analisa saya lbh ke common sense, bukan ke individu & tidak peduli siapa yg bicara. itu semata utk mencegah kegundahan diri & menjaga obyektivitas menilai org lain.
dlm disiplin ilmu, org tdk bisa asal buat pernyataan kecuali ada dalilnya. utk menilai ssorg juga sama, dalilnya adlh fakta2 apa yg pernah diperbuat/diucap si objek. fakta ini yg terkadang sulit didapat, khususnya pd hal2 yg krusial, melainkan kata si fulan dan BUKAN dari mulut objek sendiri. celakanya para analis ini sering mengembangkan omongan dalil 'kata fulan' itu utk membuat dugaan begini begitu. kalo ditelisik, analis spt ini punya sifat tdk pernah menguji kebenaran berita. kalo awam yg baca jadi bingung. contoh baru, ketika SBY 'dituduh' berupaya gembosi KPK karena 'menyuruh' BPKP audit KPK. belum diuji apa benar SBY perintah begitu, demo sdh meledak. sementara para analis ngobral bla-bla-bla. ternyata ketua BPKP yg kemaruk. contoh lain, 'pengharaman' FB oleh sbgian ulama. benang merahnya kelihatan, baik analis atw mass media ngomongnya lbh vulgar dr sumber suaranya ttg pengharaman itu. ulamanya terlalu murah mengobral, getahnya semua ulama + ummat Islam utu sendiri. --- kalo soal mana bikin bingung itu adlh penilaian org thd pelaku politik. kalo nadanya 'miring', ini lawan politik atw memang obyektif, demikian sebaliknya. sejauh ini tidak ada team independen & netral yg resmi yg berwenang beri penilaian calon ini kurang lebihnya di sini/situ kecuali atas nama individu. yah kalo gitu mah lbh baik dengar sendiri apa kata/tingkah pelaku, lalu evaluasi sendiri. salam, Fahru Bango Samparan wrote: > Wah ... wah, mas AFR ini semangatnya ruarr biasa lho. Mas, kalau sedang > melakukan jab, jangan lupa tangan satunya tetep diangkat lho, biar pertahanan > tetep terjaga. > Lha keterangan panjengan tentang omongan analis itu kan juga analisis tho:-) > Alias, panjenengan yo sedang berposisi sebagai analis. > Kalau soal mata kelilipan gajah, yang monggo dikaji sendiri-lah:-) > Salam hangat > B. Samparan > --- On Sat, 7/4/09, AFR <[email protected]> wrote: >> From: AFR <[email protected]> >> Subject: Re: [Is-lam] Amanat Ummat Islam untuk JK-Wiranto >> To: "[email protected]" <[email protected]> >> Cc: "[email protected]" <[email protected]> >> Date: Saturday, July 4, 2009, 2:35 PM >> >> bagi yg rajin baca koran ttg org2 biar gak timbul bimbang, >> sya'. >> >> jgn ditanggapi ucapan kalo bukan dari mulutnya sendiri atw >> asprinya. omongan analis itu spt mendengar ocehan org yg >> matanya kelilipan gajah ngomongin ttg gurem di langit. >> >> sdg kalo mau tahu objek org, kumpulkan informasi sbyk >> mungkin ttg dirinya, analisis sendiri. >> >> >> salam, >> Fahru > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
