumbuh kembangkan karena manusia sebagai makhluk 
social tak bisa lepas dari kesalahan, 

Budaya kritik inipun sudah dimulai sejak jaman rasulullah yang diteruskan para 
khalifah, dan sahabat. bahkan rasul kita pun pernah dapat kritikan dari Allah 
waktu beliau bersikap acuh pada Abdullah bin ummi yang buta yang datang dengan 
ketulusan hati ingin belajar pada beliau, tetapi rasul lebih melayani para 
pembesar quraisy. Kritikan Allah ini bisa di baca dalam surat Abasa ayat 1 – 4. 
1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling.
2. Karena telah dating seorang buta kepadanya.
3. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa)
4. atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat 
kepadanya? 

Di ayat lain Allah juga mengkritik Rasul kita waktu mengangkat budaknya sebagai 
anak kandungnya dengan memutuskan tali silaturahmi dengan orangtuanya.

Ini sebagai bukti manusia itu tak bisa lepas dari kesalahan karena kebanaran 
hanyalah milik Allah

Rasulullah bersabda “ Tidak akan kecewa dan menyesal orang yang mau 
bermusyawarah dan bersedia menerima kritikan” (HR. Abu daud)

Hanya saja, Rasulullah selalu berupaya mencontohkan agar kritik yang 
disampaikan itu dengan akhsan (baik). Ibarat kalau kita harus memilih antara 
dua kotak hadiah. Yang satu besar, berat, berbungkus kertas kado yang indah 
berkilauan. Sementara di sebelahnya ada kotak jauh lebih kecil, ringan dan 
hanya berbungkus kertas koran lecek. 
 
Secara umum, orang akan lebih memilih kotak yang besar, berat dan berbungkus 
kertas kado indah berkilauan. Padahal setelah dibuka isinya hanya 1 kilogram 
batu kali. Sementara kotak kecil yang ringan dan berbungkus kertas koran lecek 
ternyata isinya berlian. 
 
Nah, sebaik apapun kritik yang tujuan untuk membuat saudara kita itu lebih 
baik, jika dalam penyampaian kurang baik, kemasannya seperti kertas koran yang 
lecek, padahal isinya berlian, bisa saja ditolak. 
 
Sebaliknya, kebusukan, kebohongan, muslihat, kelicikan, kesesatan yang dikemas 
dengan indah, kata-kata manis, lembut dan menyenangkan bisa jadi lebih 
diterima. 
 
Ya, begitulah. Mungkin Mas Andry bisa membaca lebih lanjut di Fiqn Dakwah, 
karya siapa saja, terbitan mana saja, isinya Insya Allah hampir sama. 

Maaf tulisan saya yang panjang ini jika kurang berkenan di hati. Kritik memang 
tidak seenak kripik. (itu kata kakak tingkat saya waktu kuliah dulu). 
 
Jika ada kesalahan itu murni dari saya. Jika ada benarnya itu pastilah dari 
Allah.
 
Wassalamu'alaikum Wr Wb

 
-Echy Pamungkas-
 
 

--- Pada Sel, 7/7/09, saidi <[email protected]> menulis:


Dari: saidi <[email protected]>
Topik: Re: [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 7 Juli, 2009, 8:45 AM


Dari Abu Sa'id Al-Khudri rodhiallohu 'anhu dia berkata: Aku mendengar 
Rosululloh sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa di antara 
kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; 
jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka 
dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim)

----- Original Message ----- 
From: "Bango Samparan" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, July 06, 2009 6:31 PM
Subject: Re: [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE



Kalau kasar kok tidak. Kalau tegas ya. Tergantung sikon. Demikian pula 
tentang perang, tergantung sikon juga. Konteks hubungan antara komunitas 
Rasulullah dengan komunitas yang lain telah bagaimana dulu.

Mungkin kalau panjenengan baca buku Sirah Nabi, semisal yang cukup menarik 
dibaca Fiqus Sirah dari Muhammad Al Ghazali, banyak hal akan terjawab mas.

Salam hangat
B. Samparan


--- On Mon, 7/6/09, andryansyah rivai <[email protected]> wrote:

> From: andryansyah rivai <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] Bls:  UNSUBSCRIBE
> To: [email protected]
> Date: Monday, July 6, 2009, 4:38 PM
> Maaf
> ini saya pakai logika saja, maklum ilmu saya kurang banget,
> dan itulah salah satu alasan saya bergabung di milis
> ini.
>
> Jaman dulu Rasul ngomong tidak pernah kasar (saya
> kurang tahu persisnya), tetapi ngajak perang bila omongannya
> tidak didengar (tidak selalu). Tetapi sekarang ini kalau
> kita ngomong halus, malah dicuekin walau yang kita kritik
> adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Kalau kita lanjutkan
> kritik kita itu dengan membunuh orang yang kita kritik
> karena kita menganggapnya sangat berbahaya, maka kita malah
> masuk penjara. Lalu salahkan bila kritikan halus itu
> dilanjutkan dengan bahasa kasar??? Atau kita malah pilih
> dengan diam saja???
>
> Tolong logika saya ini diluruskan.
>
> Terima kasih sebelumnya.
>
> Wassalam,
> andry
>
>
>
>
>
> From: saidi
> <[email protected]>
> To:
> [email protected]
> Sent: Monday,
> July 6, 2009 11:53:09 AM
> Subject: Re:
> [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE
>
>
> #yiv1426686774 DIV {
> MARGIN:0px;}
>
>
> Hadits ke-10
> Nafi' berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi
> wa Sallam pernah menyerang banu Mushtholiq ketika mereka
> sedang lengah. Beliau membunuh orang yang ikut berperang
> dan menawan anak buah mereka. Abdullah Ibnu Umar
> menceritakan hal itu kepadaku. Muttafaq Alaihi. Di dalamnya
> disebutkan: Pada saat itu beliau mendapatkan
> Juwairiyah
> Hadits ke-26
> Dari Said Ibnu Jubair Radliyallaahu
> 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi
> wa Sallam memerintahkan untuk membunuh tiga orang pada waktu perang
> Badar dengan dingin (yaitu dengan mengikat mereka dan
> memanahnya). Riwayat Abu Dawud dalam hadits-hadits mursal
> dan para perawinya dapat dipercaya.
>
> . Boleh menyerbu
> orang-orang kafir yang sudah pernah diajak memeluk agama
> Islam, tanpa memberitahu lebih dahulu
>
>
> Hadis riwayat
> Abdullah bin Umar ra.:
> Dari Nafik, ia berkata: Rasulullah saw. pernah menyerbu
> Bani Mushthaliq di saat mereka dalam keadaan terlena serta
> hewan-hewan ternak mereka sedang diminumkan dari sumber mata
> air. Lalu beliau membunuh pasukan perang
> mereka, menangkap tawanan mereka dan pada hari itulah
> Rasulullah mendapatkan Juwairiah binti Harits. Selanjutnya
> Nafik mengatakan: Abdullah bin Umar menceritakan hadis ini
> kepadaku karena termasuk anggota pasukan Islam pada saat
> itu. (Shahih Muslim No.3260
> Allohu
> a'lam......
>
>
>
> ----- Original Message -----
>
> From: andryansyah
> rivai
> To: [email protected]
>
> Sent: Monday, July 06,
> 2009 10:45 AM
> Subject: Re: [Is-lam]
> Bls: UNSUBSCRIBE
>
>
>
> Kalimat terakhir itu pernah saya terima ketika
> membahas soal mengkritik dengan kata-kata keras pada suatu
> obrolan. Pertanyaan saya, pernahkan Rasul memenggal leher
> orang lain atau membunuh orang lain.
>
> Terima kasih sebelumnya bila mau menjawab.
>
> Wassalam,
> andry
>
>
>
>
>
> From: Echy
> Pamungkas <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent:
> Saturday, July 4, 2009 8:12:03 AM
> Subject:
> [Is-lam] Bls: UNSUBSCRIBE
>
>
>
>
> Terhubung
> langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
>
> Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!
>
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
>
>
> -----Inline Attachment Follows-----
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>



_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke